China Balas Kritik Latihan Perang Dekat Taiwan, Sebut Negara Pengkritik Munafik

China menyebut negara yang mengkritik latihan perang di sekitar Taiwan sebagai munafik. Kritik datang dari Jepang, Australia, hingga Uni Eropa. (Foto: VCG)
China menyebut negara yang mengkritik latihan perang di sekitar Taiwan sebagai munafik. Kritik datang dari Jepang, Australia, hingga Uni Eropa. (Foto: VCG)

China menyebut negara yang mengkritik latihan perang di sekitar Taiwan sebagai munafik

China kembali menjadi sorotan internasional setelah menggelar latihan perang berskala besar di perairan sekitar Taiwan. Latihan militer yang berlangsung pada Senin (29/12) dan Selasa (30/12) waktu setempat itu menuai kritik dari sejumlah negara besar, termasuk Jepang, Australia, dan beberapa negara Eropa.

Menurut pernyataan militer China, latihan tersebut bertujuan mensimulasikan blokade terhadap pelabuhan utama Taiwan sekaligus serangan terhadap target maritim. Dalam operasi itu, China mengerahkan rudal, puluhan jet tempur, kapal angkatan laut, dan kapal penjaga pantai ke sekitar wilayah Taiwan.

Namun, langkah tersebut langsung mendapat respons keras dari komunitas internasional. Jepang bahkan menilai latihan itu dapat meningkatkan ketegangan di kawasan. Pemerintah Tokyo menyebut latihan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas di Selat Taiwan dan menyampaikan kekhawatiran resmi kepada otoritas Beijing.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Australia juga mengecam keras latihan militer tersebut. Menurut pemerintah Australia, langkah China dinilai mengganggu stabilitas kawasan Indo Pasifik. Negara itu juga telah menyampaikan keberatan diplomatik kepada China.

Uni Eropa pun bersuara. Menurut pernyataan lembaga tersebut, latihan perang China di sekitar Taiwan dinilai membahayakan perdamaian dan stabilitas internasional.

China Sebut Kritik Internasional Sebagai Sikap Munafik

Menanggapi berbagai kritik itu, China bereaksi keras. Menurut Kementerian Luar Negeri China, sejumlah negara dinilai bersikap tidak adil dan menutup mata terhadap gerakan separatis di Taiwan.

“Negara-negara dan lembaga-lembaga ini menutup mata terhadap kekuatan separatis di Taiwan yang berupaya mewujudkan kemerdekaan melalui cara-cara militer,” kata Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.

Lin juga menegaskan bahwa kritik internasional terhadap tindakan China merupakan bentuk standar ganda.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED