Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai, Persaingan AI Makin Sengit

Apple sempat menjadi perusahaan paling bernilai di dunia setelah melampaui Nvidia. Simak penyebab kenaikan saham dan perubahan kapitalisasi pasarnya.

Apple sempat menjadi perusahaan paling bernilai di dunia setelah melampaui Nvidia

Persaingan antara dua raksasa teknologi dunia, Apple dan Nvidia, kembali menjadi sorotan pasar global. Dalam perdagangan saham terbaru, Apple sempat mengambil alih posisi sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, menggeser Nvidia yang telah memimpin sejak Mei 2025.

Meski hanya berlangsung sementara, pergeseran posisi tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di sektor teknologi, terutama di tengah perkembangan pesat industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Berdasarkan data perdagangan, saham Nvidia sempat turun hingga 4,6 persen dalam 30 menit pertama sesi perdagangan pada Jumat. Penurunan tersebut membuat kapitalisasi pasar perusahaan berada di bawah US$4,8 triliun atau sekitar Rp78 kuadriliun (dengan asumsi kurs Rp16.250 per dolar AS).

Di saat yang sama, saham Apple justru bergerak positif sehingga kapitalisasi pasarnya sempat mencapai sekitar US$4,9 triliun atau sekitar Rp79,6 kuadriliun. Namun menjelang penutupan perdagangan, Nvidia berhasil memangkas pelemahan dan menutup sesi dengan penurunan sekitar 2,2 persen. Kapitalisasi pasarnya kembali berada sedikit di atas Apple dengan selisih sekitar US$6 miliar atau sekitar Rp97,5 triliun.

Apple Intelligence dan Prospek Bisnis Jadi Pendorong

Menurut data pasar yang dikutip dari Bloomberg, saham Apple telah melonjak sekitar 21 persen sejak menyentuh titik terendah pada Juni 2026. Sepanjang tahun berjalan, saham perusahaan pembuat iPhone tersebut telah menguat sekitar 23 persen, menjadikannya salah satu emiten dengan performa terbaik di kelompok Magnificent Seven.

Baca Juga:  Kisah Persaudaraan di Balik Persaingan Panas Nvidia dan AMD dalam Industri AI

Sebagai perbandingan, Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi naik sekitar 13 persen sepanjang tahun, sedangkan S&P 500 menguat sekitar 8,9 persen.

Menurut analis pasar, penguatan saham Apple dipengaruhi oleh perpindahan aliran investasi dari sejumlah saham teknologi lain yang sebelumnya menikmati lonjakan berkat euforia AI. Investor mulai melihat Apple sebagai perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang lebih stabil, terutama setelah memperoleh persetujuan pemerintah China untuk menghadirkan Apple Intelligence di negara tersebut.

Langkah tersebut diperkirakan membuka peluang baru bagi Apple untuk memperluas pemanfaatan teknologi AI di salah satu pasar terbesarnya.

Sementara itu, saham Nvidia mengalami tekanan setelah muncul model AI terbaru dari startup China Moonshot yang disebut memiliki kemampuan bersaing dengan model AI terkemuka milik OpenAI maupun Anthropic. Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa laju investasi besar-besaran pada infrastruktur AI, termasuk permintaan terhadap chip AI, mulai memasuki fase yang lebih stabil.

Menurut laporan Reuters, sentimen pasar terhadap Nvidia juga dipengaruhi oleh meningkatnya persaingan dalam pengembangan model AI, yang membuat investor mulai mengevaluasi kembali prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang selama ini menjadi penerima manfaat utama dari ledakan investasi AI.

Di sisi lain, sentimen positif terhadap Apple semakin menguat setelah HSBC menaikkan rekomendasi saham perusahaan dari hold menjadi buy.

Menurut analis HSBC Nicolas Cote-Colisson, Apple kini berada pada posisi yang menguntungkan untuk memanfaatkan ekosistem perangkat aktifnya yang telah mencapai sekitar 2,5 miliar unit melalui pengembangan Apple Intelligence.

Baca Juga:  Apple Optimistis Penjualan Naik Berkat iPhone 17 dan MacBook Neo

Analis tersebut juga menilai Apple berada pada titik balik operasional yang memungkinkan perusahaan mengurangi kekhawatiran investor terhadap tingginya belanja modal sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis berbasis layanan dan kecerdasan buatan.

Persaingan kapitalisasi pasar antara Apple dan Nvidia diperkirakan masih akan berlangsung dinamis dalam beberapa bulan ke depan. Pergerakan saham keduanya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi AI, laporan keuangan, serta respons investor terhadap strategi bisnis masing-masing perusahaan.

Referensi:
Bloomberg Technoz

📚 ️Baca Juga Seputar IT

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED