Kasus Dugaan Rasisme di Laga Bhayangkara FC vs Dewa United Picu Sorotan

Dugaan rasisme mewarnai laga Bhayangkara FC vs Dewa United di EPA U-20. PSSI didesak lakukan investigasi dan beri sanksi tegas. (Foto: Dok. Dewa United)

Dugaan rasisme mewarnai laga Bhayangkara FC vs Dewa United di EPA U-20

Kericuhan dalam pertandingan Elite Pro Academy U-20 2026 antara Bhayangkara FC melawan Dewa United memicu perhatian luas. Laga yang digelar di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah tersebut berakhir dengan kemenangan Dewa United 2-1, namun diwarnai insiden yang menimbulkan dugaan rasisme dan kekerasan.

Berdasarkan laporan yang berkembang, keributan bermula dari gol kontroversial Dewa United pada menit ke-86. Sejumlah pemain Bhayangkara FC menilai gol tersebut dalam posisi offside sehingga memicu protes keras kepada wasit. Situasi kemudian memanas dan berujung pada kericuhan yang melibatkan pemain hingga ofisial kedua tim.

Dalam insiden tersebut, beberapa pemain Bhayangkara FC disebut melakukan tindakan kekerasan. Bahkan, pelatih kiper Bhayangkara FC, Ferdiansyah, turut terseret dalam aksi tersebut. Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Fadly Alberto Hengga, yang terlihat melancarkan tendangan dalam keributan.

Akibat tindakannya, Fadly Alberto Hengga kemudian dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-20 yang dilatih Nova Arianto. Dalam pernyataan permintaan maafnya, ia mengungkap alasan di balik emosinya yang memuncak.

Ia mengaku menerima perlakuan tidak pantas berupa ucapan bernada rasial dari pemain lawan. Dalam pengakuannya, ia disebut mendapat panggilan bernuansa rasis seperti “hitam” dan “monyet”.

Desakan Investigasi dan Sanksi Tegas dari PSSI

Kasus ini menjadi sorotan serius karena terjadi di tengah kampanye antirasisme dan antibullying yang sedang digalakkan oleh PSSI dan ILeague. Berdasarkan data yang berkembang, kasus serupa juga masih terjadi di berbagai level kompetisi sepakbola nasional.

Beberapa insiden sebelumnya yang menyita perhatian antara lain kasus yang menimpa Yakob Sayuri serta peristiwa yang dialami Ricky Kambuaya saat membela klubnya dalam pertandingan lain. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan rasisme dan bullying belum sepenuhnya terselesaikan di lingkungan sepakbola Indonesia.

Pemerhati sepakbola nasional, Muhamad Kusnaeni, menilai bahwa insiden ini harus menjadi momentum bagi PSSI untuk bertindak tegas. Menurut dia, langkah awal yang harus dilakukan adalah memanggil semua pihak terkait untuk dimintai keterangan.

“Pertama-tama tentunya Komisi Disiplin PSSI perlu bekerja dengan memanggil para pihak yang terlibat untuk didengar keterangan mereka. Setelah itu, berikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang bersalah, entah itu pemain, pelatih, atau bahkan klubnya,” kata Muhamad Kusnaeni.

Ia menegaskan bahwa hukuman yang diberikan harus memiliki efek jera. Jika sanksi terlalu ringan, potensi terulangnya kasus serupa akan semakin besar.

“Dalam kasus ini, hukuman yang dijatuhkan harus memiliki efek jera. Dalam arti, ini bukan peristiwa pertama sehingga kalau hukuman terlalu ringan akan mendorong terjadinya hal serupa di kemudian hari,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mendorong agar pemain atau ofisial yang terbukti bersalah dimasukkan ke dalam daftar hitam tim nasional sebagai bentuk ketegasan.

“Pemain dan ofisial yang nyata-nyata bersalah juga harus masuk daftar hitam untuk tim nasional. Ini harus dilakukan secara konsisten dan tegas,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi rasisme dan kekerasan dalam sepakbola Indonesia sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, penanganan serius sejak dini menjadi kunci agar masalah tidak berkembang menjadi lebih besar di masa depan.

Kasus ini menjadi ujian bagi otoritas sepakbola nasional dalam menegakkan disiplin serta menciptakan lingkungan kompetisi yang sehat dan bebas dari diskriminasi.

Referensi:

Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Bola

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Bola Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia bola — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED