Polemik Kualifikasi Ronde 4 Piala Dunia Zona Asia Kembali Mencuat

Kejanggalan ronde kualifikasi Piala Dunia 2026 kembali disorot. Jadwal dan tuan rumah dinilai tidak adil oleh sejumlah pelatih.

Kejanggalan ronde kualifikasi Piala Dunia 2026 kembali disorot

Sorotan terhadap jalannya ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia kembali mencuat. Kali ini, kritik datang dari pelatih Irak, Graham Arnold, yang menilai ada sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan fase tersebut.

Dalam wawancara di sebuah siniar, Arnold mengungkapkan bahwa format dan kebijakan yang diterapkan pada ronde keempat dinilai tidak adil, terutama bagi tim-tim peserta seperti Indonesia dan Irak.

Menurut Graham Arnold, awalnya fase tersebut direncanakan berlangsung di tempat netral. Namun, dalam perjalanannya, terjadi perubahan kebijakan yang menetapkan negara dengan peringkat FIFA tertinggi sebagai tuan rumah.

“Saya harus katakan bahwa saya menyayangkan hal yang terjadi terhadap Indonesia di grup kami karena itu benar-benar tidak adil,” kata Graham Arnold.

Ia menambahkan bahwa perubahan kebijakan tersebut menimbulkan kejanggalan, terutama dalam penunjukan tuan rumah. “Ketika undian sudah dilaksanakan, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi yang akan jadi tuan rumah,” ujarnya.

Jadwal dan Tuan Rumah Jadi Sorotan

Pada pelaksanaannya, Grup A digelar di Qatar, sementara Grup B berlangsung di Arab Saudi. Namun, Arnold menilai penunjukan tuan rumah tidak sepenuhnya sesuai dengan peringkat FIFA saat itu.

Ia menjelaskan bahwa secara peringkat, Irak berada di posisi lebih tinggi dibanding Arab Saudi, sehingga seharusnya memiliki peluang menjadi tuan rumah. Namun kenyataannya, Arab Saudi yang ditunjuk menjadi penyelenggara.

Selain itu, perbedaan jadwal pertandingan juga menjadi sorotan. Arnold menilai tim tuan rumah mendapatkan keuntungan signifikan dalam hal waktu istirahat.

Menurutnya, Indonesia harus memulai pertandingan lebih cepat dengan jeda yang singkat antar laga. Sementara Arab Saudi memiliki waktu istirahat lebih panjang hingga enam atau tujuh hari.

“Tentu Indonesia harus main dan siap-siap sejak Senin karena mereka bertanding pada Rabu. Lalu tiga hari kemudian mereka menghadapi kami,” kata Arnold.

“Arab Saudi punya jeda enam atau tujuh hari. Sedangkan kami harus bertanding lagi dua hari setelah melawan Indonesia,” tambahnya.

Situasi ini dinilai memberikan keuntungan kompetitif bagi tuan rumah. Pada akhirnya, Arab Saudi berhasil finis di posisi teratas Grup B dan lolos ke Piala Dunia 2026. Sementara Irak harus melanjutkan perjuangan ke ronde berikutnya, dan Indonesia tersingkir.

Berdasarkan laporan media internasional, polemik ini juga mendapat perhatian luas. Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi dalam penunjukan tuan rumah oleh Konfederasi Sepak Bola Asia.

Menurut laporan tersebut, beberapa negara seperti Indonesia, Irak, dan Uni Emirat Arab sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah. Namun keputusan akhir dinilai diambil secara sepihak.

Selain itu, jadwal pertandingan yang dinilai tidak seimbang juga menuai keluhan dari sejumlah pelatih tim peserta. Mereka menilai setiap tim seharusnya mendapatkan waktu istirahat yang sama untuk menjaga keadilan kompetisi.

Bahkan, muncul kekhawatiran dari sejumlah pejabat sepak bola terkait menurunnya kepercayaan terhadap AFC. Hal ini dikaitkan dengan dugaan adanya pengaruh politik dan ekonomi dalam pengambilan keputusan di tingkat konfederasi.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Bola

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Bola Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia bola — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED