Barcelona Resmi Datangkan Anthony Gordon, Siapkan Masa Depan Lini Serang
Barcelona kembali menunjukkan ambisinya mempertahankan dominasi di sepak bola Spanyol dan Eropa dengan mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle United. Klub...
Read more
Konfederasi Sepak Bola Asia berencana meluncurkan kompetisi baru bertajuk AFC Nations League. Ajang ini akan menjadi turnamen antarnegara di kawasan Asia dan bakal diikuti oleh 47 asosiasi anggota AFC, termasuk Timnas Indonesia. Kehadiran kompetisi ini diharapkan membawa perubahan signifikan dalam penyelenggaraan pertandingan internasional di Asia.
Menurut Datuk Seri Windsor, Sekretaris Jenderal AFC, AFC Nations League merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung perkembangan sepak bola di seluruh Asia. “AFC Nations League merupakan langkah penting dalam komitmen berkelanjutan kami untuk mendukung pengembangan 47 Asosiasi Anggota AFC,” kata Datuk Seri Windsor, Sekretaris Jenderal AFC.
Berdasarkan penjelasan AFC, konsep kompetisi ini mengadopsi format yang telah lebih dulu diterapkan di Eropa melalui UEFA Nations League. Di Eropa, ajang tersebut telah berjalan sejak musim 2018 atau 2019 dan digelar secara rutin hingga empat edisi. Setiap negara dibagi ke dalam beberapa divisi dengan sistem promosi dan degradasi, serta memperebutkan trofi juara.
Salah satu tujuan utama AFC Nations League adalah menciptakan pertandingan internasional yang lebih bermakna pada jendela FIFA Matchday. Dengan format kompetisi resmi, negara-negara Asia tidak lagi bergantung pada laga persahabatan yang kerap sulit diatur dari sisi jadwal dan biaya.
“Dengan menghadirkan platform kompetisi yang terstruktur pada jendela pertandingan internasional FIFA, disertai stabilitas kalender yang lebih baik dan insentif olahraga yang jelas,” ujar Datuk Seri Windsor. Ia menambahkan bahwa AFC ingin memastikan setiap tim nasional mendapatkan akses pertandingan berkualitas tinggi secara konsisten.
Selain aspek olahraga, AFC juga melihat potensi besar dari sisi komersial. Menurut Datuk Seri Windsor, minat mitra bisnis terhadap kompetisi bergaya Nations League terus meningkat. “Selain manfaat olahraga, kami juga melihat minat yang kuat dan permintaan yang terus meningkat dari mitra komersial terhadap kompetisi bergaya Nations League,” kata Datuk Seri Windsor, Sekretaris Jenderal AFC.
Setelah rencana AFC Nations League diumumkan, muncul berbagai pembahasan mengenai format, jadwal, hingga negara peserta. AFC menegaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai upaya meningkatkan peluang pengembangan bagi negara-negara Asia melalui pertandingan internasional yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Namun demikian, AFC menyatakan bahwa hingga saat ini jadwal resmi AFC Nations League belum ditetapkan. Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Minggu (21/12), AFC menyebut bahwa detail kompetisi masih akan dibahas lebih lanjut.
“Rincian lebih lanjut mengenai format kompetisi, jadwal, dan implementasi akan dibahas melalui komite AFC terkait dan konsultasi pemangku kepentingan dan akan diumumkan pada waktunya,” tulis AFC dalam pernyataan resminya.
Jika mengacu pada pengalaman UEFA, Nations League biasanya digelar setelah turnamen besar seperti Piala Dunia. UEFA Nations League musim berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 2026 atau 2027, dimulai pada September setelah Piala Dunia 2026 dan berakhir pada Juni 2027. Pola serupa berpotensi diterapkan AFC untuk kawasan Asia, termasuk partisipasi Timnas Indonesia.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Bola Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia bola — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah hasil survei terbaru menunjukkan kebijakan tersebut merupakan program pemerintah yang paling...
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 mengenai Pengembangan dan Penguatan Sektor...