Mengenal Kimchi, Sejarah, Jenis, dan Cara Membuatnya Sendiri di Rumah

Mengenal kimchi lengkap mulai dari sejarah, jenis-jenis, manfaat, hingga cara membuat kimchi homemade yang mudah, sehat, dan kaya probiotik.

Siapa yang sering tergoda melihat adegan makan di drama Korea? Hampir di setiap meja makan, selalu ada semangkuk kimchi yang menjadi pelengkap berbagai hidangan. Makanan fermentasi khas Korea Selatan ini memang berhasil mencuri perhatian dunia berkat cita rasanya yang unik. Perpaduan rasa asam, pedas, gurih, dan sedikit manis membuat kimchi terasa begitu khas dan sulit dilupakan.

Namun, kimchi bukan sekadar pelengkap makanan. Di balik rasanya yang menggugah selera, terdapat sejarah panjang, proses fermentasi alami, dan kandungan nutrisi yang membuatnya dikenal sebagai salah satu makanan sehat di dunia. Bahkan, banyak orang mulai membuat kimchi sendiri di rumah karena prosesnya ternyata tidak serumit yang dibayangkan.

Kalau kamu penasaran bagaimana asal-usul kimchi, jenis-jenisnya yang beragam, manfaat kesehatannya, hingga cara membuat kimchi homemade yang halal dan mudah dipraktikkan, simak panduan lengkap berikut ini.


Apa Itu Kimchi?

Kimchi adalah makanan fermentasi tradisional Korea yang dibuat dari berbagai jenis sayuran, terutama sawi putih dan lobak, yang dibumbui dengan garam, cabai bubuk Korea (gochugaru), bawang putih, jahe, daun bawang, serta berbagai bahan pelengkap lainnya.

Melalui proses fermentasi alami, sayuran akan menghasilkan cita rasa yang semakin kompleks. Semakin lama difermentasi, rasa kimchi akan semakin asam dan aroma khasnya semakin kuat.

Di Korea, kimchi hampir selalu hadir dalam setiap waktu makan, mulai dari sarapan hingga makan malam. Bahkan banyak keluarga Korea yang masih mempertahankan tradisi membuat kimchi bersama setiap memasuki musim dingin.


Sejarah Kimchi yang Sudah Ada Ribuan Tahun

Kimchi ternyata memiliki sejarah yang jauh lebih tua daripada yang dibayangkan.

Tradisi membuat kimchi diperkirakan sudah ada sejak sekitar tahun 37 SM pada masa Tiga Kerajaan Korea. Saat itu, masyarakat Korea menghadapi musim dingin yang sangat panjang sehingga membutuhkan cara untuk mengawetkan sayuran agar tetap bisa dikonsumsi selama berbulan-bulan.

Pada masa awal, kimchi belum menggunakan cabai seperti sekarang.

Kimchi hanya berupa sayuran yang diasinkan menggunakan garam sehingga mampu bertahan lama selama musim dingin.

Baru setelah cabai diperkenalkan ke Korea pada abad ke-16, masyarakat mulai menambahkan bubuk cabai ke dalam proses fermentasi. Dari sinilah lahir kimchi berwarna merah yang kini menjadi ciri khas kuliner Korea.

Selain sebagai teknik pengawetan, fermentasi juga memberikan rasa yang lebih kaya sekaligus meningkatkan kandungan bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuh.


Perkembangan Jenis Kimchi

Seiring berkembangnya budaya kuliner Korea, kimchi mengalami banyak variasi.

Pada awalnya dikenal tiga kelompok utama, yaitu:

  • Chimchae, yaitu kimchi berkuah.
  • Jjanji, yaitu sayuran yang diasinkan menggunakan garam.
  • Jangajji, yaitu sayuran yang diawetkan menggunakan pasta kedelai atau tauco.

Kini terdapat lebih dari 200 jenis kimchi yang dibuat dari berbagai macam sayuran dengan cita rasa yang berbeda-beda sesuai daerah asalnya.


Jenis-Jenis Kimchi yang Paling Populer

1. Baechu Kimchi

Baechu kimchi merupakan jenis kimchi yang paling terkenal dan paling sering muncul dalam drama Korea.

Bahan utamanya adalah sawi putih yang dibelah menjadi beberapa bagian, kemudian dilumuri pasta bumbu yang terdiri dari gochugaru, bawang putih, jahe, daun bawang, serta saus ikan.

Ciri khasnya adalah:

  • Rasa asam, pedas, gurih, dan sedikit manis.
  • Tekstur renyah.
  • Cocok disantap bersama nasi hangat, mi instan, hingga daging panggang.
Baca Juga:  Resep Asem-Asem Daging Buncis Wortel yang Gurih Segar dan Praktis Dibuat

2. Chonggak Kimchi

Jenis kimchi ini dibuat menggunakan lobak muda kecil lengkap dengan daunnya.

Teksturnya sangat renyah dengan rasa yang lebih ringan dibanding baechu kimchi.

Saat digigit, lobaknya terasa segar dan juicy sehingga banyak disukai pencinta sayuran.


3. Oisobagi Kimchi

Oisobagi menggunakan mentimun sebagai bahan utama.

Bagian tengah mentimun diisi dengan campuran bumbu pedas sebelum difermentasi.

Karena menggunakan timun, jenis ini terasa lebih segar dan sangat cocok dinikmati saat cuaca panas.


4. Gat Kimchi

Gat kimchi dibuat menggunakan daun mustard atau sawi pahit.

Rasanya sedikit pahit dengan aroma yang cukup kuat.

Biasanya dijadikan pendamping berbagai hidangan berkuah maupun tumisan.


5. Baek Kimchi

Baek kimchi sering disebut sebagai white kimchi.

Berbeda dengan kimchi merah, baek kimchi tidak menggunakan gochugaru sehingga warnanya tetap putih kekuningan.

Rasanya lebih ringan, segar, dan sedikit manis sehingga cocok untuk:

  • Anak-anak.
  • Orang yang tidak tahan makanan pedas.
  • Pendamping makanan goreng.

6. Kkaennip Kimchi

Kimchi ini menggunakan daun perilla sebagai bahan utama.

Daunnya dibumbui dengan kecap asin, bawang putih, cabai, dan minyak wijen sebelum difermentasi.

Aromanya sangat khas dan sering dijadikan pembungkus daging panggang ala Korea.


Manfaat Kimchi untuk Kesehatan

Selain lezat, kimchi juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Kaya Probiotik

Proses fermentasi menghasilkan bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Mendukung Sistem Imun

Kimchi mengandung vitamin C, vitamin A, dan berbagai antioksidan yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Rendah Kalori

Kimchi cocok dijadikan pelengkap menu diet karena kalorinya relatif rendah tetapi kaya rasa.

Kaya Serat

Sayuran fermentasi membantu melancarkan sistem pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Mengandung Vitamin dan Mineral

Kimchi mengandung berbagai nutrisi penting seperti:

  • Vitamin C
  • Vitamin K
  • Folat
  • Kalium
  • Kalsium

Resep Kimchi Homemade

Kalau ingin menikmati kimchi yang lebih sehat dan bebas pengawet, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.

Bahan Utama

  • 1 kg sawi putih segar
  • 2 sdm garam kasar
  • 1 liter air

Bahan Pasta Bumbu

  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 ruas jahe (sekitar 2 cm), parut
  • 5 sdm gochugaru
  • 1 sdm saus ikan atau kecap asin untuk versi vegetarian
  • 1 sdt gula pasir
  • 2 batang daun bawang, iris tipis
  • 1 buah wortel kecil, serut korek api (opsional)
  • 5 sdm air

Cara Membuat Kimchi

1. Persiapkan Sawi

Belah sawi putih menjadi dua atau empat bagian sesuai ukuran.

Taburi garam kasar pada setiap sela daun.

Diamkan selama sekitar dua jam sambil sesekali dibalik hingga layu.


2. Bilas

Setelah layu, bilas sawi sebanyak dua hingga tiga kali menggunakan air bersih.

Tiriskan hingga air benar-benar berkurang.


3. Buat Pasta Bumbu

Campurkan:

  • bawang putih,
  • jahe,
  • gochugaru,
  • saus ikan,
  • gula,
  • air.

Aduk hingga menjadi pasta.

Masukkan daun bawang dan wortel.

Aduk kembali sampai rata.


4. Lumuri Sawi

Oleskan pasta bumbu ke setiap lembar daun sawi.

Pastikan seluruh permukaan tertutup bumbu agar proses fermentasi berlangsung merata.


5. Simpan

Masukkan sawi ke dalam wadah kedap udara.

Tekan perlahan agar udara keluar.

Tutup rapat.


6. Fermentasi

Simpan di suhu ruang selama 1–2 hari.

Setelah itu, pindahkan ke dalam kulkas.

Baca Juga:  Ayam Kuah Asam Pedas: Perpaduan Rasa Segar dan Pedas yang Bikin Tambah Nasi

Kimchi sudah bisa dinikmati, tetapi rasanya biasanya akan semakin nikmat setelah difermentasi beberapa hari.


Tips Membuat Kimchi yang Lezat

Supaya hasil kimchi semakin enak, perhatikan beberapa tips berikut.

  • Gunakan sawi putih yang segar dan padat.
  • Jangan mengurangi jumlah garam secara berlebihan karena garam membantu proses fermentasi.
  • Gunakan wadah kaca atau plastik food grade yang bersih.
  • Pastikan semua bagian sawi terlapisi bumbu.
  • Simpan dalam wadah tertutup rapat agar aroma tidak menyebar ke makanan lain di kulkas.

Inspirasi Olahan Kimchi

Selain dimakan langsung sebagai side dish, kimchi juga bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat.

Kimchi Fried Rice

Nasi goreng khas Korea dengan tambahan kimchi yang menghasilkan rasa pedas, asam, dan gurih.

Kimchi Jjigae

Sup kimchi hangat yang biasanya dipadukan dengan tahu, daging sapi, ayam, atau seafood.

Kimchi Pancake

Pancake gurih yang dicampur potongan kimchi sehingga teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam.

Kimchi Fried Noodles

Mi goreng dengan tambahan kimchi untuk menghasilkan rasa yang lebih kompleks.

Kimchi Grilled Cheese

Perpaduan roti panggang, keju leleh, dan kimchi yang memberikan sensasi gurih sekaligus segar.


Tips Menyimpan Kimchi

Kimchi dapat bertahan cukup lama jika disimpan dengan benar.

  • Gunakan wadah kedap udara.
  • Simpan di dalam kulkas.
  • Ambil kimchi menggunakan sendok yang bersih.
  • Hindari mencampur kimchi lama dengan kimchi yang baru dibuat.

Semakin lama disimpan, rasa kimchi akan semakin asam sehingga cocok dijadikan bahan masakan seperti sup atau nasi goreng.


Tanya Jawab Seputar Kimchi

1. Berapa lama kimchi bisa bertahan?

Kimchi dapat bertahan hingga beberapa bulan di dalam kulkas apabila disimpan dalam wadah kedap udara.

2. Apakah kimchi harus menggunakan saus ikan?

Tidak. Kamu bisa menggantinya dengan kecap asin untuk membuat kimchi versi vegetarian.

3. Kenapa kimchi terasa semakin asam?

Karena proses fermentasi terus berlangsung meskipun disimpan di dalam kulkas.

4. Apakah kimchi bisa langsung dimakan setelah dibuat?

Bisa, tetapi rasa terbaik biasanya muncul setelah difermentasi selama beberapa hari.

5. Apakah kimchi cocok untuk menu diet?

Ya. Kimchi rendah kalori, tinggi serat, dan mengandung probiotik sehingga cocok menjadi pelengkap pola makan sehat.


Kimchi bukan hanya sekadar makanan pendamping khas Korea, tetapi juga warisan kuliner yang telah bertahan selama ribuan tahun. Perpaduan rasa asam, pedas, gurih, dan segarnya sayuran fermentasi membuat hidangan ini begitu digemari di berbagai belahan dunia.

Selain menghadirkan cita rasa yang unik, kimchi juga kaya akan probiotik, vitamin, dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh. Dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan dan proses pembuatan yang cukup sederhana, kamu pun bisa membuat kimchi homemade sendiri di rumah tanpa bahan pengawet.

Kalau ingin mencoba pengalaman baru di dapur, resep kimchi ini bisa menjadi pilihan yang menarik. Nikmati sebagai pelengkap nasi hangat, daging panggang, mi instan, atau olah menjadi berbagai menu khas Korea yang menggugah selera. Selamat mencoba!

📚 ️Baca Juga Seputar Kuliner

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED