Kapal di Ujung Senja

Di Laut Azure yang luas, berdirilah sebuah kapal tua bernama The Tidebreaker.
Di atas geladaknya, dua sosok yang tak biasa menikmati secangkir kopi saat matahari tenggelam.
Yang pertama adalah Kapten Gallus Redbeak, seekor ayam jantan yang mengenakan mantel biru tua peninggalan armada kerajaan. Ia terkenal karena kecerdasannya membaca peta dan keberaniannya menghadapi badai.
Di sampingnya berdiri sahabat sekaligus tangan kanannya, Brontes, paus raksasa yang berjalan seperti manusia. Tubuhnya besar seperti benteng berjalan, tetapi hatinya lebih lembut daripada ombak pagi.
Mereka berdua tidak sedang mencari emas.
Mereka mencari legenda.
Legenda tentang makhluk yang konon hidup di antara dunia laut dan langit.

Pulau Kabut dan Ramalan Tua
Beberapa hari kemudian mereka berlabuh di sebuah pulau terpencil.
Penduduk pulau hidup dalam ketakutan.
Setiap malam, cahaya biru misterius muncul dari langit.
Perahu-perahu hilang.
Nelayan tidak pernah kembali.
Seorang tetua desa menyerahkan gulungan tua kepada Gallus.
Di dalamnya terdapat gambar makhluk menyerupai ubur-ubur raksasa bercahaya.
Makhluk itu dikenal sebagai:
Storm Jelly
Makhluk kuno yang dapat memanggil petir dari lautan dan langit.
Konon, ketika kawanan Storm Jelly bermigrasi, seluruh kota bisa lenyap dalam satu malam.

Bayangan di Kota Tua
Petunjuk membawa mereka ke kota pelabuhan tua yang telah lama ditinggalkan.
Kabut menutupi jalan-jalan batu.
Bangunan tua berdiri seperti kuburan raksasa.
Gallus dan Brontes berjalan di depan kru mereka.
Tak seorang pun berbicara.
Sampai suara gemuruh terdengar dari langit.
Bukan petir.
Bukan badai.
Sesuatu yang hidup.
Sesuatu yang sedang mendekat.

Serangan Storm Jelly
Langit tiba-tiba pecah oleh cahaya biru.
Seekor Storm Jelly raksasa turun dari awan.
Tentakel listriknya menyambar bangunan.
Rumah-rumah meledak.
Jalanan hancur.
Kru bajak laut berlarian menyelamatkan diri.
Gallus dan Brontes justru maju.
Karena mereka tahu…
Jika makhluk itu dibiarkan hidup, seluruh wilayah pesisir akan musnah.

Pertempuran Petir
Gallus mencabut pistol flintlock miliknya.
Brontes menghunus pedang besar yang selama ini tergantung di punggungnya.
Ledakan pertama mengguncang kota.
Petir menyambar dari langit.
Peluru berhamburan.
Namun Storm Jelly tidak mudah dilukai.
Semakin marah, semakin kuat petir yang dipanggilnya.
Kota tua berubah menjadi medan perang.

Tinju Sang Paus
Saat semua orang mulai kehilangan harapan, Brontes melompat ke depan.
Ia menunggu.
Menghitung.
Membaca pola serangan lawannya.
Ketika Storm Jelly turun cukup rendah…
Brontes menghantamnya dengan satu pukulan penuh tenaga.
BOOOM!
Ledakan cahaya memenuhi langit.
Untuk pertama kalinya makhluk itu terluka.
Kru bajak laut bersorak.
Pertarungan belum selesai.
Tetapi harapan telah kembali.

Lompatan Kapten Gallus
Melihat celah itu, Gallus mengambil keputusan nekat.
Ia memanjat tubuh Brontes.
Lalu melompat tinggi ke udara.
Pedangnya berkilat diterpa petir.
Dalam satu tebasan cepat, ia memotong inti energi Storm Jelly.
Makhluk itu menjerit.
Langit bergetar.
Lautan bergemuruh.
Kemudian…
Semuanya sunyi.
Storm Jelly pertama akhirnya tumbang.

Rahasia yang Tak Terduga
Malam itu mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan.
Di antara reruntuhan, terdapat Storm Jelly kecil yang tidak menyerang siapa pun.
Makhluk itu bahkan tampak ketakutan.
Barulah mereka sadar.
Storm Jelly bukan monster.
Mereka hanyalah makhluk laut kuno yang tersesat ke dunia manusia.
Yang menyerang hanyalah sebagian kecil yang kehilangan kendali.

Perkemahan Cahaya Biru
Alih-alih memburu mereka, Gallus memilih membantu.
Brontes menggunakan pengetahuannya tentang arus laut kuno.
Mereka membangun tempat perlindungan sementara bagi Storm Jelly muda.
Di malam hari, makhluk-makhluk bercahaya itu melayang di atas tenda seperti lentera hidup.
Untuk pertama kalinya, manusia dan Storm Jelly hidup berdampingan tanpa rasa takut.

Raja Lautan yang Mengawasi
Jauh di tengah samudra…
Seseorang memperhatikan semuanya.
Seekor burung merak biru dengan mantel kerajaan duduk di atas singgasana emas di kapal raksasa.
Namanya adalah:
Admiral Peacock
Penguasa armada terbesar di dunia.
Ia telah mendengar kisah Gallus dan Brontes.
Ia telah melihat kemunculan Storm Jelly.
Dan ia mengetahui sesuatu yang tidak diketahui siapa pun.
Storm Jelly bukan ancaman terbesar.
Mereka hanyalah pertanda.
Karena jauh di dasar samudra…
Ada sesuatu yang sedang bangun.
Sesuatu yang bahkan ditakuti oleh Storm Jelly.
Dan petualangan sesungguhnya baru saja dimulai.