Kronologi Lengkap Bocah Tewas di Rohil, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Kasus tragis menimpa seorang bocah perempuan berusia 4 tahun di Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir. Korban meninggal dunia setelah...
Read more
Kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans yang terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, menyisakan duka mendalam. Sebanyak 16 penumpang meninggal dunia, sementara 18 orang lainnya selamat dari insiden tragis yang terjadi pada Senin dini hari. Kesaksian salah satu penumpang yang selamat memberikan gambaran jelas mengenai detik-detik sebelum bus terguling.
Salah satu penumpang selamat, Sutiadi (67), mengaku masih terjaga sebelum kecelakaan terjadi. Menurut Sutiadi, bus melaju dengan kecepatan tinggi saat memasuki ruas Tol Krapyak yang dikenal memiliki kontur jalan menurun dan menikung. Ia merasa ada kejanggalan karena kendaraan tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan meski kondisi jalan menuntut kehati-hatian.
“Kalau ke arah Jogja di Krapyak itu jalannya turun. Tapi kok tidak ada perlambatan. Jadi mulai kencang terus,” kata Sutiadi, penumpang bus Cahaya Trans, saat menjalani perawatan di RSUD Tugurejo Semarang.
Ia menjelaskan, saat bus melintas di lokasi kejadian, pengemudi tetap mempertahankan kecepatan meskipun jalur semakin menurun. Perasaan tidak nyaman mulai muncul karena laju kendaraan justru terasa semakin cepat.
“Kalau perasaan saya itu kok tambah kencang, padahal jalan turun. Kendaraan kan biasanya ada perlambatan, ini tidak ada. Pas muter tikungan itu oleng, lalu terguling,” ujar Sutiadi, penumpang selamat kecelakaan bus Cahaya Trans.
Akibat kecelakaan tersebut, tubuh Sutiadi terlempar keluar dari bus. Meski demikian, ia masih dalam kondisi sadar saat ditemukan petugas. Ia mengalami luka di bagian wajah dan kaki, namun nyawanya berhasil diselamatkan.
Berdasarkan data dari petugas di lokasi kejadian, bus Cahaya Trans mengangkut 34 orang penumpang saat kecelakaan terjadi. Insiden itu mengakibatkan kerusakan parah pada kendaraan dan memicu proses evakuasi besar-besaran oleh tim gabungan kepolisian, tenaga medis, serta relawan.
Simpang Susun Exit Tol Krapyak sendiri dikenal sebagai jalur dengan kontur menurun dan tikungan yang membutuhkan kontrol kecepatan ekstra, terutama bagi kendaraan besar seperti bus antarkota. Kesaksian penumpang ini memperkuat dugaan bahwa faktor kecepatan berperan penting dalam kecelakaan tersebut.
Hingga kini, aparat berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan dan pengemudi saat peristiwa berlangsung.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memiliki dua opsi utama dalam menghadapi konflik dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan setelah...
Situasi di Jalur Gaza kembali menjadi sorotan setelah laporan resmi menyebut adanya pelanggaran gencatan senjata sepanjang April 2026. Data ini...