Tidak perlu memaksakan diri berjalan 10 ribu langkah setiap hari. Cukup 3 ribu langkah saja sudah memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, jalan kaki menjadi olahraga yang semakin populer karena mudah dilakukan, tidak membutuhkan alat khusus, dan efektivitasnya terbukti lewat berbagai penelitian.
Jalan kaki mampu meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori. Aktivitas sederhana ini juga efektif membantu menurunkan kadar lemak tubuh serta menjaga berat badan tetap stabil. Selain itu, jalan kaki berperan dalam memperlancar sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kadar kolesterol. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap risiko penyakit jantung.
1. Menurunkan Risiko Kematian Dini
Penelitian yang dimuat dalam European Journal of Preventive Cardiology menemukan bahwa risiko kematian menurun seiring bertambahnya jumlah langkah harian. Bahkan penambahan 500 hingga 1.000 langkah per hari sudah cukup memberi dampak positif.
Medical News Today mengutip hasil studi yang menyebutkan bahwa berjalan kaki sekitar 3.967 langkah per hari dapat menurunkan risiko kematian dari berbagai penyebab. Sedangkan berjalan 2.337 langkah per hari terbukti mengurangi risiko kematian yang berkaitan dengan penyakit jantung.
Salah satu penulis studi, Maciej Banach dari Medical University of Lodz di Polandia, menjelaskan bahwa berjalan kaki antara 3 ribu hingga 4 ribu langkah per hari dapat memberikan penurunan signifikan pada risiko kematian dini. Lebih jauh, setiap tambahan 1.000 langkah per hari dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 15 persen. Jika hanya menambah 500 langkah, penurunannya berkisar 7 persen.
Sebagai gambaran, 1.000 langkah umumnya setara dengan 10 sampai 15 menit berjalan kaki. Sementara 500 langkah biasanya sekitar 5 hingga 7 menit.
2. Menunda Penurunan Fungsi Kognitif
Penelitian dari Harvard Medical School yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa berjalan kaki 3.000 langkah per hari dapat membantu memperlambat penuaan otak.
Laman Inc menjelaskan bahwa aktivitas bergerak lebih sering dikaitkan dengan berkurangnya penumpukan protein bermasalah di otak dan melambatnya penurunan fungsi kognitif. Hanya dengan berjalan 3 ribu hingga 5 ribu langkah per hari, penurunan kognitif dapat tertunda hingga tiga tahun. Jika jumlah langkah dinaikkan menjadi 5 ribu hingga 7.500 langkah, penurunan tersebut dapat melambat sampai tujuh tahun.
Peneliti Wai-Ying Wendy Yau menyebutkan bahwa sedikit aktivitas fisik saja sudah dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan otak.
Jalan kaki sebanyak 3 ribu langkah per hari sudah cukup untuk memberi manfaat kesehatan yang kuat. Mulai dari menurunkan risiko kematian dini, menjaga kesehatan jantung, hingga membantu otak menua dengan lebih sehat. Jika belum terbiasa, Anda bisa memulainya secara perlahan lalu menambah jumlah langkah setiap hari hingga mencapai target yang diinginkan.
Referensi:
CNNIndonesia
Kompas