Komdigi Targetkan 5G Sesungguhnya Meluncur Sebelum HUT RI 2026
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan 5G yang sesungguhnya sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Republik...
Read more
Sebagian pengguna mungkin terkejut saat membuka fitur status di aplikasi WhatsApp. Pasalnya, tidak hanya konten dari kontak, kini iklan juga mulai muncul di sela-sela status yang ditampilkan.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Berdasarkan informasi dari sumber resmi, fitur iklan di status WhatsApp sudah mulai diperkenalkan sejak pertengahan 2025. Kehadirannya menjadi bagian dari strategi monetisasi yang dilakukan oleh Meta sebagai induk perusahaan.
Menurut keterangan pihak terkait, tampilan iklan di status WhatsApp dibuat mirip dengan format yang sudah lebih dulu hadir di platform lain seperti Instagram Stories dan Facebook Stories. Iklan akan muncul di antara beberapa status yang dilihat pengguna, meski frekuensinya tidak selalu tetap.
Menurut Nikila Srinivasan, Wakil Presiden Manajemen Produk untuk Business Messaging di Meta, kehadiran iklan ini tetap mengedepankan aspek privasi pengguna. Ia menegaskan bahwa pesan pribadi tidak akan digunakan sebagai dasar penargetan iklan.
“Privasi adalah fondasi utama kami. Semua interaksi iklan dan promosi ini tetap berada di ruang terpisah dan tidak akan mengganggu pengalaman berkirim pesan,” kata Nikila Srinivasan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isi chat, panggilan, dan daftar kontak tetap dilindungi dengan enkripsi end-to-end, sehingga tidak bisa diakses pihak lain, termasuk untuk kebutuhan iklan.
Namun demikian, WhatsApp tetap menggunakan beberapa data umum untuk menyesuaikan iklan yang muncul. Informasi tersebut meliputi:
Jika pengguna menghubungkan WhatsApp dengan akun Meta lain seperti Facebook atau Instagram, preferensi dari platform tersebut juga dapat digunakan untuk personalisasi iklan.
Meski begitu, pihak WhatsApp memastikan bahwa semua pengaturan ini tetap berada dalam kendali pengguna dan bisa diubah kapan saja.
Kehadiran iklan ini juga tidak akan mengganggu fungsi utama aplikasi. Iklan hanya muncul di tab Updates atau status, bukan di ruang chat pribadi, panggilan, maupun grup.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi iklan sebagai sumber pendapatan utama Meta. Berdasarkan data perusahaan, pendapatan dari iklan mencapai lebih dari 160 miliar dollar AS atau sekitar Rp2.560 triliun per tahun dengan asumsi kurs Rp16.000 per dollar AS.
Selain itu, fitur ini juga ditujukan untuk membantu bisnis dan kreator menjangkau audiens lebih luas melalui platform WhatsApp, yang memiliki basis pengguna besar di berbagai negara.
Referensi:
KompasTekno
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Masa setelah melahirkan sering digambarkan sebagai momen penuh kebahagiaan bagi keluarga. Namun kenyataannya, tidak semua ibu langsung merasakan perasaan bahagia...
Setiap orang tua tentu ingin memberikan perlindungan dan perhatian terbaik bagi buah hatinya. Namun, ketika perhatian tersebut dilakukan secara berlebihan...