Dampak Bentakan Orang Tua pada Anak yang Jarang Disadari, Bisa Ganggu Mental hingga Dewasa
Mendidik anak bukanlah tugas yang mudah. Dalam situasi tertentu, rasa lelah, stres, atau emosi yang memuncak membuat sebagian orang tua...
Read more
Istilah curling parenting semakin sering dibahas dalam dunia pengasuhan anak. Pola asuh ini menggambarkan orang tua yang selalu berusaha menghilangkan setiap hambatan agar anak tidak mengalami kegagalan, kesulitan, atau rasa kecewa. Meski dilandasi niat baik, para ahli menilai pendekatan tersebut perlu diterapkan secara seimbang agar tidak menghambat perkembangan anak.
Menurut Laura Anderson, psikolog klinis yang dikutip dari Common Chord, curling parenting adalah pola asuh ketika orang tua berusaha membersihkan berbagai rintangan dari jalan hidup anak. Istilah ini diambil dari olahraga curling, di mana pemain menyapu permukaan es di depan batu yang meluncur agar jalurnya tetap mulus tanpa hambatan.
Dalam praktiknya, orang tua dengan pola asuh ini tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga sering mengambil alih keputusan atau menyelesaikan masalah yang sebenarnya dapat dipelajari sendiri oleh anak. Akibatnya, anak menjadi jarang menghadapi tantangan secara langsung.
Berdasarkan penjelasan dari Laura Anderson, terdapat beberapa ciri yang umum ditemukan pada pola asuh curling parenting.
Orang tua biasanya terlalu cepat membantu anak ketika menghadapi kesulitan, bahkan sebelum anak mencoba mencari solusi sendiri. Selain itu, mereka cenderung menghindarkan anak dari kegagalan, sehingga anak jarang merasakan konsekuensi dari kesalahan yang dibuat.
Ciri lainnya adalah mengatur berbagai aspek kehidupan anak, mulai dari memilih aktivitas, menentukan hobi, hingga mengambil keputusan penting yang sebenarnya dapat dipelajari secara bertahap sesuai usia anak. Orang tua juga sering merasa khawatir ketika anak ingin mencoba hal baru yang memiliki risiko gagal atau membuatnya tidak nyaman.
Meski sering mendapat kritik, curling parenting juga memiliki sejumlah manfaat. Anak dapat merasa lebih aman karena mengetahui bahwa orang tua selalu siap memberikan dukungan. Keterlibatan orang tua yang tinggi juga dapat membantu anak menghindari keputusan yang benar-benar berbahaya serta memastikan kebutuhan pendidikan dan aktivitasnya tetap mendapat perhatian.
Namun, di balik manfaat tersebut terdapat sejumlah dampak yang perlu diwaspadai. Berdasarkan penjelasan dari Common Chord, anak yang terlalu sering dibantu berisiko menjadi kurang mandiri karena terbiasa mengandalkan orang tua dalam mengambil keputusan.
Selain itu, kepercayaan diri anak juga dapat menurun karena mereka tidak memiliki cukup kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menyelesaikan masalah sendiri. Ketika menghadapi tantangan yang sesungguhnya di masa depan, anak dapat merasa kewalahan karena belum terbiasa menghadapi kegagalan maupun mengambil keputusan secara mandiri.
Anak juga berpotensi menjadi terlalu bergantung pada orang tua, bahkan untuk persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan sendiri. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan beradaptasi ketika memasuki lingkungan sekolah, dunia kerja, maupun kehidupan sosial saat dewasa.
Karena itu, para ahli menyarankan agar orang tua tetap memberikan arahan dan perlindungan, tetapi juga menyediakan ruang bagi anak untuk belajar mengambil keputusan, mencoba pengalaman baru, menghadapi konsekuensi sesuai usianya, serta mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah secara mandiri. Dengan keseimbangan tersebut, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Parenting Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia parenting — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kenaikan harga produk Apple di pasar Asia memicu gelombang tekanan pada sektor teknologi. Tidak hanya berdampak pada konsumen, keputusan tersebut...
Cara masyarakat mengakses informasi terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya televisi dan situs berita menjadi sumber utama, kini media sosial justru...