Spyware Morpheus Intai Android, Bisa Ambil Alih WhatsApp Tanpa Disadari
Ancaman keamanan digital kembali muncul dan menyasar pengguna Android. Kali ini, spyware bernama Morpheus dilaporkan mampu bekerja secara diam-diam untuk...
Read more
Masuknya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ke dalam struktur pemegang saham aplikator ojek online mulai memunculkan spekulasi besar di industri transportasi digital Indonesia. Sejumlah analis menilai langkah ini bisa menjadi isyarat kuat terjadinya merger antara Gojek dan Grab dalam waktu mendatang.
Berdasarkan analisis Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), kehadiran Danantara tidak sekadar investasi biasa. Lembaga tersebut menilai ada tujuan strategis yang lebih besar, yaitu mendapatkan kontrol kebijakan di level direksi atau komisaris perusahaan.
Menurut laporan ISEAI, salah satu instrumen yang menjadi sorotan adalah kemungkinan penerapan Golden Share. Skema ini memungkinkan pemerintah memiliki hak veto terhadap keputusan penting perusahaan, seperti penentuan tarif, komisi platform, hingga kebijakan kesejahteraan pengemudi.
“Masuknya Danantara ke dalam struktur pemegang saham GOTO dan potensi keterlibatannya dalam Grab memicu spekulasi merger antara kedua raksasa tersebut. Jika Danantara bertindak sebagai jembatan untuk merger Grab-Gojek, maka akan tercipta entitas gabungan yang menguasai 91 persen pasar Indonesia,” demikian dikutip dari riset ISEAI.
Jika merger benar terjadi, dampaknya diperkirakan akan sangat besar. Di satu sisi, pemerintah disebut ingin menurunkan beban potongan bagi pengemudi. Di sisi lain, potensi dominasi pasar justru bisa memunculkan risiko baru.
ISEAI menilai terdapat kontradiksi kebijakan. Pemerintah ingin menekan komisi aplikator menjadi sekitar 8 persen demi meningkatkan pendapatan pengemudi. Namun, jika hanya ada satu pemain besar, maka persaingan harga bisa berkurang, yang berpotensi merugikan konsumen dalam jangka panjang.
Di sisi pemerintah, langkah konsolidasi ini dianggap sebagai solusi untuk menghentikan praktik pembakaran uang yang selama ini terjadi di industri ride hailing. Dengan satu platform besar, ekosistem diharapkan menjadi lebih stabil dan efisien.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi bahwa pemerintah melalui Danantara telah mengambil bagian saham dalam bisnis transportasi digital. Meski demikian, ia tidak merinci aplikator mana yang dimaksud.
“Karena pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham,” kata Dasco dalam rapat di Kompleks Parlemen.
Lebih lanjut, Dasco menyebut kebijakan terhadap mitra pengemudi akan disesuaikan secara bertahap. Ia juga memastikan bahwa pengemudi ojol berpotensi mendapatkan hasil hingga 92 persen, dengan potongan platform diturunkan dari sebelumnya sekitar 20 persen menjadi 8 persen.
Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat posisi pengemudi sekaligus mengatur industri yang selama ini berkembang pesat namun belum sepenuhnya stabil.
Referensi:
BloombergTechnoz
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ancaman keamanan digital kembali muncul dan menyasar pengguna Android. Kali ini, spyware bernama Morpheus dilaporkan mampu bekerja secara diam-diam untuk...
Salah satu mesin pencari legendaris internet, Ask.com, resmi menghentikan layanannya pada 1 Mei 2026 setelah beroperasi selama kurang lebih tiga...