Komet MAPS Hancur di Dekat Matahari, Ini Fakta Menarik di Baliknya
Fenomena komet C/2026 A1 atau MAPS menjadi salah satu peristiwa astronomi yang paling dinantikan pada April 2026. Namun, harapan untuk...
Read more
Rencana pemerintah Indonesia untuk mengirim warga negara Indonesia mengikuti program kosmonaut Rusia mulai mencuri perhatian. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi tinggi, khususnya sektor antariksa.
Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, wacana tersebut muncul setelah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa kerja sama yang dibahas tidak hanya mencakup bidang politik, tetapi juga ilmu pengetahuan, teknologi, hingga eksplorasi luar angkasa.
“Bapak Presiden juga menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonaut Rusia,” kata Sugiono.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengiriman peserta ke program tersebut menjadi indikator penting bagi kemajuan suatu negara dalam teknologi. Kemampuan mengirim manusia atau perangkat ke orbit menjadi tolok ukur keunggulan teknologi modern.
Secara sederhana, kosmonaut adalah istilah yang digunakan Rusia untuk menyebut antariksawan. Istilah ini setara dengan astronaut di Amerika Serikat dan taikonaut di China.
Program kosmonaut sendiri dijalankan oleh badan antariksa Rusia, Roscosmos. Pelatihannya dikenal sangat ketat dan berlangsung di pusat pelatihan khusus di Star City, dekat Moskow.
Berdasarkan data dari lembaga riset EBSCO, program ini memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak era pasca Perang Dunia II. Uni Soviet, yang kini menjadi Rusia, memanfaatkan teknologi roket untuk mengembangkan eksplorasi luar angkasa.
Puncaknya terjadi saat peluncuran Sputnik pada 1957, satelit buatan pertama di dunia, serta penerbangan manusia pertama ke luar angkasa oleh Yuri Gagarin pada 1961. Momen tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah eksplorasi antariksa global.
Keberhasilan itu juga memicu persaingan dengan Amerika Serikat yang kemudian mengirim manusia ke Bulan melalui misi Apollo.
Meski Rusia tidak pernah mengirim manusia ke luar orbit Bumi rendah seperti misi ke Bulan, negara ini tetap memiliki kontribusi besar dalam eksplorasi luar angkasa berawak.
Program seperti Soyuz menjadi salah satu tulang punggung transportasi astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS. Rusia juga aktif dalam berbagai kerja sama internasional di bidang antariksa.
Namun, setelah runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an, program ini sempat menghadapi tantangan besar. Penurunan pendanaan dan keterbatasan teknologi menjadi hambatan serius.
Meski begitu, Rusia tetap mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan utama di sektor antariksa dunia.
Menurut Sugiono, rencana mengirim WNI ke program kosmonaut bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan nasional di bidang teknologi.
Program ini diharapkan dapat membuka peluang bagi talenta Indonesia untuk terlibat langsung dalam ekosistem teknologi tinggi, termasuk eksplorasi ruang angkasa.
Dengan mengikuti pelatihan intensif tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, tetapi juga wawasan global tentang sistem antariksa modern.
Langkah ini sekaligus menunjukkan ambisi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangannya.
Referensi:
CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Sains Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia sains — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Insiden cekcok terjadi antara pengendara motor dan ojek online (ojol) di Jalan Jaksa, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Perselisihan dipicu oleh...
Peran ayah dalam kehidupan anak, khususnya anak perempuan, kerap kali kurang mendapat perhatian. Padahal, keterlibatan ayah terbukti memiliki dampak besar...