Tinggalkan Gaji Tetap, Kreator Ini Sukses Bangun Bisnis Video AI
Jonathan Laramy, pria berusia 32 tahun, mengambil keputusan besar dengan meninggalkan pekerjaannya sebagai customer service untuk menjadi kreator video berbasis...
Read more
TikTok disebut sedang mengembangkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mengirim dan menerima uang melalui pesan langsung atau direct message (DM). Jika nantinya diluncurkan, fitur tersebut akan menjadi langkah baru TikTok dalam memperluas bisnisnya dari platform media sosial menuju layanan keuangan digital.
Informasi mengenai fitur tersebut ditemukan dalam kode aplikasi TikTok versi terbaru untuk iPhone di Amerika Serikat. Kode itu menunjukkan adanya sejumlah fungsi yang berkaitan dengan transaksi pembayaran antar pengguna.
Namun, fitur tersebut belum tersedia untuk publik dan belum dapat digunakan pengguna TikTok. Juru bicara TikTok juga menegaskan bahwa fitur tersebut belum memasuki tahap pengujian di pasar mana pun, sehingga pengembangannya masih berada pada tahap awal.
Berdasarkan informasi yang ditemukan dalam kode aplikasi, penerima pembayaran nantinya dapat menekan opsi untuk menerima uang yang dikirimkan kepadanya sebelum batas waktu transaksi berakhir.
Pengirim juga berpotensi mendapatkan informasi mengenai status transaksi melalui notifikasi push atau kotak masuk TikTok. Selain mengirim uang, kode tersebut menunjukkan adanya kemungkinan pengguna dapat menambahkan pesan ketika melakukan pembayaran.
Konsep tersebut memiliki kemiripan dengan layanan pembayaran peer-to-peer seperti Venmo. Pada layanan semacam itu, pengguna tidak hanya mengirim uang, tetapi juga dapat menyertakan keterangan atau pesan dalam transaksi.
Meski demikian, belum ada kepastian bahwa TikTok akan benar-benar meluncurkan fitur tersebut. Temuan dalam kode aplikasi hanya menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengerjakan teknologi yang berkaitan dengan pembayaran antar pengguna.
TikTok saat ini telah memiliki TikTok Pay di sejumlah negara Asia Tenggara, yakni Vietnam, Malaysia dan Thailand. Layanan tersebut digunakan antara lain untuk mendukung transaksi pembelian melalui TikTok Shop.
Ekspansi pembayaran menjadi bagian dari langkah TikTok untuk membangun ekosistem yang lebih luas di dalam aplikasinya. Platform tersebut sebelumnya juga telah memperluas fungsi dari sekadar berbagi video menjadi pusat perdagangan digital melalui TikTok Shop.
Langkah menuju layanan keuangan juga sejalan dengan tren TikTok untuk menjadi platform dengan lebih banyak layanan dalam satu aplikasi. TechCrunch sebelumnya melaporkan bahwa TikTok telah mengembangkan TikTok Shop, pencarian lokal, permainan dan layanan pemesanan hotel, serta mengejar lisensi fintech di sejumlah pasar.
Jika fitur transfer uang melalui DM benar-benar dirilis, pengguna dapat melakukan lebih banyak aktivitas keuangan tanpa harus meninggalkan aplikasi TikTok.
Saat ini, sebagian pengguna yang ingin menerima pembayaran dari orang lain melalui TikTok masih mencantumkan akun Venmo, Cash App atau metode pembayaran lain di profil mereka. Dengan fitur pembayaran langsung, transaksi semacam itu berpotensi dilakukan sepenuhnya di dalam ekosistem TikTok.
Langkah tersebut dapat memberikan keuntungan bagi TikTok karena semakin banyak aktivitas pengguna berlangsung di dalam platform. Selain mempertahankan pengguna lebih lama, transaksi pembayaran juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperoleh nilai ekonomi dari aktivitas yang sebelumnya berlangsung di luar aplikasi.
Menurut data Sensor Tower yang dikutip dalam laporan tersebut, konsumen global telah menghabiskan lebih dari US$2,9 miliar atau sekitar Rp48 triliun di TikTok sepanjang tahun ini. TikTok juga disebut menjadi aplikasi dengan pendapatan pembelian dalam aplikasi terbesar secara global sejak 2022.
Selain transaksi melalui TikTok Shop, pengguna dapat membeli koin digital yang digunakan untuk memberikan hadiah virtual kepada kreator dan host dalam siaran langsung. Koin tersebut kemudian dapat diuangkan oleh penerima sesuai mekanisme yang berlaku.
ByteDance, perusahaan induk TikTok, juga telah lama mengembangkan bisnis teknologi finansial. Ekspansi tersebut mencakup pengembangan dan investasi pada berbagai alat pembayaran untuk mendukung aktivitas belanja dan meningkatkan keterlibatan pengguna.
TikTok dan ByteDance bahkan disebut tengah merekrut tenaga kerja di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain untuk menangani produk layanan keuangan.
Di sisi lain, ekspansi ke sektor fintech juga membawa tantangan regulasi. Beberapa fitur pembayaran TikTok telah menjadi bagian dari gugatan yang diajukan jaksa agung negara bagian di AS. Gugatan tersebut menyoroti dugaan risiko eksploitasi seksual dan finansial terhadap anak serta persoalan terkait aturan pengiriman uang dan pencucian uang.
TikTok juga menghadapi perkembangan regulasi lain di AS. Pada awal tahun ini, TikTok dan ByteDance menyepakati pengalihan sebagian operasi mereka di Amerika Serikat kepada investor Amerika. Langkah tersebut ditujukan untuk meredakan persoalan terkait keberadaan aplikasi tersebut di pasar AS.
Pada bulan ini, pemerintahan Donald Trump juga mencabut pembatasan penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah federal setelah menyimpulkan bahwa aplikasi tersebut tidak lagi dianggap sebagai risiko keamanan.
Jika fitur kirim uang melalui DM nantinya diluncurkan, TikTok akan semakin mendekati konsep super app, yakni aplikasi yang menggabungkan media sosial, perdagangan dan layanan keuangan dalam satu ekosistem.
TikTok bukan satu-satunya platform media sosial yang bergerak ke arah tersebut. X milik Elon Musk juga mengembangkan layanan pembayaran melalui proyek X Money sebagai bagian dari rencana membangun platform dengan berbagai fungsi dalam satu aplikasi.
Namun, untuk TikTok, fitur kirim uang masih sebatas pengembangan. Belum ada kepastian mengenai waktu peluncuran, negara pertama yang akan mendapatkan fitur tersebut, maupun apakah layanan pembayaran antar pengguna itu akhirnya akan tersedia secara luas.
Referensi:
Bloomberg Technoz
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Jonathan Laramy, pria berusia 32 tahun, mengambil keputusan besar dengan meninggalkan pekerjaannya sebagai customer service untuk menjadi kreator video berbasis...
Penggunaan kecerdasan buatan atau AI di lingkungan perguruan tinggi terus meningkat. Kehadiran ChatGPT dan berbagai asisten AI memang memberikan kemudahan...