Batas Aman Makan Telur dalam Seminggu agar Kolesterol Tetap Terkontrol
Telur menjadi salah satu bahan makanan favorit banyak orang karena praktis diolah dan kaya nutrisi. Selain mengandung protein berkualitas tinggi,...
Read more
Gout atau penyakit asam urat menjadi salah satu gangguan kesehatan yang cukup umum dialami masyarakat Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan nyeri hebat pada sendi akibat penumpukan kristal urat di dalam tubuh. Siapa pun bisa terkena asam urat, tetapi pria cenderung memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan wanita.
Menurut dr Rudy Kurniawan, SpPD, Spesialis Penyakit Dalam, gaya hidup modern dan pola makan yang tidak seimbang menjadi faktor utama meningkatnya kasus asam urat, bahkan di usia muda. “Jadi gaya hidup modern dan pola makan berperan besar,” kata dr Rudy saat dihubungi, Selasa (4/11/2025).
Gout termasuk dalam jenis radang sendi (arthritis inflamasi) yang menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada sendi. Dalam beberapa kasus, penumpukan kristal asam urat bahkan membentuk benjolan kecil di bawah kulit. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan rasa sakit, tetapi juga dapat memicu pembentukan batu ginjal jika kadar asam urat terus meningkat.
Berdasarkan penjelasan dr Rudy, beberapa kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat Indonesia ternyata bisa memperburuk kadar asam urat dalam darah. Di antaranya:
Konsumsi minuman manis, kopi susu bergula tinggi, dan minuman boba
Makanan cepat saji, jeroan, kulit ayam, dan seafood berlebihan
Kurang minum air putih sehingga ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat dengan optimal
Kurang olahraga dan aktivitas fisik
Berat badan berlebih (obesitas)
Kebiasaan begadang dan tingkat stres tinggi
βAnak muda sekarang banyak yang mengalami pola makan tinggi gula dan purin, serta aktivitas fisiknya rendah,β jelas dr Rudy.
Selain gaya hidup tidak sehat, penyakit ini juga kerap dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, kadar lemak tinggi (hiperlipidemia), serta diabetes. Kombinasi faktor tersebut bisa menyebabkan penurunan kemampuan tubuh dalam mengatur kadar asam urat.
Untuk mencegah gout, dr Rudy menyarankan agar masyarakat mulai menerapkan pola makan rendah purin dengan membatasi konsumsi jeroan, daging merah, dan makanan laut berlebihan. Mengganti minuman manis dengan air putih dan rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap seimbang.
Selain itu, menjaga berat badan ideal dan mengelola stres terbukti efektif menurunkan risiko asam urat. βGaya hidup sehat tidak hanya mencegah gout, tapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan,β tambahnya.
Banyak orang masih menganggap asam urat hanya menyerang orang tua. Padahal, data menunjukkan kasus ini kini banyak ditemukan pada usia produktif akibat perubahan gaya hidup modern. Konsumsi tinggi gula, kurang tidur, serta paparan stres kronis membuat sistem metabolisme tubuh terganggu, sehingga produksi asam urat meningkat.
Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan kadar asam urat secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan gout atau sering mengalami nyeri sendi. Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi jangka panjang, termasuk kerusakan sendi permanen dan gangguan fungsi ginjal.
Dengan memperbaiki kebiasaan kecil sehari-hari, seperti mengurangi makanan tinggi purin dan memperbanyak air putih, risiko gout bisa ditekan secara signifikan.
Referensi: DetikHealth
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman π Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan β semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
π± Saluran Trenmedia π³ Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang β update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu identik dengan stok daging kambing yang melimpah di rumah. Tapi jujur saja, kadang banyak orang...
Siapa yang langsung lapar hanya dengan membayangkan aroma tumisan babat yang pedas, manis, dan wangi kecap? Buat pecinta jeroan, babat...