Relawan Flotilla Asal Indonesia Segera Pulang Setelah Ditahan Israel
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dipastikan segera kembali ke Tanah...
Read more
Aksi jual emas oleh bank sentral dunia kembali menjadi perhatian pasar global. Kali ini, Rusia tercatat mulai melepas sebagian besar cadangan emasnya di tengah tekanan ekonomi akibat perang Ukraina, sanksi internasional, hingga melemahnya pendapatan sektor energi.
Berdasarkan data dari Bank Sentral Rusia (CBR), cadangan emas negara tersebut per 1 Mei 2026 turun menjadi 73,9 juta ons troi. Dalam satu bulan terakhir saja, Rusia diketahui telah melepas sekitar 200 ribu ons emas ke pasar.
Penurunan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam lebih dari dua dekade terakhir. Secara total, cadangan emas Rusia menyusut sekitar 900 ribu ons atau setara 27,9 ton sejak awal tahun 2026.
Menurut laporan yang dikutip dari Kitco, kondisi tersebut membuat posisi cadangan emas Rusia turun ke level terendah sejak Maret 2022.
Selama bertahun-tahun, Rusia dikenal sebagai salah satu pembeli emas terbesar dunia. Strategi itu dilakukan untuk memperkuat cadangan devisa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.
Namun kini arah kebijakan mulai berubah. Tekanan fiskal akibat perang Ukraina membuat pemerintah Rusia membutuhkan sumber dana tambahan untuk menopang anggaran negara.
Menurut analis Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, penjualan emas dilakukan untuk membantu menutup defisit anggaran Rusia yang mencapai 4,6 triliun rubel hingga akhir Maret 2026.
“Tanpa dukungan dari bank sentral di tengah lemahnya pendapatan minyak dan gas, defisit anggaran bisa melampaui 5 triliun rubel,” kata Natalia Milchakova.
Jika dikonversi dengan kurs saat ini, 5 triliun rubel setara sekitar Rp 918 triliun. Tekanan terhadap sektor energi memang menjadi tantangan besar bagi ekonomi Rusia setelah ekspor minyak dan gas mengalami perlambatan.
Selain untuk menutup defisit, Rusia juga disebut menjual emas guna memperkuat cadangan devisa asing, terutama yuan China. Langkah itu dilakukan setelah pendapatan ekspor Rusia pada awal tahun mengalami pelemahan.
Di tengah aksi jual cadangan emas oleh pemerintah, permintaan emas di pasar domestik Rusia justru meningkat tajam. Berdasarkan data Moscow Exchange, volume transaksi emas pada April 2026 melonjak lebih dari 350 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 42,6 ton.
Dalam denominasi rubel, nilai transaksi emas bahkan naik hampir 500 persen menjadi 534,4 miliar rubel atau sekitar US$ 7,1 miliar atau setara Rp 115,7 triliun.
Menurut analis Finam, Nikolai Dudchenko, tren penjualan emas kini mulai dilakukan sejumlah bank sentral negara berkembang untuk memenuhi kebutuhan fiskal dan menjaga stabilitas mata uang domestik.
“Banyak bank sentral negara berkembang mulai menjual emas untuk membiayai kebutuhan fiskal, pengeluaran pertahanan, hingga menjaga stabilitas mata uang,” ujar Dudchenko.
Meski cadangan emas Rusia menyusut, nilai total kepemilikan emas negara tersebut justru meningkat seiring reli harga emas global sepanjang tahun ini.
Pada Januari 2026, nilai cadangan emas Rusia tercatat naik 23 persen menjadi US$ 402,7 miliar atau sekitar Rp 6.563 triliun setelah harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi dunia.
Saat artikel ini ditulis, harga emas global tercatat menguat tipis 0,09 persen ke level US$ 4.573,95 per ons troi atau sekitar Rp 74,5 juta per ons. Dalam sebulan terakhir, harga emas memang turun 2,26 persen, tetapi masih naik 36,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Harga emas dunia bahkan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high sebesar US$ 5.608,35 per ons troi pada Januari 2026.
Di sisi lain, ekspor emas Rusia ke China terus meningkat. Berdasarkan laporan Bloomberg, pengiriman logam mulia Rusia ke China melonjak hampir dua kali lipat sepanjang semester pertama 2025.
Saat ini Rusia masih menjadi produsen emas terbesar kedua dunia setelah China dengan kapasitas produksi tahunan lebih dari 300 ton.
Permintaan emas ritel domestik di Rusia juga mencetak rekor tertinggi sepanjang 2024. Konsumen di negara tersebut membeli sekitar 75,6 ton emas atau setara seperempat produksi emas nasional Rusia.
Referensi:
Investor.id
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Ada satu aroma masakan yang sering langsung mengingatkan banyak orang pada suasana rumah hangat dan makan bersama keluarga, yaitu aroma...