Harga Minyak Dunia Terus Naik, Ketegangan Selat Hormuz Bikin Pasar Waspada

Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Kenaikan ini memperpanjang tren positif selama empat hari berturut-turut, ketika pasar masih menghadapi ketidakpastian mengenai pasokan energi melalui Selat Hormuz.

Mengutip data perdagangan yang dilaporkan Reuters, harga minyak mentah Brent naik 26 sen atau 0,29 persen menjadi US$91,28 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 37 sen menjadi US$85,31 per barel.

Kedua harga acuan tersebut sebelumnya ditutup pada perdagangan Selasa (18/8) di level tertinggi sejak 24 Juli. Penguatan beruntun ini menunjukkan perhatian investor terhadap risiko pasokan minyak yang masih tinggi.

Ketegangan AS-Iran Tekan Pasar Minyak

Salah satu faktor utama yang mendorong harga minyak adalah ketidakjelasan mengenai kondisi Selat Hormuz. Jalur perairan tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling strategis di dunia.

Sebelum konflik terbaru, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia biasanya melewati Selat Hormuz. Karena itu, gangguan lalu lintas kapal di kawasan tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap ekspektasi pasokan energi global.

Situasi semakin rumit karena terdapat pernyataan yang berbeda antara Amerika Serikat dan Iran mengenai kondisi jalur tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (18/8) mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran. Trump juga menyatakan bahwa Selat Hormuz terbuka untuk pelayaran.

Baca Juga:  Harga BBM Melonjak Akibat Perang Timur Tengah, Pakistan Terapkan WFH dan Libur Sekolah

Pernyataan tersebut berbeda dengan posisi Iran. Teheran menyatakan Selat Hormuz masih ditutup sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah persyaratan dalam kesepakatan sementara yang sebelumnya dibuat kedua negara.

Menurut laporan Reuters, perbedaan klaim tersebut membuat pelaku pasar kesulitan memperkirakan kapan lalu lintas kapal dapat kembali normal. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang menjaga harga minyak tetap tinggi.

Ketidakpastian juga muncul setelah kesepakatan gencatan senjata sementara berakhir pada Senin (17/8). Harapan terhadap tercapainya kesepakatan perdamaian antara Washington dan Teheran ikut meredup.

Seorang pejabat senior Iran sebelumnya menyatakan bahwa Teheran mengambil sikap yang lebih ofensif setelah pembicaraan dengan Washington mengalami kebuntuan. Meski demikian, hingga Selasa belum ada laporan mengenai serangan baru dari kedua pihak.

Pasar kini mencermati perkembangan diplomasi AS-Iran sekaligus pergerakan kapal di Selat Hormuz. Investor berusaha menilai apakah gangguan tersebut hanya bersifat sementara atau dapat berlangsung lebih lama.

Data terbaru juga menunjukkan bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz melambat karena banyak operator kapal memilih menghindari jalur tersebut akibat ketidakpastian keamanan.

Bagi pasar energi, kondisi tersebut penting karena semakin lama jalur perdagangan terganggu, semakin besar risiko munculnya tekanan terhadap pasokan minyak. Kekhawatiran inilah yang membuat harga Brent bertahan di atas US$90 per barel.

Reuters juga melaporkan bahwa sejumlah negara dan perusahaan pelayaran mulai mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz. Irak, misalnya, menyiapkan mekanisme ekspor minyak melalui jalur lain, sementara perusahaan pelayaran asal China mulai mengubah rute pengiriman untuk menghindari sejumlah jalur yang dianggap berisiko.

Baca Juga:  Rusia Nilai Greenland Bukan Wilayah Alami Denmark di Tengah Ambisi Trump

Di Amerika Serikat, perkembangan stok minyak juga menjadi perhatian pasar. Persediaan minyak mentah dan distilat dilaporkan mengalami penurunan, sementara stok bensin justru meningkat. Data resmi Energy Information Administration kemudian diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi persediaan energi AS.

Dengan kondisi geopolitik yang belum stabil, pergerakan harga minyak masih sangat bergantung pada perkembangan Selat Hormuz dan hubungan AS-Iran. Setiap tanda bahwa jalur pelayaran kembali normal berpotensi meredakan kekhawatiran pasokan, sedangkan eskalasi baru dapat kembali mendorong harga minyak lebih tinggi.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED