Cara Membuat Panada Khas Manado Empuk dengan Isian Cakalang Pedas Gurih
Panada merupakan salah satu camilan khas Manado yang cukup populer dan memiliki cita rasa unik. Sekilas tampilannya mirip pastel, namun...
Read more
Bagian kepala pada ikan lele sering kali tidak disajikan saat diolah menjadi makanan. Hal ini memunculkan pertanyaan di masyarakat, apakah kepala lele memang tidak aman dikonsumsi atau hanya sekadar kebiasaan.
Banyak orang mengaitkan kondisi ini dengan anggapan bahwa lele hidup di lingkungan kotor. Namun, faktanya tidak sesederhana itu. Ada beberapa alasan lain yang justru lebih masuk akal, terutama terkait nilai konsumsi dan kenyamanan saat dimakan.
Menurut penjelasan dalam praktik budidaya modern, lele yang dipelihara dengan baik berasal dari lingkungan yang terkontrol, dengan kualitas air dan pakan yang dijaga. Artinya, tidak semua lele identik dengan kondisi kotor seperti yang sering diasumsikan.
Meski bagian kepala berada di area yang bersentuhan langsung dengan lingkungan, seperti mulut dan insang, hal ini tidak otomatis membuatnya berbahaya. Selama ikan dibersihkan dan dimasak dengan benar, bagian tersebut tetap aman untuk dikonsumsi.
Alasan utama kepala lele sering dibuang ternyata bukan karena faktor kesehatan, melainkan nilai konsumsi yang rendah. Dibandingkan bagian tubuh lainnya, kepala lele didominasi tulang keras dan hanya memiliki sedikit daging.
Menurut Cecilia Eny Indriastuti, faktor ini menjadi pertimbangan utama dalam pengolahan makanan. “Kepala lele tidak layak dikonsumsi karena selain keras tidak ada dagingnya,” ujarnya.
Tekstur yang keras membuat bagian ini kurang nyaman untuk dimakan. Hal ini juga menjadi alasan mengapa banyak warung makan atau penjual memilih untuk tidak menyajikannya kepada konsumen.
Selain itu, dari sisi kepraktisan, membuang bagian kepala dianggap lebih efisien karena tidak memberikan nilai tambah yang signifikan dalam sajian.
Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa kepala lele tidak berbahaya jika diolah dengan benar. Keamanan tetap bergantung pada kualitas ikan, kebersihan saat pengolahan, serta proses memasak hingga matang.
Dengan kata lain, keputusan untuk membuang kepala lele lebih didasarkan pada preferensi dan kenyamanan konsumsi, bukan semata karena faktor kesehatan atau risiko berbahaya.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Situasi di tubuh Real Madrid tengah memanas menjelang berakhirnya musim 2025 atau 2026. Setelah hampir dipastikan tanpa gelar utama, suasana...
Kasus yang melibatkan bek Timnas Indonesia, Dean James, kini menjadi sorotan besar di Liga Belanda. Kontroversi terkait status kelayakan pemain...