Saus Asam Jawa Praktis Ini Mulai Dilirik Restoran dan UMKM Kuliner, Apa Rahasianya?
Pertumbuhan bisnis kuliner di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bersamaan dengan itu, kebutuhan akan bahan baku praktis dengan...
Read more
Ada momen-momen kecil yang bisa langsung membawa kita balik ke memori: bunyi sendok pada piring plastik, aroma pandan menebar dari dapur, dan irisan kue lapis legit di meja keluarga. Lapis Kojo Palembang adalah salah satu dari momen itu — kue tradisional yang lembut, berlapis, dan beraroma pandan yang khas. Meski prosesnya sedikit sabar karena memanggang lapis demi lapis, hasilnya selalu terasa sepadan: legit, wangi, dan istimewa.
Artikel ini akan memandu kamu membuat Lapis Kojo asli Palembang di rumah, lengkap bahan, langkah langkah, tips anti-gagal, variasi modern, serta nilai gizi singkat. Ditulis dengan bahasa sederhana agar mudah diikuti — cocok untuk pemula maupun yang sudah sering memanggang kue tradisional.
Lapis Kojo (kadang disebut lapis kojo pandan) adalah kue lapis khas Sumatera Selatan, khususnya Palembang. Ciri khasnya: lapisan tipis berwarna hijau pandan dan tekstur yang lembut sedikit kenyal, berkat penggunaan santan kental dan proporsi telur yang pas. Di banyak acara adat dan perayaan, lapis kojo selalu tampil sebagai bagian dari hantaran atau hidangan utama kue basah.
10 butir telur ayam (ukuran sedang)
250 gram gula pasir
200 gram tepung terigu (protein rendah), sudah diayak
600 ml santan kental (dari 1 kelapa atau santan siap pakai kental)
200 ml air daun pandan suji (± 20 lembar daun pandan + 10 lembar daun suji, blender dengan 200–250 ml air lalu saring)
50 gram margarin/mentega, dilelehkan dan didinginkan
1 sdt pasta pandan (opsional, untuk warna/aroma ekstra)
½ sdt garam
Peralatan: loyang 20×20 cm (atau 18×18), kertas roti, oven, mixer/wisk, spatula, baskom, panci untuk menghangatkan santan (opsional).
Santan: Jika pakai santan kelapa segar, perah dan saring agar tidak ada gumpalan. Santan kental memberi rasa gurih yang mantap.
Air pandan suji: Blender daun pandan + suji dengan air sedikit, lalu saring untuk mendapatkan warna hijau alami. Jika susah, pakai pasta pandan secukupnya.
Panaskan oven: Set oven pada suhu 180°C (api atas bawah) saat kamu siap memanggang. Siapkan loyang yang telah dialasi kertas roti dan dioles tipis margarin.
Total waktu kerja ±90–120 menit (tergantung banyaknya lapisan dan oven). Sabar sedikit, hasilnya memuaskan.
Masukkan telur dan gula ke dalam wadah besar.
Kocok dengan mixer kecepatan sedang hingga gula larut dan adonan agak berbusa — tidak perlu sampai sangat mengembang seperti sponge cake. Tujuan: mengurangi butiran gula dan menyatukan telur-gula.
Ayak tepung terigu sedikit demi sedikit ke dalam adonan telur sambil diaduk perlahan dengan spatula sampai rata.
Aduk sampai tidak ada gumpalan tepung.
Campurkan santan kental, air pandan suji, garam, dan pasta pandan (jika dipakai) dalam wadah lain. Aduk rata.
Tuang campuran santan sedikit demi sedikit ke adonan telur-tepung sambil terus diaduk perlahan agar tekstur tetap halus.
Masukkan margarin/mentega cair yang sudah dingin sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan hingga tercampur rata.
Jika masih ada gumpalan, saring adonan agar halus.
Tuang sekitar 2–3 centong sayur kecil adonan (cukup untuk menutupi permukaan loyang tipis) ke loyang. Ratakan.
Masukkan loyang ke oven dan panggang lapisan pertama selama 8–10 menit pada suhu 180°C sampai lapisan set (permukaan terlihat matang).
Keluarkan loyang, tuang lapisan berikutnya. Ulangi proses ini hingga adonan habis. Untuk lapisan terakhir, panggang 20–25 menit agar bagian atas benar-benar matang dan berwarna sedikit kecokelatan.
Catatan: Jumlah lapisan tergantung ketebalan per tuang; umumnya lapis kojo memiliki 12–16 lapis tipis. Waktu panggang per lapisan menyesuaikan oven masing-masing — jika ovenmu panasnya kuat, kecilkan durasi.
Setelah matang, keluarkan dari oven dan biarkan kue dingin di suhu ruang.
Dinginkan minimal 1 jam agar lapisan mengeras dan mudah dipotong.
Potong rapi menggunakan pisau tajam; untuk hasil lebih bersih, basahi pisau dengan air panas setiap beberapa potong.
Jangan kocok telur terlalu lama. Lapis kojo bukan sponge cake; terlalu banyak udara membuat lapisan berongga. Kocok sampai gula larut saja.
Saring adonan sebelum dipanggang untuk menghilangkan gumpalan dan gelembung.
Stabilkan suhu oven. Gunakan api atas-bawah; jika ovenmu panas tidak merata, geser loyang setiap beberapa lapis agar matang rata.
Gunakan loyang yang telah dilapisi kertas roti untuk mempermudah keluarkan kue dan potong rapi.
Jangan buru-buru membuka oven saat memanggang; buka hanya ketika lapisan sudah waktunya diselesaikan untuk dituang lapisan berikutnya.
Kalau ingin warna hijau lebih pekat, tambahkan ½–1 sdt pasta pandan (sesuaikan selera).
Lapis Kojo Keju: Taburkan keju parut tipis di atas lapisan terakhir sebelum memanggang untuk rasa gurih tambahan.
Lapis Kojo Gula Merah: Campur sedikit gula merah cair ke adonan untuk sentuhan karamel.
Lapis Kojo Mini Cup: Tuang adonan ke cetakan muffin kecil, panggang per lapis untuk sajian individu.
Lapis Kojo Pandan Cokelat: Sisihkan sebagian adonan dan campur cokelat bubuk untuk membuat lapis model zebra.
Lapis Kojo Kukus: Untuk yang tidak pakai oven, adonan bisa dikukus bertahap di loyang datar — namun teksturnya cenderung lebih lembek.
Telur: sumber protein berkualitas dan vitamin B.
Santan: memberikan lemak sehat dan rasa gurih; pakai secukupnya untuk menyeimbangkan tekstur.
Pandan: memberi aroma alami dan tanpa pewarna sintetis bila pakai daun suji asli.
Tepung terigu protein rendah: membantu tekstur lebih lembut dan tidak alot.
Lapis Kojo adalah kue energi tinggi; nikmati secukupnya dan cocok sebagai bagian dari sajian saat berkumpul keluarga.
1. Bisa pakai santan instan?
Bisa. Santan segar lebih harum, tapi santan instan kental tetap dapat menghasilkan lapis kojo yang lezat.
2. Berapa lama lapis kojo bisa tahan?
Disimpan di wadah tertutup pada suhu ruang, kue bisa bertahan 2–3 hari. Simpan di kulkas untuk tahan 5–7 hari; hangatkan sebentar sebelum disajikan.
3. Apakah bisa dibuat tanpa oven (kukus)?
Ya bisa, namun teksturnya cenderung lebih lembek dan permukaan kurang kecokelatan. Kukus setiap lapisan hingga set, lalu tuang lapisan berikutnya.
4. Bagaimana agar lapisan tidak pecah saat dipotong?
Pastikan kue benar-benar dingin. Gunakan pisau tajam, olesi pisau dengan sedikit minyak atau panaskan sebentar agar potongan rapi.
5. Apakah perlu mixer?
Tidak wajib. Adonan bisa diaduk manual, cukup pastikan gula larut dan adonan rata. Mixer mempercepat proses tapi jangan sampai memasukkan terlalu banyak udara.
Lapis Kojo Palembang adalah kue yang mengundang kesabaran dan ketelitian — dua hal kecil yang membayar lunas saat gigitan pertama. Aroma pandan menyambut, santan memberi rasa gurih, dan lapisan demi lapisan menyajikan tekstur yang membuat acara keluarga terasa lebih hangat.
Kalau kamu rindu kue tradisional yang legit dan wangi, siapkan bahan-bahan, panaskan oven, dan nikmati proses memanggang lapis demi lapis. Kue ini bukan hanya memanjakan lidah, tapi juga menyatukan kenangan — siap jadi bagian dari meja rumahmu. Selamat mencoba dan semoga sukses membuat Lapis Kojo Palembang sendiri di rumah!
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pertumbuhan bisnis kuliner di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bersamaan dengan itu, kebutuhan akan bahan baku praktis dengan...
Klub-klub asal Inggris mengalami malam yang sulit pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League. Dari enam wakil yang...