Rencana Permukiman Baru Israel di Tepi Barat Tuai Kecaman Keras Palestina
Rencana kelompok pemukim Israel untuk memperluas kawasan permukiman di Tepi Barat kembali memicu ketegangan. Berdasarkan laporan yang beredar, kelompok tersebut...
Read more
Perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022 masih terus menimbulkan dampak besar, baik bagi militer maupun warga sipil. Laporan terbaru menyebut jumlah korban di kedua belah pihak kini telah melampaui 2 juta orang, mencakup korban tewas, luka-luka, hingga mereka yang dinyatakan hilang.
Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Amerika Serikat, jumlah korban terbesar berasal dari pihak militer Rusia. Menurut lembaga tersebut, akumulasi korban Rusia dan Ukraina kini telah melewati angka dua juta.
“Gabungan korban Rusia dan Ukraina telah melebihi 2 juta,” demikian pernyataan CSIS dalam laporan yang dikutip melalui AFP.
Menurut data CSIS, diperkirakan 1,4 juta personel militer Rusia menjadi korban selama perang, baik dalam kategori tewas, terluka maupun hilang. Dari jumlah tersebut, sekitar 400.000 hingga 450.000 tentara Rusia diperkirakan meninggal dunia sejak invasi dimulai pada Februari 2022.
Sementara itu, militer Ukraina diperkirakan mengalami 525.000 hingga 625.000 korban, dengan jumlah kematian diperkirakan berada pada kisaran 125.000 hingga 150.000 personel.
CSIS juga mencatat bahwa jumlah korban jiwa militer Rusia selama perang di Ukraina telah melampaui empat kali lipat total korban jiwa militer Amerika Serikat dalam seluruh konflik sejak berakhirnya Perang Dunia II. Selain itu, rasio korban jiwa antara Rusia dan Ukraina pada paruh pertama tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 8 banding 1.
Selain kerugian besar di sektor militer, konflik berkepanjangan juga memberikan dampak serius terhadap warga sipil Ukraina.
Berdasarkan data dari Kantor Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 2.500 warga sipil tewas dan lebih dari 12.000 lainnya mengalami luka-luka akibat perang.
OHCHR juga menyebut bahwa sejak konflik dimulai pada 2022, PBB telah berhasil memverifikasi hampir 15.000 kematian warga sipil. Namun, lembaga tersebut menegaskan angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi karena keterbatasan akses di sejumlah wilayah konflik.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Februari 2025 pernah menyatakan negaranya kehilangan hampir 46.000 tentara sejak perang dimulai. Namun menurut sejumlah analis, angka tersebut diperkirakan lebih rendah dibandingkan kondisi sebenarnya. Zelensky juga mengungkapkan bahwa puluhan ribu prajurit Ukraina lainnya masih berstatus hilang atau ditahan oleh Rusia.
Di sisi lain, layanan Rusia milik BBC bersama Mediazona yang melakukan pendataan berdasarkan informasi publik, seperti pemberitahuan kematian, telah mengidentifikasi lebih dari 163.000 tentara Rusia yang dipastikan tewas selama perang. Meski demikian, kedua lembaga tersebut mengakui jumlah riil korban kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan data yang berhasil diverifikasi.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022 masih terus menimbulkan dampak besar, baik bagi militer maupun...
Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 kembali menjadi harapan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan...