Rupiah Menguat dan IHSG Melonjak Tajam, Pasar Keuangan Indonesia Dibuka Positif
Pasar keuangan Indonesia memulai pekan dengan catatan positif. Pada perdagangan Senin pagi, 15 Juni 2026, nilai tukar rupiah menguat terhadap...
Read more
Polda Metro Jaya terus mengusut kasus kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Pada Selasa (5/5), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dari PT Vinfast Auto sebagai bagian dari proses pendalaman kasus.
Menurut Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari rangkaian penyelidikan yang telah berjalan sejak insiden terjadi. “Saksi yang akan diperiksa pada Selasa, 5 Mei 2026 yaitu saksi dari PT Vinfast Auto,” kata Kombes Budi Hermanto.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa 36 saksi dari berbagai pihak. Mereka terdiri dari korban, saksi mata di lokasi kejadian, masinis, hingga pengemudi taksi yang diduga menjadi pemicu awal kecelakaan.
Selain itu, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap pengemudi taksi Green SM bernama Richard Rudolf Passelima. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan pada Kamis (7/5) dengan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik.
“Kamis, 7 Mei 2026 ada pemeriksaan lanjutan terhadap Richard Rudolf Passelima, selaku pengemudi taksi Green SM, bersama Pusat Laboratorium Forensik,” ujar Budi.
Tak hanya itu, pada Jumat (8/5), polisi juga akan memeriksa sejumlah petugas terkait, termasuk pengawas jalur selatan dan kepala sintel untuk menggali informasi tambahan.
Menurut Budi, penyidik juga masih dalam proses pemanggilan sejumlah saksi lain dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Nama-nama yang dijadwalkan antara lain Agus Puryantoko, Catur Nugroho, Muhammad Arif Hosen, dan Fajar Karisma Putra.
Kecelakaan tragis ini terjadi pada Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur. Insiden tersebut menewaskan 16 orang dan menyebabkan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula dari sebuah taksi Green SM yang mogok di perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak oleh KRL yang sedang melintas.
Akibat tabrakan awal tersebut, rangkaian KRL tujuan Cikarang terpaksa berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur. Namun, dalam kondisi berhenti itu, rangkaian KRL justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Benturan keras tersebut menyebabkan gerbong belakang, yang merupakan gerbong khusus wanita, mengalami kerusakan parah. Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling serius dalam beberapa waktu terakhir di wilayah Jabodetabek.
Penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab dalam kecelakaan ini. Pemeriksaan terhadap berbagai saksi, termasuk dari pihak perusahaan otomotif, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait rangkaian kejadian.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Gurih dan Bikin Nagih, Empuk, Hemat, Bawa Nostalgia Keluarga Hari Raya Idul Adha selalu membawa suasana yang hangat dan penuh...
Pixar kembali memperluas jajaran film animasinya dengan memperkenalkan proyek terbaru berjudul Gatto, sebuah film fabel yang mengangkat kehidupan kucing jalanan...