Silent Dehydration di Ruangan Ber-AC, Kenali Tanda, Bahaya, dan Cara Mencegahnya

Silent dehydration dapat terjadi saat terlalu lama berada di ruangan ber-AC. Kenali gejala, bahaya, dan cara mencegah kekurangan cairan tanpa disadari.

Silent dehydration dapat terjadi saat terlalu lama berada di ruangan ber-AC

Menghabiskan waktu berjam-jam di ruangan ber-AC memang terasa nyaman, terutama saat cuaca panas. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat meningkatkan risiko silent dehydration, yaitu kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan cairan tanpa disadari karena tidak selalu menimbulkan rasa haus.

Menurut berbagai sumber kesehatan, suhu ruangan yang sejuk membuat tubuh berkeringat lebih sedikit sehingga dorongan untuk minum air menjadi berkurang. Padahal, tubuh tetap kehilangan cairan melalui proses pernapasan dan penguapan dari permukaan kulit.

Akibatnya, banyak orang baru menyadari tubuhnya kekurangan cairan setelah muncul berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tanda Silent Dehydration yang Perlu Diwaspadai

Menurut informasi dari Care Hospitals, salah satu gejala awal silent dehydration adalah mulut, bibir, dan tenggorokan terasa kering. Udara dari pendingin ruangan memiliki kelembapan yang lebih rendah sehingga cairan tubuh lebih cepat menguap.

Selain itu, kulit yang menjadi kering, kasar, atau tampak kusam juga dapat menjadi tanda tubuh mulai kekurangan cairan. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang bekerja di ruangan ber-AC selama berjam-jam setiap hari.

Gejala lain yang cukup umum adalah mata terasa kering, perih, atau seperti berpasir. Menurut Care Hospitals, kondisi tersebut sering dialami oleh pekerja kantoran yang menghabiskan banyak waktu di depan layar komputer.

Menariknya, orang yang mengalami silent dehydration sering kali tidak merasa haus. Suhu ruangan yang dingin membuat tubuh tidak banyak mengeluarkan keringat sehingga sinyal haus menjadi berkurang, meskipun cairan tubuh terus berkurang.

Baca Juga:  Manfaat Luar Biasa Daun Pepaya bagi Tubuh, Ternyata Tak Sekadar Obat Tradisional

Kekurangan cairan juga dapat memengaruhi fungsi otak. Akibatnya, seseorang menjadi lebih cepat lelah, mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan produktivitas menurun meskipun aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat.

Selain itu, sakit kepala juga dapat muncul sebagai tanda dehidrasi ringan. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah dapat menurun sehingga pasokan oksigen ke otak ikut berkurang dan memicu rasa nyeri.

Tanda lain yang mudah dikenali adalah warna urine yang lebih pekat. Jika urine berwarna kuning tua dan jumlahnya sedikit, tubuh kemungkinan membutuhkan lebih banyak cairan. Sebaliknya, urine yang berwarna kuning muda atau bening umumnya menunjukkan kondisi hidrasi yang baik.

Bahaya Silent Dehydration dan Cara Mencegahnya

Jika dibiarkan berlangsung terus-menerus, silent dehydration dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh. Berdasarkan informasi dari sumber kesehatan, kondisi ini dapat menyebabkan tubuh lebih mudah lemas, meningkatkan risiko sembelit, memengaruhi fungsi ginjal, serta membuat kulit dan saluran pernapasan menjadi semakin kering.

Pada sebagian orang, kekurangan cairan juga dapat menyebabkan tekanan darah menurun, detak jantung meningkat, serta mengganggu kemampuan berkonsentrasi.

Menurut Skuma Water, pencegahan silent dehydration sebenarnya cukup sederhana. Biasakan minum air putih secara rutin, meskipun tidak merasa haus. Selain itu, konsumsi buah dan sayuran yang memiliki kandungan air tinggi seperti semangka, jeruk, mentimun, dan tomat dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Baca Juga:  Pola Olahraga yang Salah Ternyata Bisa Memicu Penuaan Dini

Mengatur suhu AC pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius juga dapat membantu menjaga kelembapan udara agar tidak terlalu kering. Jika ruangan terasa sangat kering, penggunaan pelembap udara atau humidifier dapat menjadi pilihan untuk menjaga kenyamanan.

Selain itu, sempatkan keluar ruangan beberapa saat agar tubuh mendapatkan paparan udara alami. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi dampak udara kering dari pendingin ruangan terhadap tubuh.

Memenuhi kebutuhan cairan setiap hari tetap menjadi cara paling efektif untuk menjaga kesehatan, terutama bagi orang yang bekerja atau beraktivitas dalam waktu lama di ruangan ber-AC.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED