Putra Mahkota Norwegia Beri Apresiasi untuk Haaland dan Tim, Diundang ke Istana
Perjalanan Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026 memang harus berakhir di babak perempat final. Namun perjuangan yang ditunjukkan Erling Haaland...
Read more
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah mengakhiri operasi militernya terhadap sejumlah target utama di Iran. Operasi tersebut disebut sebagai respons atas serangan yang sebelumnya dituduhkan dilakukan Iran terhadap tiga kapal dagang milik negara sekutu Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut menargetkan lebih dari 80 fasilitas militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, jaringan komando dan kendali, fasilitas radar pesisir, hingga kemampuan rudal anti-kapal.
Selain itu, militer Amerika Serikat juga mengklaim berhasil menghancurkan lebih dari 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang berada di kawasan sekitar Selat Hormuz.
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan untuk memberikan respons terhadap serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi jalur pelayaran internasional.
“Serangan AS ini sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi Iran yang ditunjukkan tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata,” demikian keterangan CENTCOM.
Menurut keterangan militer Amerika Serikat, operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam melakukan serangan terhadap jalur perdagangan internasional yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pasukan angkatan laut dan angkatan udaranya telah melancarkan operasi balasan menggunakan rudal dan drone.
Menurut IRGC, serangan tersebut menargetkan 85 fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas operasi udara terbaru AS di wilayah selatan Iran.
IRGC mengklaim sasaran utama serangan meliputi Pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.
Sementara itu, militer Kuwait menyatakan sedang merespons serangan rudal dan drone yang mengarah ke wilayahnya. Pemerintah Kuwait juga mengimbau masyarakat agar mengikuti seluruh arahan keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas keamanan setempat.
Rangkaian aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz dinilai berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional apabila eskalasi konflik terus berlanjut.
Selain berdampak pada aspek keamanan regional, situasi tersebut juga menjadi perhatian pelaku pasar global karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan ini berpotensi memengaruhi pasokan energi serta mendorong kenaikan harga minyak di pasar internasional.
Hingga saat ini belum ada laporan independen yang dapat memverifikasi secara menyeluruh klaim jumlah target maupun tingkat kerusakan yang disampaikan masing-masing pihak.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Menghabiskan waktu berjam-jam di ruangan ber-AC memang terasa nyaman, terutama saat cuaca panas. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat meningkatkan risiko...
Buah merupakan salah satu sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Meski manfaatnya telah banyak...