JAKARTA, — Rangkaian aksi unjuk rasa BEM UI di Tosari, Jakarta Pusat, yang berlangsung pada Selasa (18/8/2026) sore hingga malam hari dipastikan berakhir secara tertib. Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengonfirmasi bahwa seluruh penyampaian aspirasi di muka umum oleh elemen mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN) telah rampung dan situasi di kawasan protokol Jakarta Pusat kembali kondusif.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan apresiasinya kepada para mahasiswa yang mampu menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Meskipun arus lalu lintas di koridor Jalan Jenderal Sudirman hingga M.H. Thamrin sempat mengalami penyempitan dan kemacetan, langkah cepat penyekatan serta rekayasa lalu lintas mampu mencegah terjadinya kelumpuhan total akses transportasi di kawasan perlintasan utama ibu kota tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto
Kronologi Aksi dan Pembatasan Akses ke Bundaran HI
Aksi unjuk rasa yang mengusung narasi seruan kemerdekaan ini dimulai saat massa bergerak menuju lokasi sekitar pukul 13.53 WIB. Diiringi mobil komando dan ratusan mahasiswa yang berjalan kaki, aliansi mahasiswa sedianya merencanakan titik pusat aksi tepat di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, langkah massa aksi tertahan sebelum mencapai Halte Transjakarta Tosari akibat penyekatan ketat dari aparat keamanan gabungan.
Langkah penyekatan tersebut diambil aparat kepolisian berdasarkan pertimbangan ketaatan tata ruang serta efisiensi arus transportasi umum. Menurut penjelasan resmi kepolisian, penetapan Bundaran HI sebagai kawasan steril penyampaian pendapat bertujuan mencegah kelumpuhan total pada urat nadi perekonomian ibu kota, pusat perhotelan internasional, serta perlintasan moda transportasi publik massal seperti MRT dan Transjakarta.
Meskipun tertahan di kawasan Tosari, massa aksi tetap menyampaikan seluruh poin tuntutan mereka secara bergantian dari atas mobil komando. Aksi diwarnai dengan pembacaan orasi ilmiah, pementasan teatrikal singkat, serta diakhiri dengan menyanyikan lagu-lagu nasionalisme seperti Indonesia Pusaka secara khidmat sebelum membubarkan diri secara tertib.
Delapan Tuntutan Utama Elemen Mahasiswa
Dalam unjuk rasa tersebut, aliansi BEM UI bersama FMN membawa delapan poin tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah dan parlemen. Poin-poin tersebut mencakup desakan pembatalan kebijakan publik yang dinilai memberatkan masyarakat, penguatan pemberantasan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), perbaikan tata kelola energi dan harga kebutuhan pokok, hingga desakan agar pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk sejumlah wilayah terdampak bencana alam di Sumatra dan Flores.
Aksi massa yang berlangsung di tengah pengawalan ketat aparat gabungan TNI dan Polri tersebut secara umum berjalan tanpa gesekan fisik. Petugas kepolisian yang bersiaga di lokasi memfokuskan pengamanan pada pencegahan penyusupan pihak luar serta pengalihan arus lalu lintas di sekitar koridor Dukuh Atas hingga Bundaran HI.
Apresiasi Kepolisian dan Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas
Seusai pembubaran massa aksi pada malam hari, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum telah selesai dalam situasi yang terkendali. Pihaknya berterima kasih atas kerja sama para koordinator lapangan dan peserta aksi yang mematuhi batasan waktu serta aturan penyampaian aspirasi.
“Pada malam hari ini kami ingin menyampaikan bahwa pelaksanaan penyampaian aspirasi di depan umum sudah selesai dilaksanakan, berjalan aman dan kondusif,” ungkap Kombes Budi Hermanto kepada pers di Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). “Kami menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang pada hari ini sudah menyampaikan aspirasinya dan semua berjalan kondusif.”
Di sisi lain, pihak kepolisian memohon maaf kepada para pengguna jalan atas gangguan mobilitas yang terjadi selama demonstrasi berlangsung. Penutupan sementara beberapa ruas jalan utama dari arah Dukuh Atas menuju Bundaran HI memicu kepadatan arus kendaraan hingga ke jalur pendukung. Guna mengatasi penumpukan kendaraan tersebut, penerapan rekayasa jalan dilakukan dengan mengalihkan arus lalu lintas ke rute-rute alternatif serta membuka jalur khusus busway untuk mengurai kemacetan.
Referensi & Tautan Web: