Puluhan WNI Tertahan di Bandara, Imigrasi Bongkar Modus Haji Ilegal
Petugas imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggagalkan keberangkatan puluhan warga negara Indonesia yang diduga hendak menunaikan ibadah haji secara non...
Read more
Kasus pembunuhan tragis terhadap seorang lansia di Pekanbaru mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap adanya dugaan kuat keterlibatan orang dekat korban, termasuk menantunya sendiri.
Korban diketahui bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio, seorang perempuan berusia 60 tahun yang tinggal di kawasan Rumbai. Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar karena terjadi secara brutal di dalam rumah korban.
Menurut Muharman Arta, penyelidikan telah mengarah pada satu sosok utama. “Alhamdulillah sudah ada titik terang,” kata Muharman dalam keterangannya.
Ia membenarkan bahwa menantu korban berinisial AF diduga terlibat dalam kasus ini. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan.
Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi salah satu bukti penting dalam mengungkap kasus ini. Dalam rekaman tersebut, AF terlihat mengenakan kaus hitam dan celana panjang saat berada di lokasi kejadian.
Menurut keterangan polisi, AF adalah orang pertama yang masuk ke rumah korban dengan berpura-pura bertamu. Ia bahkan sempat menyapa dan menyalami korban sebelum kejadian berlangsung.
Tidak hanya itu, polisi juga menduga adanya keterlibatan beberapa pelaku lain dalam aksi tersebut. Total pelaku diperkirakan berjumlah empat orang, termasuk seorang pria yang diduga merupakan selingkuhan AF serta dua orang lainnya yang diduga rekan mereka.
Berdasarkan hasil penyelidikan, detik-detik kejadian terekam jelas dalam kamera CCTV yang terpasang di rumah korban. Rekaman tersebut memperlihatkan sebuah mobil berhenti di depan rumah sebelum para pelaku masuk.
Seorang perempuan berkaus hitam masuk lebih dulu, disusul perempuan lain yang mengenakan jaket hoodie, kemudian dua pria. Korban yang berada di dalam rumah kemudian keluar untuk menyambut tamu tersebut.
Setelah berbincang singkat, situasi berubah drastis. Salah satu pelaku pria yang mengenakan kaus abu-abu dan masker tiba-tiba menyerang korban menggunakan balok kayu.
Korban dipukul berulang kali hingga tidak berdaya. Setelah itu, pelaku juga merusak kamera CCTV sebelum melarikan diri dari lokasi.
Selain melakukan kekerasan, para pelaku juga membawa sejumlah barang milik korban, termasuk perhiasan serta uang asing sebesar 400 dolar Singapura atau sekitar Rp4,8 juta.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya empat saksi dan terus mendalami bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV yang telah terpasang sejak awal April 2026.
Menurut keterangan penyidik, pemasangan CCTV tersebut dilakukan setelah sebelumnya sempat terjadi dugaan percobaan pembobolan kamar di rumah korban.
Informasi tambahan dari pihak kepolisian menyebut bahwa AF merupakan menantu korban dari anak pertamanya. Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap seluruh pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Situasi di tubuh Real Madrid tengah memanas menjelang berakhirnya musim 2025 atau 2026. Setelah hampir dipastikan tanpa gelar utama, suasana...
Kasus yang melibatkan bek Timnas Indonesia, Dean James, kini menjadi sorotan besar di Liga Belanda. Kontroversi terkait status kelayakan pemain...