Dominasi Film Indonesia di Netflix Pekan Ini, Horor Kuasai Tangga Popularitas
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Read more
Nasib sejumlah drama Korea yang dibintangi Cha Eun Woo dan Kim Seon Ho menjadi sorotan setelah keduanya terseret isu dugaan penggelapan pajak. Kontroversi ini memunculkan kekhawatiran bahwa proyek yang telah diproduksi dan dinantikan penonton bisa terdampak, mulai dari penundaan hingga pembatalan.
Berdasarkan laporan media Korea yang dikutip CNN Indonesia, kedua aktor tersebut diduga menggunakan perusahaan yang disebut sebagai badan usaha fiktif untuk menekan beban pajak pribadi. Cha Eun Woo bahkan dilaporkan menghadapi tagihan pajak lebih dari 20 miliar won atau sekitar Rp240 miliar jika dikonversi dengan kurs Rp12.000 per won.
Otoritas pajak disebut telah menyelidiki perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo. Perusahaan itu diduga dibuat untuk membagi penghasilan sang aktor dan memanfaatkan tarif pajak badan usaha yang lebih rendah dibanding pajak penghasilan individu.
Dampaknya mulai terasa pada sektor komersial. Beberapa merek dikabarkan telah menghapus iklan yang menampilkan Cha Eun Woo. Saat ini, ia juga tengah menjalani wajib militer.
Salah satu drama yang ikut disorot adalah The Wonderfools, produksi Netflix yang mempertemukan Cha Eun Woo dengan Park Eun Bin. Drama tersebut awalnya dijadwalkan tayang pada paruh pertama 2026. Namun, muncul kekhawatiran bahwa sentimen publik negatif dapat memengaruhi keputusan platform streaming dalam menentukan jadwal rilis.
Di sisi lain, Kim Seon Ho juga menghadapi tuduhan serupa. Ia dikaitkan dengan perusahaan perorangan yang terdaftar di alamat rumahnya di Seoul. Aktor tersebut dituduh mencantumkan orang tuanya sebagai eksekutif perusahaan dan memberikan gaji tinggi, sekaligus menggunakan kartu kredit perusahaan untuk kebutuhan pribadi.
Kontroversi ini turut membayangi beberapa proyek besar yang telah diumumkan, seperti serial Unfriend, May the Congressman Protect You di tvN, serta Portraits of Delusion di Disney+. Platform Disney+ disebut sangat sensitif terhadap risiko reputasi, mengingat sebelumnya mereka menunda perilisan Knock-Off akibat kontroversi aktor lain.
Pada Rabu 4 Februari, Fantagio sebagai agensi merilis pernyataan resmi terkait Kim Seon Ho. “Perusahaan tersebut didirikan pada Januari 2024 untuk kegiatan aktingnya, khususnya kegiatan panggung, dan Kim menerima pembayaran melalui entitas tersebut hingga ia menandatangani kontrak dengan Fantagio pada Februari 2025,” kata Fantagio dalam pernyataannya.
Agensi juga menegaskan bahwa sang aktor telah menghentikan seluruh aktivitas perusahaan tersebut setelah menyadari potensi kesalahpahaman. “Setelah menyadari bahwa operasi tersebut dapat disalahpahami, ia menghentikan semua aktivitas melalui perusahaan tersebut selama lebih dari satu tahun dan telah menyelesaikan pembayaran pajak penghasilan pribadi tambahan di atas pajak perusahaan yang telah dibayarkan sebelumnya,” lanjut Fantagio.
Selain itu, Kim Seon Ho disebut telah mengembalikan seluruh aset perusahaan dan sedang menyelesaikan proses penutupan hukum badan usaha tersebut.
Isu ini memunculkan spekulasi luas mengenai dampaknya terhadap industri hiburan Korea Selatan, terutama pada proyek yang telah menelan biaya produksi besar dan melibatkan distribusi global. Dengan semakin ketatnya pengawasan publik terhadap figur publik, reputasi pribadi kini menjadi faktor penting dalam menentukan kelangsungan proyek hiburan berskala internasional.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Film Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia film — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Google resmi memperkenalkan Google Pixel 10a sebagai model paling terjangkau di lini Pixel 10 Series. Perangkat ini meluncur ke pasar...
Startup neuroteknologi asal Rusia, Neiry, mengklaim berhasil mengubah burung merpati hidup menjadi bio drone yang bisa dikendalikan manusia. Inovasi ini...