Catat Jadwal Fenomena Astronomi Mei Ada Meteor dan Purnama Unik

Fenomena langit Mei hadirkan hujan meteor Eta Aquarids hingga Blue Moon. Simak jadwal dan cara terbaik menyaksikannya. (Foto: Frank Cone/Pexels)

Fenomena langit Mei hadirkan hujan meteor Eta Aquarids hingga Blue Moon

Bulan Mei menghadirkan berbagai fenomena langit menarik yang bisa disaksikan dari Bumi. Mulai dari hujan meteor hingga kemunculan purnama langka, semuanya menjadi daya tarik bagi pecinta astronomi maupun masyarakat umum.

Berdasarkan data dari lembaga astronomi seperti NASA dan Seasky, beberapa fenomena ini dapat dilihat dengan mata telanjang, sementara lainnya membutuhkan kondisi langit yang gelap dan minim polusi cahaya agar terlihat lebih jelas.

Salah satu fenomena yang sudah terjadi adalah bulan purnama pada awal Mei. Pada fase ini, Bulan berada di posisi berlawanan dengan Matahari sehingga seluruh permukaannya tampak terang. Dalam tradisi masyarakat Amerika kuno, purnama ini dikenal sebagai Flower Moon karena bertepatan dengan musim bunga bermekaran.

Jadwal dan Cara Menikmati Fenomena Langit Mei

Fenomena utama yang dinantikan pada bulan ini adalah hujan meteor Eta Aquarids. Puncaknya diperkirakan terjadi pada malam hingga dini hari di awal Mei. Dalam kondisi langit ideal, hujan meteor ini mampu menghasilkan hingga puluhan meteor per jam.

Menurut para peneliti, fenomena ini berasal dari sisa partikel debu yang ditinggalkan oleh komet Halley. Meteor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan sering meninggalkan jejak cahaya yang tampak beberapa saat di langit.

Selain itu, fase bulan baru juga akan terjadi pada pertengahan Mei. Pada fase ini, Bulan tidak terlihat di langit malam karena berada di sisi yang sama dengan Matahari. Kondisi ini justru menjadi waktu terbaik untuk mengamati objek langit lain seperti galaksi dan gugus bintang.

Fenomena lain yang cukup menarik adalah konjungsi Bulan dan Venus. Pada momen ini, Bulan sabit akan tampak berdekatan dengan Venus setelah Matahari terbenam. Venus sendiri dikenal sebagai salah satu objek paling terang di langit dan sering disebut sebagai bintang senja.

Menjelang akhir bulan, langit akan kembali dihiasi oleh fenomena langka yaitu Blue Moon. Ini adalah purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender. Meski disebut Blue Moon, Bulan tidak benar benar berwarna biru, melainkan tetap tampak seperti biasa.

Fenomena ini jarang terjadi dan menjadi asal ungkapan once in a blue moon. Karena itu, momen ini sering dinantikan oleh para pengamat langit.

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, pengamatan sebaiknya dilakukan di lokasi yang jauh dari polusi cahaya seperti di daerah terbuka atau pegunungan. Langit yang cerah tanpa awan juga menjadi faktor penting agar fenomena dapat terlihat dengan jelas.

Dengan berbagai fenomena yang hadir, bulan Mei menjadi waktu yang tepat untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus belajar lebih banyak tentang astronomi dan pergerakan benda langit.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Sains

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Sains Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia sains — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED