Sering Jadi Menu Seafood Favorit, Bagaimana Hukum Makan Ikan Pari dalam Islam?
Ikan pari merupakan salah satu jenis seafood yang cukup populer di Indonesia. Dagingnya yang tebal dan bertekstur kenyal membuat ikan...
Read more
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling mudah ditemukan dan sering menjadi bagian dari menu sehari-hari. Selain telur konvensional yang umum dijual di pasaran, kini semakin banyak tersedia telur omega-3 yang biasanya dibanderol dengan harga lebih tinggi.
Perbedaan harga tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya apakah telur omega-3 memang lebih sehat dibanding telur biasa. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Food Chemistry, perbedaan utama keduanya terletak pada kandungan asam lemak omega-3 yang terdapat pada kuning telur.
Meski sama-sama mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin, dan mineral penting, telur omega-3 memiliki komposisi lemak yang berbeda karena berasal dari ayam yang mendapatkan pakan khusus seperti biji rami, minyak ikan, atau alga yang kaya omega-3.
Berdasarkan data dari penelitian dalam jurnal Food Chemistry, total kandungan asam lemak omega-3 pada telur omega-3 mencapai sekitar 6,57 persen dari total asam lemak kuning telur. Sementara itu, telur konvensional hanya mengandung sekitar 1,36 persen.
Artinya, kandungan omega-3 pada telur omega-3 hampir lima kali lebih tinggi dibanding telur biasa.
Perbedaan juga terlihat pada kandungan alpha-linolenic acid (ALA) yang merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3. Telur omega-3 mengandung ALA sebesar 4,52 persen, sedangkan telur biasa hanya sekitar 0,51 persen.
Selain itu, kandungan docosahexaenoic acid (DHA) yang dikenal penting untuk kesehatan otak dan mata juga lebih tinggi. Pada telur omega-3, kadar DHA mencapai 2,05 persen, sementara telur biasa hanya sekitar 0,85 persen.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa telur omega-3 memiliki kandungan lemak jenuh yang sedikit lebih rendah dibanding telur biasa. Rasio omega-3 dan omega-6 yang lebih seimbang membuat telur jenis ini sering dipilih sebagai alternatif makanan sehat bagi sebagian orang.
Karena kandungan omega-3 yang lebih tinggi, telur omega-3 menawarkan sejumlah manfaat tambahan yang berkaitan dengan kesehatan otak, mata, hingga jantung.
Membantu Menjaga Kesehatan Otak dan Sistem Saraf
Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Food Chemistry, kandungan DHA dalam telur omega-3 lebih dari dua kali lipat dibanding telur biasa. DHA merupakan salah satu komponen utama membran sel otak dan sistem saraf.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa asupan DHA berperan dalam mendukung fungsi kognitif, kemampuan belajar, memori, serta perkembangan sistem saraf, terutama pada anak-anak dan remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
Mendukung Fungsi Penglihatan
Selain terdapat di otak, DHA juga merupakan komponen penting pada retina mata. Kecukupan asupan DHA dikaitkan dengan pemeliharaan fungsi visual dan kesehatan mata secara umum.
Bagi orang yang jarang mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon, sarden, atau makarel, telur omega-3 dapat menjadi sumber tambahan DHA yang cukup praktis dalam menu harian.
Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung
Omega-3 merupakan salah satu nutrisi yang paling banyak diteliti terkait kesehatan kardiovaskular. Berbagai studi menunjukkan bahwa asupan omega-3 dapat membantu memperbaiki sejumlah faktor risiko penyakit jantung, termasuk profil lemak darah dan proses peradangan dalam tubuh.
Selain memiliki kandungan omega-3 lebih tinggi, telur omega-3 juga mengandung lemak jenuh yang sedikit lebih rendah dibanding telur biasa. Kombinasi tersebut membuatnya sering dipilih sebagai bagian dari pola makan sehat untuk menjaga kesehatan jantung.
Tidak semua orang rutin mengonsumsi ikan laut yang kaya omega-3. Dalam kondisi tersebut, telur omega-3 dapat menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan asam lemak esensial harian.
Menurut penelitian yang dikutip dalam laporan tersebut, omega-3 dari telur dapat diserap tubuh dengan baik dan terdeteksi pada fosfolipid trombosit darah manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa kandungan omega-3 dalam telur memiliki ketersediaan hayati yang baik sehingga dapat dimanfaatkan secara efektif oleh tubuh.
Meski demikian, telur biasa tetap merupakan makanan bergizi yang kaya protein, vitamin B12, vitamin D, selenium, serta berbagai nutrisi penting lainnya. Karena itu, pilihan antara telur omega-3 dan telur biasa sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi, kondisi kesehatan, serta pola makan masing-masing individu.
Referensi:
Detik Health
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Nama Mathew Baker menjadi sorotan setelah mencatatkan sejarah baru bersama Timnas Indonesia. Pemain muda berdarah Indonesia-Australia itu resmi menjadi debutan...
Dunia kesehatan perempuan memasuki babak baru setelah istilah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) resmi diubah menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS)....