Tercekik Blokade AS, Warga Kuba Curhat Soal Listrik dan Krisis Pangan
Kuba tengah menghadapi krisis pangan dan energi yang semakin memburuk. Pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari, bahkan di sejumlah wilayah...
Read more
Iran kembali menjadi pusat perhatian internasional setelah demonstrasi massal mengguncang negara tersebut selama lebih dari dua pekan. Aksi protes yang awalnya dipicu krisis ekonomi kini berkembang menjadi penentangan terbuka terhadap rezim Republik Islam di Teheran. Di balik dinamika domestik tersebut, posisi Iran yang strategis membuat gejolak internalnya berimbas langsung pada kepentingan global.
Secara geografis, Iran berada di titik krusial yang menghubungkan Eropa, Timur Tengah, dan Asia, serta membentang di antara Laut Kaspia dan Teluk Persia. Berdasarkan data lembaga energi internasional, Iran juga memiliki cadangan minyak terbesar ketiga dan cadangan gas terbesar kedua di dunia. Kombinasi faktor geografis, energi, ambisi politik regional, serta program nuklir menjadikan Iran aktor kunci yang sulit diabaikan.
Pemerintah Iran menuding bahwa demonstrasi yang terjadi ditunggangi kekuatan asing, terutama Amerika Serikat dan Israel. Tuduhan ini muncul seiring meningkatnya tekanan eksternal dan ancaman intervensi dari Washington. Ironisnya, di tengah eskalasi protes domestik, elite kekuasaan Iran justru menyatakan kesiapan untuk kembali berunding dengan Amerika Serikat terkait isu nuklir.
Menurut Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Teheran siap memasuki putaran baru perundingan nuklir dengan Washington. “Saya kira mereka sudah lelah terus dipecundangi Amerika Serikat,” kata Donald Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One.
Hubungan Iran dan Amerika Serikat memang telah memburuk sejak Revolusi Islam 1979 dan pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran. Sejak saat itu, relasi kedua negara diwarnai permusuhan ideologis, sanksi ekonomi, konflik bersenjata, serta sengketa panjang mengenai program nuklir Iran. Washington menuntut penghentian total pengayaan uranium, sementara Teheran membantah tuduhan pengembangan senjata nuklir meski mengakui telah memperkaya uranium hingga 60 persen.
Situasi semakin rumit setelah Trump berulang kali mengancam akan melancarkan serangan militer jika aparat keamanan Iran bertindak brutal terhadap demonstran. Namun, skala penindasan di lapangan sulit diverifikasi. Sejak 9 Januari, akses internet dan hampir seluruh komunikasi Iran dengan dunia luar diputus. Televisi pemerintah Iran menyebut demonstran sebagai teroris dan menayangkan gambar korban tewas akibat bentrokan dengan aparat.
Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, Teheran menginginkan perdamaian, namun siap menghadapi intervensi militer asing. Analis Iran Fatemeh Aman menilai bahwa ancaman eksternal lebih berkaitan dengan dampaknya terhadap struktur kekuasaan internal Iran.
“Tekanan eksternal tidak selalu melemahkan rezim, bahkan kerap memperkuatnya,” kata Fatemeh Aman, analis politik Iran.
Ia menambahkan bahwa ancaman dari luar sering dijadikan dalih untuk memperketat keamanan, membungkam demonstrasi, dan meredam konflik elite. Aman menilai Trump cenderung mengutamakan kepentingan strategis Amerika Serikat dan menghindari perang berkepanjangan. Target utamanya adalah mengubah perilaku Republik Islam melalui tekanan dan sanksi, bukan menggulingkan rezim secara langsung.
Perang skala luas antara Amerika Serikat dan Iran, meski tidak berujung pada pergantian rezim, diperkirakan akan berdampak luas pada kawasan. Gangguan pasokan energi, meningkatnya ketidakamanan regional, tekanan ekonomi global, serta meluasnya konflik proksi menjadi risiko nyata. Dukungan regional terhadap perang semacam itu dinilai sangat minim.
Negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia, meski bukan sekutu Iran, tetap berkepentingan menjaga stabilitas regional. Serangan terhadap Iran berisiko memicu serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk. Menurut analis Farzan Sabet, negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk selama ini menerima Republik Islam sebagai realitas politik yang harus dihadapi, sembari memperkuat pertahanan dan mendorong diplomasi.
Persaingan Iran dan Arab Saudi, khususnya di Suriah, Irak, dan Yaman, sempat memuncak pada 2019 setelah serangan drone dan rudal ke fasilitas Saudi Aramco. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara mulai mendekat dengan mediasi Cina, yang berkepentingan menjaga stabilitas Timur Tengah demi kelancaran pasokan energinya.
Berdasarkan kebijakan energi Beijing, Cina terus mengimpor minyak Iran dengan harga relatif murah meski negara itu dikenai sanksi Amerika Serikat. Cina dan Rusia juga mengecam mekanisme snapback sanksi PBB yang diaktifkan kembali oleh AS dan negara-negara Eropa pada September 2025.
Trump kembali menegaskan tekanan ekonomi terhadap Iran dengan mengumumkan tarif 25 persen bagi negara-negara yang berdagang dengan Teheran. Kebijakan ini menuai kecaman dari Cina, yang menyatakan akan melindungi kepentingannya.
Menurut pakar energi Umud Shokri, Rusia justru menjadi pihak yang paling khawatir jika Iran berubah menjadi negara yang bebas dan demokratis. Iran memiliki potensi besar untuk kembali ke pasar energi global jika sanksi dicabut, yang dapat menggerus pangsa pasar eksportir energi lain.
Shokri menilai pemerintahan Iran yang stabil dan dipilih secara demokratis justru berpotensi menguntungkan kawasan, karena dapat mengakhiri kebijakan luar negeri intervensionis yang selama ini memicu ketegangan regional.
Referensi: Detik News
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...