Google Earth Hadirkan Simulator Pesawat di Browser, Kini Bisa Dicoba di Indonesia
Google kembali menghadirkan inovasi baru pada layanan pemetaan digitalnya. Kali ini, perusahaan resmi meluncurkan fitur Flight Simulator di Google Earth...
Read more
Instagram dikabarkan akan menghentikan fitur enkripsi end-to-end pada pesan langsung atau direct messages mulai 8 Mei 2026. Kebijakan ini memicu kekhawatiran terkait privasi pengguna, mengingat fitur tersebut selama ini berfungsi melindungi isi percakapan agar tidak dapat diakses pihak lain, termasuk platform itu sendiri.
Berdasarkan pembaruan yang disampaikan Meta melalui halaman bantuan Instagram, fitur enkripsi tidak lagi tersedia untuk komunikasi antar pengguna. Informasi ini juga diperkuat oleh pembaruan pada unggahan resmi yang sebelumnya dirilis pada 2022.
Menurut Mark Zuckerberg, CEO Meta, rencana menghadirkan enkripsi end-to-end di seluruh platform perusahaan sebenarnya sudah diumumkan sejak 2019. Namun, implementasinya baru mulai dilakukan pada 2023 dan kini justru dihentikan untuk layanan Instagram.
Dengan perubahan ini, Meta berpotensi dapat mengakses isi pesan pengguna, yang sebelumnya hanya bisa dilakukan jika pengguna tidak mengaktifkan fitur enkripsi. Bahkan, laporan menunjukkan bahwa fitur ini sudah lebih dulu dinonaktifkan bagi sebagian pengguna di Australia.
Seorang juru bicara Meta menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena rendahnya penggunaan fitur tersebut. “Sangat sedikit pengguna yang memilih untuk menggunakan pesan terenkripsi end-to-end di DM, jadi kami akan menghapus opsi ini dari Instagram dalam beberapa bulan ke depan,” kata juru bicara Meta.
Ia juga menyarankan pengguna yang tetap ingin menggunakan pesan terenkripsi untuk beralih ke layanan lain dalam ekosistem Meta. “Siapa pun yang ingin tetap berkirim pesan dengan enkripsi end-to-end dapat melakukannya dengan mudah di WhatsApp,” tambahnya.
Meski begitu, kebijakan ini tidak lepas dari kritik. Sejumlah organisasi perlindungan anak dan lembaga penegak hukum internasional, seperti FBI, Interpol, serta kepolisian federal Australia, sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran terkait enkripsi. Mereka menilai fitur tersebut dapat menyulitkan deteksi kejahatan, terutama yang melibatkan anak-anak di dunia maya.
Namun di sisi lain, ada juga pandangan yang menekankan pentingnya enkripsi untuk menjaga privasi pengguna. Menurut perwakilan dari kantor komisaris eSafety Australia, enkripsi kuat memang penting, tetapi tetap harus diimbangi dengan sistem keamanan yang mampu mendeteksi potensi ancaman.
“Jika enkripsi end-to-end diterapkan tanpa langkah-langkah keamanan yang memadai, hal itu dapat meningkatkan risiko keamanan dan menghalangi identifikasi potensi bahaya seperti eksploitasi seksual anak, terorisme, dan ekstremisme kekerasan,” kata perwakilan tersebut.
Pandangan berbeda disampaikan oleh Tom Sulston, kepala kebijakan di Digital Rights Watch. Ia menilai keputusan Meta kemungkinan bukan semata soal keamanan, melainkan strategi bisnis dan arah pengembangan platform.
Menurut Sulston, Meta mungkin ingin memisahkan fungsi media sosial dan layanan pesan. Selain itu, ada potensi pemanfaatan data percakapan untuk kepentingan komersial, seperti penargetan iklan atau pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
“Mungkin mereka belum melakukannya sekarang, tapi tekanan komersial untuk melakukannya sangat besar,” ujar Sulston.
Perubahan kebijakan ini menandai pergeseran besar dalam pendekatan Instagram terhadap privasi dan keamanan pengguna, sekaligus membuka perdebatan baru tentang keseimbangan antara perlindungan data dan kepentingan bisnis.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
MotoGP 2026 kini memasuki seri kesembilan musim ini. Setelah menyajikan persaingan ketat dalam delapan putaran sebelumnya, para pebalap kembali beradu...
Kehadiran grup asal Korea Selatan CORTIS menjadi salah satu daya tarik terbesar dalam gelaran Allo Bank Festival 2026. Untuk pertama...