Apple Punya CEO Baru, Ini Rincian Gaji dan Bonus John Ternus
John Ternus resmi menjadi CEO Apple mulai 1 September 2026, menggantikan Tim Cook yang kini beralih ke posisi Executive Chairman....
Read more
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence terus melaju pesat. Perusahaan besar seperti OpenAI, Anthropic, hingga Google berlomba menghadirkan model AI dengan kemampuan yang semakin tinggi.
Salah satu cara untuk mengukur performa tersebut adalah melalui benchmark. Berdasarkan data dari platform Tracking AI yang dikutip Visual Capitalist, sejumlah model AI terbaru diuji menggunakan tes IQ untuk mengetahui kemampuan penalaran mereka.
Pengujian dilakukan pada April 2026 dengan menggunakan tes IQ Mensa Norwegia. Tes ini melibatkan 26 model AI dari berbagai perusahaan dalam beberapa versi, baik berbasis teks maupun multimodal.
Hasilnya menunjukkan bahwa persaingan di level tertinggi semakin ketat.
Berdasarkan hasil pengujian, dua model AI berhasil meraih skor tertinggi secara bersamaan, yaitu:
Di bawahnya, terdapat model lain dengan skor tinggi:
Model lain seperti Kimi K2.5, DeepSeek R1, hingga Bing Copilot juga masuk dalam daftar dengan skor yang bervariasi.
Menurut data dari Tracking AI, capaian ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, skor tertinggi hanya berada di angka 135, sementara kini mencapai 145.
Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mensa Norway IQ Test, yang terdiri dari 35 soal pola visual. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan penalaran logis dan pengenalan pola.
Dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan metode antara model AI:
Selain itu, Tracking AI menerapkan aturan khusus dalam penilaian. Jika sebuah model menolak menjawab, soal yang sama akan diulang hingga maksimal 10 kali, dan jawaban terakhir yang digunakan sebagai nilai akhir.
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan semua model memiliki kesempatan yang sama dalam menyelesaikan soal.
Meski hasil ini menarik perhatian, para peneliti menegaskan bahwa skor IQ tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator kecerdasan AI.
Berdasarkan data dari Visual Capitalist, tes IQ hanya mengukur satu aspek, yaitu kemampuan penalaran pola. Sementara itu, kecerdasan AI mencakup banyak dimensi lain seperti pemahaman bahasa, kreativitas, hingga kemampuan mengambil keputusan.
Dengan kata lain, model dengan skor IQ tertinggi belum tentu unggul dalam semua bidang.
Namun demikian, hasil ini tetap memberikan gambaran penting tentang arah perkembangan AI saat ini. Kompetisi antar perusahaan semakin intens, dengan inovasi yang terus mendorong batas kemampuan teknologi.
Referensi:
Kompas
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pengguna HP Android lawas perlu mulai mengecek versi sistem operasi yang digunakan. WhatsApp telah memperbarui persyaratan minimum perangkat, sehingga sejumlah...
Kebiasaan menjawab telepon ternyata mengalami perubahan di kalangan generasi muda. Jika dulu kata "halo" hampir selalu menjadi sapaan pertama saat...