Fenomena Jarang Terjadi, Korea Utara Hadapi Kekeringan Tidak Biasa
Korea Utara tengah menghadapi kekeringan parah yang disebut tidak biasa dan jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memicu...
Read more
Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi, menjadi pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia. Bangunan berbentuk kubus ini diselimuti kain khusus yang dikenal sebagai Kiswah Ka’bah, yang saat ini identik dengan warna hitam dan ornamen emas.
Namun, sejarah mencatat bahwa Kiswah tidak selalu berwarna hitam seperti yang terlihat sekarang.
Menurut laporan yang mengutip Arab News, warna Kiswah telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu, bergantung pada kondisi dan kemampuan di setiap era.
Direktur Pusat Sejarah Mekkah, Dr Fawaz Al-Dahas, menjelaskan bahwa Ka’bah pernah ditutupi dengan berbagai warna, termasuk putih dan merah.
“Ka’bah pernah ditutupi dengan warna putih, merah, dan hitam, dan pilihan warna tersebut didasarkan pada kemampuan finansial di setiap era,” kata Dr Fawaz Al-Dahas.
Pada masa lalu, Kiswah dibuat dari berbagai jenis kain berkualitas tinggi. Salah satunya adalah kain Qubati dari Mesir yang dikenal halus dan bernilai tinggi. Selain itu, kain dari Yaman juga sempat menjadi pilihan populer.
Warna putih sempat digunakan karena tampilannya yang cerah. Namun, warna ini dinilai kurang tahan lama. Kiswah putih mudah kotor dan rusak karena sering disentuh oleh para peziarah.
Karena alasan tersebut, penggunaan warna kemudian berubah menjadi kombinasi lain hingga akhirnya warna hitam dipilih pada akhir era Abbasiyah. Warna hitam dianggap lebih kuat dan mampu bertahan dari sentuhan serta kondisi cuaca.
Selain soal warna, tradisi penutup Ka’bah sudah ada sejak masa pra Islam. Berdasarkan catatan sejarah, Raja Yaman Tubbaa Al-Humairi menjadi sosok pertama yang menutupi Ka’bah dengan kain sebagai bentuk penghormatan.
Seiring waktu, berbagai jenis kain digunakan, mulai dari kain tebal hingga kain lembut. Bahkan, Kiswah pernah dipasang berlapis-lapis sebelum akhirnya diganti ketika sudah usang.
Dalam tradisi Islam, Nabi Muhammad disebut sebagai orang pertama yang menutup Ka’bah dengan kain Qubati berwarna putih.
Pada era modern, produksi Kiswah dilakukan secara khusus di Arab Saudi. Menurut data, pabrik Kiswah pertama didirikan oleh Raja Abdul Aziz pada tahun 1926 di kawasan Ajyad, dekat Masjidil Haram.
Kini, produksi Kiswah dilakukan di Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Kiswah Ka’bah dengan teknologi modern. Setiap Kiswah dibuat menggunakan sekitar 670 kilogram sutra alami yang melalui berbagai proses ketat.
Mulai dari pencucian, pewarnaan, hingga penenunan menggunakan mesin Jacquard canggih. Benang sutra diwarnai hitam untuk bagian luar dan hijau untuk bagian dalam.
Tak hanya itu, ayat-ayat Al-Quran juga ditenun dan disulam menggunakan benang berlapis perak dan emas, menjadikan Kiswah sebagai salah satu karya tekstil paling bernilai di dunia Islam.
Kiswah biasanya diganti setiap tahun pada tanggal 9 Dzulhijjah, mengikuti tradisi yang telah berlangsung sejak masa Nabi Muhammad.
Referensi:
CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Laptop yang sudah lama digunakan sering kali mengalami penurunan performa. Aktivitas sederhana seperti membuka banyak tab browser, menjalankan aplikasi, atau...
Perusahaan teknologi global Microsoft terus meningkatkan investasi di bidang cloud dan kecerdasan buatan atau AI. Namun, pertumbuhan bisnis cloud perusahaan...