Nasib Gencatan Senjata AS Iran Tak Jelas, Trump Enggan Beri Jawaban

Trump bungkam soal nasib gencatan senjata AS Iran di tengah konflik Selat Hormuz yang memanas dan ancaman militer meningkat. (Foto: thehill.com)

Trump bungkam soal nasib gencatan senjata AS Iran di tengah konflik Selat Hormuz yang memanas dan ancaman militer meningkat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih tidak memberikan jawaban jelas terkait nasib gencatan senjata dengan Iran. Sikap ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, terutama di kawasan strategis Selat Hormuz.

Dalam sebuah wawancara radio, Trump ditanya mengenai status gencatan senjata yang sebelumnya diberlakukan sejak 8 April. Namun, ia menolak memberikan kepastian apakah kesepakatan tersebut masih berlaku atau telah berakhir.

“Yah, saya tidak bisa memberi tahu Anda itu,” kata Donald Trump kepada pembawa acara radio Hugh Hewitt.

Ia bahkan menambahkan pernyataan bernada defensif terkait pertanyaan tersebut. “Jika saya menjawab pertanyaan tersebut, Anda akan mengatakan pria ini tidak cukup pintar untuk menjadi presiden,” ujarnya.

Menurut laporan yang dihimpun, gencatan senjata antara AS dan Iran kini berada di ambang kehancuran. Hal ini dipicu oleh meningkatnya konflik di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Ketegangan di Selat Hormuz Picu Konflik Baru

Ketegangan memuncak setelah kedua negara terlibat aksi militer di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang beredar, Iran lebih dulu menutup Selat Hormuz setelah serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.

Sebagai respons, Amerika Serikat melakukan blokade terhadap jalur keluar masuk pelabuhan Iran. Situasi ini memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya sempat mereda lewat kesepakatan gencatan senjata.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa angkatan laut Teheran telah melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal perang AS yang berada di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Trump mengklaim bahwa pasukan AS telah menyerang armada Iran. Ia menyebutkan bahwa tujuh kapal kecil militer Iran berhasil ditembak, dengan enam di antaranya dihancurkan.

Dalam wawancara terpisah dengan media televisi, Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menyatakan bahwa Iran akan “dihancurkan dari muka bumi” jika berani menargetkan kapal-kapal milik Amerika Serikat di Selat Hormuz atau kawasan Teluk Persia.

Selain itu, Trump sebelumnya juga mengumumkan rencana untuk mengawal kapal tanker minyak milik negara netral agar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Namun, langkah ini mendapat penolakan keras dari Iran karena dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi sorotan global, mengingat perannya sebagai jalur utama distribusi energi dunia. Ketidakpastian terkait gencatan senjata antara AS dan Iran berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED