Mendikti Libatkan TNI untuk Pembekalan LPDP Ini Alasan dan Tujuannya
Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkap alasan di balik rencana pelibatan TNI dalam pembekalan bagi penerima beasiswa...
Read more
Peristiwa tragis terjadi di wilayah Karawang, Jawa Barat, ketika seorang pria berinisial C berusia 32 tahun meninggal dunia setelah lehernya terjerat benang layangan saat melintas di jalan.
Insiden tersebut terjadi di Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel. Korban diketahui merupakan buruh harian lepas asal Desa Mulyasejati. Kejadian ini langsung mengundang perhatian warga sekitar karena kondisi korban yang mengalami luka parah.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dalam kondisi sepeda motor berhenti mendadak di pinggir jalan. Saat ditemukan, korban sudah mengalami pendarahan hebat di bagian leher.
Menurut Ipda Cep Wildan, kondisi tersebut sempat memicu kepanikan warga. “Korban ditemukan dengan pendarahan hebat di bagian leher yang membasahi pakaiannya, sehingga memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
Dari keterangan saksi di lokasi, korban sempat berusaha meminta pertolongan. Dalam kondisi lemah, ia mengaku bahwa lehernya terjerat benang layangan yang melintang di jalan saat berkendara.
Warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke rumah sakit. Korban kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun sayang, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Luka serius di bagian leher akibat jeratan benang menyebabkan pendarahan hebat yang berujung fatal.
Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, koordinasi dengan tim Inafis, hingga pemeriksaan saksi-saksi.
Menurut Ipda Cep Wildan, dugaan sementara penyebab kematian korban adalah akibat jeratan benang layangan. Meski demikian, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti.
Ia juga mengingatkan masyarakat tentang bahaya benang layangan, terutama yang menggunakan bahan tertentu yang lebih tajam dan kuat.
“Benang layangan, terutama yang menggunakan bahan tertentu, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Saya imbau agar masyarakat selalu waspada ketika berkendara. Jangan bermain layangan di tempat terbuka yang ramai lalu lintas,” ujarnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas bermain layangan di area dekat jalan raya dapat menimbulkan risiko serius bagi pengguna jalan.
Referensi:
detikcom
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ancaman keamanan digital kembali muncul dan menyasar pengguna Android. Kali ini, spyware bernama Morpheus dilaporkan mampu bekerja secara diam-diam untuk...
Salah satu mesin pencari legendaris internet, Ask.com, resmi menghentikan layanannya pada 1 Mei 2026 setelah beroperasi selama kurang lebih tiga...