Benarkah Menutup Aplikasi Background Bisa Menghemat Baterai HP Ini Penjelasannya
Banyak pengguna smartphone masih percaya bahwa menutup aplikasi background atau aplikasi yang berjalan di latar belakang dapat membuat baterai HP...
Read more
Mengisi daya smartphone terlihat seperti aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari. Namun, urutan saat menghubungkan charger ternyata dapat memengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang. Banyak pengguna masih bertanya-tanya apakah lebih baik mencolokkan charger ke stopkontak terlebih dahulu atau menghubungkannya ke HP lebih dulu.
Menurut informasi dari Hongyi Tech Group, produsen konektor daya, urutan pengisian yang tepat dapat membantu mengurangi dampak lonjakan tegangan listrik yang berpotensi mempercepat penurunan kualitas baterai.
Saat adaptor charger dihubungkan ke stopkontak, terkadang muncul percikan api kecil. Fenomena ini terjadi karena adanya lonjakan tegangan listrik dalam waktu yang sangat singkat.
Berdasarkan penjelasan dari Hongyi Tech Group, lonjakan tegangan tersebut dapat memberikan tekanan pada komponen pengisian daya apabila kabel sudah lebih dulu terhubung ke smartphone. Karena itu, pengguna disarankan mengikuti urutan yang lebih aman, yaitu:
Dengan cara tersebut, charger memiliki kesempatan untuk lebih dahulu menstabilkan arus listrik sebelum masuk ke perangkat. Langkah sederhana ini dinilai dapat membantu menjaga kesehatan baterai dalam penggunaan jangka panjang.
Meski demikian, bukan berarti charger boleh terus dibiarkan terpasang di stopkontak setelah selesai digunakan. Charger yang terus tersambung, terutama produk berkualitas rendah atau tidak memiliki sertifikasi keamanan, tetap berisiko mengalami panas berlebih maupun korsleting listrik.
Karena itu, setelah baterai penuh, sebaiknya lepaskan charger dari stopkontak untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan sekaligus menghemat konsumsi listrik.
Selain memperhatikan urutan pengisian daya, kebiasaan menggunakan smartphone saat sedang dicas juga perlu dihindari apabila dilakukan dalam intensitas tinggi.
Menurut informasi dari Samsung Support, penggunaan perangkat secara terus-menerus ketika proses pengisian berlangsung dapat meningkatkan suhu smartphone. Kondisi panas yang berlebihan merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat degradasi baterai lithium-ion.
Beberapa kebiasaan yang disarankan untuk menjaga baterai tetap awet antara lain:
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, umur baterai dapat dipertahankan lebih lama sehingga performa perangkat tetap optimal.
Perlu dipahami bahwa baterai smartphone memang akan mengalami penurunan kapasitas seiring waktu. Namun, cara penggunaan sehari-hari sangat menentukan seberapa cepat proses tersebut terjadi.
Memulai pengisian daya dengan mencolokkan charger ke stopkontak terlebih dahulu, kemudian menghubungkannya ke HP, menjadi salah satu langkah sederhana yang direkomendasikan untuk meminimalkan dampak lonjakan tegangan. Ditambah dengan penggunaan charger yang berkualitas serta menghindari panas berlebih, pengguna dapat membantu menjaga performa baterai agar tetap optimal dalam jangka panjang.
Referensi:
Kompas Tekno
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Gadget Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia gadget — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Mengisi daya smartphone terlihat seperti aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari. Namun, urutan saat menghubungkan charger ternyata dapat memengaruhi kesehatan...
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) tidak lagi terbatas untuk membantu pekerjaan atau membuat konten. Di China, teknologi ini mulai dimanfaatkan oleh...