Terobosan Baru Atasi Mata Kering akibat Air Mata Cepat Menguap
Mata terasa kering, perih, seperti berpasir, sensitif terhadap cahaya, hingga penglihatan kabur merupakan gejala khas penyakit mata kering. Aktivitas di...
Read more
Penderita diabetes perlu lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman sehari-hari, termasuk minuman alami seperti air kelapa. Air kelapa dikenal luas sebagai minuman penyegar dan pengganti cairan tubuh, sehingga kerap dikonsumsi setelah berolahraga atau saat cuaca panas.
Namun, seiring maraknya air kelapa dalam kemasan yang dijual di pasaran, muncul kekhawatiran terkait kandungan gula tambahan di dalamnya. Oleh karena itu, pilihan terbaik bagi penderita diabetes adalah air kelapa murni tanpa pemanis tambahan. Meski begitu, muncul pertanyaan lanjutan, apakah air kelapa murni tetap aman mengingat kandungan gula alaminya.
Untuk menjawabnya, penting memahami komposisi gizi air kelapa serta dampaknya terhadap kadar gula darah.
Berdasarkan data dari Institusi Pertanian Bogor, dalam 100 gram air kelapa muda terkandung sekitar 17 kilokalori energi, 3,8 gram karbohidrat, serta mineral penting seperti kalium, kalsium, fosfor, dan vitamin C. Kandungan airnya yang mencapai lebih dari 95 persen menjadikan air kelapa efektif untuk membantu rehidrasi tubuh.
Selain kandungan gizi, indeks glikemik juga menjadi faktor penting bagi penderita diabetes. Mengutip WebMD, indeks glikemik menunjukkan seberapa cepat suatu makanan atau minuman dapat meningkatkan kadar gula darah dibandingkan glukosa murni.
Air kelapa murni tanpa tambahan gula memiliki indeks glikemik sekitar 3, yang tergolong sangat rendah. Sementara itu, beban glikemiknya juga tercatat nol. Kondisi ini membuat air kelapa tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis ketika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Menurut Healthline, riset terkait hubungan air kelapa dan diabetes memang masih terbatas. Namun, beberapa penelitian pada hewan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dalam sebuah studi, tikus yang diinduksi diabetes kemudian diberikan air kelapa tua selama 45 hari menunjukkan perbaikan kadar gula darah, hemoglobin A1C, serta penurunan stres oksidatif.
Efek tersebut dikaitkan dengan kandungan kalium, magnesium, mangan, vitamin C, dan L-arginin dalam air kelapa yang berperan meningkatkan sensitivitas insulin.
Meski demikian, konsumsi air kelapa tetap perlu dibatasi. Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB, Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menyarankan penderita diabetes mengonsumsi maksimal satu gelas air kelapa per hari. “Dalam 250 mililiter air kelapa terkandung sekitar 10 gram gula alami,” kata Karina, dosen Departemen Gizi Masyarakat Universitas IPB.
Ia menambahkan bahwa air kelapa pada dasarnya dapat dikonsumsi kapan saja. Namun, jika tujuan utamanya untuk mengganti cairan tubuh, waktu terbaik adalah setelah beraktivitas fisik. “Jika tujuannya untuk rehidrasi, waktu terbaik mengonsumsi air kelapa adalah setelah berolahraga,” ujarnya.
Referensi: CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...