Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
PT KAI Commuter melakukan penelusuran terhadap laporan dugaan pelecehan seksual yang terjadi di dalam rangkaian Commuter Line pada Senin pagi, 9 Maret 2026. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat kereta sedang melayani perjalanan pada jam sibuk pagi hari.
Menurut pihak perusahaan, langkah awal yang dilakukan setelah menerima laporan adalah melakukan pemeriksaan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di dalam rangkaian kereta serta di area stasiun.
Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan mengatakan perusahaan sangat menyayangkan terjadinya dugaan kekerasan seksual di lingkungan transportasi publik. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak mentoleransi segala bentuk tindakan tersebut.
“Kami menyayangkan dan turut prihatin atas kejadian tersebut. Perusahaan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan seksual baik yang terjadi di dalam kereta maupun di area stasiun,” kata Leza Arlan, Public Relations Manager KAI Commuter, dalam keterangan resminya.
Menurut Leza Arlan, setelah laporan diterima petugas langsung melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV untuk mencari informasi yang dapat membantu mengidentifikasi terduga pelaku.
“Berdasarkan laporan yang diterima, saat ini petugas kami sedang melakukan penelusuran melalui CCTV dan konfirmasi dengan korban,” ujar Leza.
Selain memeriksa rekaman kamera pengawas, petugas juga melakukan konfirmasi langsung dengan korban guna memperoleh kronologi kejadian secara lebih detail. Informasi tersebut dinilai penting untuk membantu proses penyelidikan.
Leza menjelaskan bahwa rekaman CCTV yang diperoleh nantinya akan dimasukkan ke dalam sistem CCTV analytic milik KAI Commuter. Sistem ini memungkinkan petugas melakukan analisis wajah untuk membantu mendeteksi identitas orang yang diduga melakukan tindakan kriminal di area layanan Commuter Line.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan keamanan serta mempercepat proses identifikasi pelaku apabila terjadi tindak kriminal di transportasi publik.
Selain proses penelusuran internal, KAI Commuter juga menyatakan siap mendampingi korban untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian agar proses hukum dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Tidak hanya itu, perusahaan juga berkomitmen memberikan pendampingan psikologis kepada korban guna membantu proses pemulihan setelah mengalami kejadian tersebut.
KAI Commuter juga mengimbau seluruh pengguna layanan kereta komuter untuk lebih peduli terhadap kondisi di sekitar selama berada di kereta maupun di area stasiun.
Perusahaan meminta penumpang tidak ragu melaporkan jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan seksual maupun tindak kriminal lainnya.
Laporan dapat disampaikan langsung kepada petugas di stasiun, melalui call center 021-121, atau melalui media sosial resmi KAI Commuter yang tersedia bagi pengguna layanan.
Dengan adanya laporan dari penumpang serta dukungan sistem keamanan seperti CCTV, perusahaan berharap kasus serupa dapat ditangani dengan cepat sekaligus mencegah kejadian yang sama di masa mendatang.
Referensi:
BeritaSatu
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di kawasan BSD City pada Selasa pagi (21/4/2026) sekitar pukul 07.15 WIB. Kejadian ini menimpa...
Aksi tawuran antar kelompok gengster kembali terjadi di kawasan Kebon Harjo, Kecamatan Semarang Utara, pada Selasa (21/04/2026) sekitar pukul 03.00...