Gempa Dahsyat Guncang Kolombia, Presiden Tetapkan Status Darurat Nasional
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat nasional setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat negara...
Read more
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia kembali berdampak ke Malaysia. Asap yang terbawa angin lintas batas membuat sejumlah wilayah di Negeri Jiran mengalami penurunan kualitas udara.
Bagian selatan Sarawak menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Berdasarkan laporan yang dikutip dalam pemberitaan, distrik Serian mencatat Indeks Polusi Udara atau API mencapai 182 pada Senin (10/8/2026).
Angka tersebut masuk kategori tidak sehat menurut klasifikasi kualitas udara Malaysia. Pemerintah Sarawak pun mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.
Wakil Menteri Perhubungan Sarawak Henry Harry Jinep mengatakan persoalan kabut asap lintas batas bukan kejadian baru. Menurut dia, kondisi tersebut hampir terjadi setiap tahun dan sebagian sumber asap berasal dari wilayah di luar kendali pemerintah Sarawak.
“Ini bukan masalah yang terjadi sekali waktu saja. Ini terjadi hampir setiap tahun, dan sebagian besar berasal dari seberang perbatasan karena aktivitas di luar kendali kami,” kata Henry Harry Jinep pada Minggu (9/8/2026).
Selain Sarawak, wilayah Johan Setia di Selangor juga mengalami kondisi udara yang buruk. API di kawasan tersebut mencapai 152 pada Senin siang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Malaysia diperkirakan masih menghadapi cuaca panas dan curah hujan rendah hingga setidaknya Jumat (14/8/2026). Situasi ini dapat membuat kebakaran lebih mudah bertahan dan meningkatkan potensi penyebaran asap.
Badan Meteorologi Malaysia memperingatkan bahwa angin dari arah selatan serta banyaknya titik panas di negara tetangga dapat mendorong terjadinya kabut asap lintas batas, khususnya di bagian selatan Sarawak.
Kabut asap lintas batas sendiri bukan persoalan baru bagi Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Ketiga negara telah menghadapi persoalan tersebut selama puluhan tahun, dengan krisis besar pernah terjadi pada 1997-1998 dan 2015.
Indonesia sendiri masih menghadapi sejumlah titik karhutla. Salah satu kebakaran besar terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. ANTARA melaporkan luas area terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo mencapai sekitar 550 hektare dan masih dalam proses pendataan.
BNPB juga terus memperkuat koordinasi penanganan karhutla di sejumlah daerah. Di Kalimantan Tengah, misalnya, pemerintah memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan kebakaran berlangsung secara terpadu.
Persoalan karhutla kemudian kembali memunculkan perbedaan pandangan antara Indonesia dan negara tetangga. Malaysia dan Singapura sebelumnya beberapa kali menyoroti penanganan karhutla di Indonesia yang dinilai berdampak pada kualitas udara mereka.
Sementara itu, Indonesia menegaskan bahwa petani tidak bisa begitu saja dianggap sebagai penyebab utama karhutla. Pemerintah menyatakan telah mengambil langkah terhadap perusahaan yang dinilai membiarkan kebakaran terjadi di wilayah konsesi mereka.
Persoalan kabut asap lintas batas juga telah lama dibahas melalui kerja sama regional ASEAN. Namun, penanganannya menghadapi tantangan karena kebakaran terjadi di wilayah yurisdiksi masing-masing negara dan penegakan hukum berada dalam kewenangan negara tempat kebakaran berlangsung.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pada pertengahan abad ke-17 di Italia, sebuah cairan bening tak berbau dan tak berasa menjadi momok paling menakutkan bagi para...
Pernahkah Anda membayangkan tinggal di tempat di mana udara dingin bisa membekukan air mata Anda hanya dalam hitungan detik? Selamat...