KIP Kuliah 2026 Cair Berapa? Ini Nominal Bantuan Kuliah dan Biaya Hidup Mahasiswa
Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 kembali menjadi harapan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan...
Read more
Lagu berbahasa Sunda berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat tengah menjadi perbincangan luas di media sosial. Lagu yang dibawakan sekaligus ditulis oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, menuai kritik dari sejumlah kalangan karena dinilai mengandung lirik yang merendahkan perempuan.
Polemik muncul setelah sebagian masyarakat menilai beberapa penggalan lirik menggunakan diksi yang sensitif dan mengandung stereotip terhadap perempuan. Akibat viralnya lagu tersebut, Om Zein akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
Menurut Saepul Bahri Binzein, lagu tersebut bukan dibuat untuk menyindir ataupun menyerang kelompok tertentu. Ia menjelaskan bahwa karya tersebut merupakan puisi sekaligus lagu yang telah ditulis sejak tahun 2020 sebagai bentuk refleksi atas perjalanan hidupnya sendiri.
“Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal,” kata Saepul Bahri Binzein dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).
Om Zein menjelaskan bahwa setiap lirik dalam lagu tersebut lahir dari kejujuran terhadap masa lalunya yang menurutnya penuh dengan ketidaksempurnaan. Ia menyebut lagu itu sebagai media kontemplasi spiritual dan emosional yang menggambarkan proses dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Menurut Om Zein, rasa syukur karena dilahirkan sebagai laki-laki muncul dari kesadaran bahwa dirinya merasa belum mampu menjaga diri dengan baik pada masa muda.
“Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan, terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa menjaga diri,” kata Om Zein.
Meski menegaskan tidak memiliki niat untuk merendahkan perempuan, Om Zein mengakui setiap orang berhak memiliki penafsiran berbeda terhadap sebuah karya seni. Karena itu, sebagai pejabat publik, ia menyampaikan permohonan maaf apabila lagu tersebut menimbulkan kegaduhan maupun rasa tidak nyaman di tengah masyarakat.
“Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” ujar Om Zein.
Menurut Om Zein, masyarakat diharapkan dapat melihat lagu tersebut secara lebih utuh. Baginya, karya tersebut bukanlah bentuk sindiran terhadap perempuan ataupun kelompok tertentu, melainkan pengingat bagi dirinya sendiri agar terus memperbaiki sikap dan perilaku.
Kontroversi lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat bermula dari sejumlah penggalan lirik yang dianggap sensitif, di antaranya menyebut persoalan kehamilan, penggunaan bra, hingga kebiasaan perempuan berdandan. Potongan lirik tersebut kemudian ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial hingga memicu perdebatan.
Meski demikian, berdasarkan penjelasan Om Zein, seluruh isi lagu merupakan refleksi pribadi yang ditulis sejak beberapa tahun lalu dan tidak ditujukan untuk merendahkan ataupun mendiskreditkan perempuan. Ia berharap publik dapat memahami konteks penciptaan lagu tersebut sebagai bentuk introspeksi diri atas perjalanan hidupnya.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022 masih terus menimbulkan dampak besar, baik bagi militer maupun...
Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 kembali menjadi harapan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan...