Mengapa Iklan Muncul di Status WhatsApp Ini Penjelasan Lengkapnya
Sebagian pengguna mungkin terkejut saat membuka fitur status di aplikasi WhatsApp. Pasalnya, tidak hanya konten dari kontak, kini iklan juga...
Read more
Perkembangan industri kecerdasan buatan atau AI semakin menunjukkan tren yang agresif. Salah satu yang menjadi sorotan adalah perusahaan di balik AI Claude, yakni Anthropic, yang dilaporkan mengalami lonjakan valuasi signifikan di pasar sekunder.
Berdasarkan data dari platform perdagangan saham privat Forge Global, valuasi Anthropic disebut telah menembus 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 16.900 triliun. Angka ini bahkan melampaui valuasi OpenAI di platform yang sama, yang berada di kisaran 880 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14.886 triliun.
Menurut CEO Forge Global, Kelly Rodriques, tingginya valuasi ini mencerminkan besarnya minat investor terhadap sektor AI. Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan valuasi resmi seperti dalam putaran pendanaan.
Secara formal, valuasi Anthropic terakhir berada di kisaran 380 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.428 triliun. Artinya, angka di pasar sekunder lebih menggambarkan antusiasme pasar dibanding nilai fundamental perusahaan.
Lonjakan nilai Anthropic tidak lepas dari mekanisme pasar sekunder. Berbeda dengan pasar saham publik, transaksi di pasar ini terjadi secara terbatas antara investor lama dan investor baru, sehingga jumlah saham yang tersedia sangat sedikit.
Kondisi tersebut membuat harga saham bisa melonjak drastis saat permintaan tinggi. Dengan kata lain, valuasi di pasar sekunder mencerminkan seberapa besar investor bersedia membayar, bukan nilai riil perusahaan.
Fenomena ini semakin diperkuat oleh meningkatnya minat terhadap produk AI milik Anthropic, terutama Claude. Pertumbuhan penggunaan di sektor enterprise serta peningkatan pendapatan dalam waktu singkat membuat investor semakin optimistis terhadap prospek perusahaan.
Menurut laporan yang dihimpun dari berbagai sumber industri, bahkan ada investor yang bersedia membeli saham Anthropic dengan valuasi lebih tinggi lagi, mencapai lebih dari 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 17.762 triliun.
Dalam kasus lain, seorang investor disebut menawarkan aset properti untuk ditukar dengan saham Anthropic, menunjukkan betapa tingginya minat terhadap perusahaan AI tersebut.
Di sisi lain, valuasi OpenAI di pasar sekunder cenderung lebih stabil dan tidak terlalu jauh dari angka resmi. Hal ini membuat ruang spekulasi terhadap OpenAI relatif lebih kecil dibanding Anthropic.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor AI saat ini sedang berada dalam fase euforia investasi. Permintaan yang tinggi, ditambah keterbatasan akses saham, mendorong valuasi melonjak tajam dalam waktu singkat.
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa angka di pasar sekunder tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Jika suatu saat perusahaan melantai di bursa, valuasi tersebut bisa saja berbeda.
Referensi:
Kompas
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Peristiwa tragis terjadi di wilayah Karawang, Jawa Barat, ketika seorang pria berinisial C berusia 32 tahun meninggal dunia setelah lehernya...
Kabar penting bagi pemilik Surat Izin Mengemudi atau Surat Izin Mengemudi yang masa berlakunya baru saja habis. Dalam kondisi tertentu,...