Fakta Baru Pembunuhan Wanita di Tangsel, Saksi Dengar Teriakan Tolong
Kasus pembunuhan terhadap seorang wanita berinisial I (49) di Perumahan Pondok Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, mulai menemukan titik...
Read more
Kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke kawasan bantaran rel kereta di Senen, Jakarta Pusat, menjadi momen tak terduga bagi warga setempat. Kunjungan tersebut berlangsung secara langsung dan sederhana, sehingga membuat warga kaget sekaligus antusias menyambutnya.
Menurut keterangan yang dibagikan melalui akun pribadinya, Prabowo menyusuri kawasan permukiman di sekitar rel yang berjarak sekitar 3 km dari pusat kota. Ia tampak berjalan melewati area pasar yang sudah tutup sebelum masuk ke lingkungan warga.
Kehadiran Prabowo langsung menarik perhatian. Warga berbondong-bondong menghampiri untuk sekadar bersalaman dan menyampaikan keluhan mereka. Dalam kunjungan itu, ia didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Kepala Sekretaris Pribadi Rizky Irmansyah.
“Pada sore hari ini, saya menyusuri pemukiman di bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat,” kata Prabowo dalam keterangannya.
Dalam dialog dengan warga, Prabowo menyerap berbagai aspirasi terkait kondisi tempat tinggal yang dinilai belum layak. Ia kemudian menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan solusi berupa pembangunan hunian yang lebih baik.
“Mendengar aspirasi masyarakat di sana, insyaallah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh warga, termasuk Chono (56), seorang pemulung yang tinggal di kawasan tersebut. Menurut Chono, Prabowo secara langsung menawarkan kemungkinan relokasi ke rumah susun.
“Saya salaman dan bilang terima kasih. Kata beliau, masih banyak warga yang susah. Lalu beliau tanya, kalau dibikinin rumah susun mau pindah tidak, saya jawab mau,” kata Chono.
Ia menambahkan bahwa mayoritas warga di lokasi tersebut juga bersedia pindah ke rusun jika benar-benar direalisasikan. Faktor utama yang mendorong keinginan itu adalah biaya kontrakan yang semakin mahal.
Menurut Chono, harga kontrakan di kawasan tersebut berkisar mulai dari Rp 500 ribu hingga di atas Rp 800 ribu per bulan, tergantung kondisi bangunan. Hal ini menjadi beban tersendiri bagi warga dengan penghasilan terbatas.
Selain itu, berdasarkan cerita Chono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga langsung menginstruksikan agar dilakukan pendataan terhadap warga. Pendataan ini dinilai sebagai langkah awal untuk merealisasikan rencana pembangunan rusun.
“Suruh data saja, nanti ada orang yang datang untuk ambil data,” kata Chono menirukan arahan yang diterima.
Sebagai warga yang menggantungkan hidup dari pekerjaan informal, Chono berharap janji tersebut benar-benar diwujudkan. Ia mengaku akan memegang komitmen yang telah disampaikan langsung oleh Presiden.
“Harapan saya dibikinin rumah susun, saya mau pindah. Janji beliau saya pegang,” ujarnya.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah lokasi curug di kawasan Naringgul, Cianjur Selatan, kembali mencuri perhatian. Bagi para pengguna jalan yang melintas, pemandangan air terjun...
Sebuah video memperlihatkan momen menegangkan saat seorang anak tenggelam di saluran air tanpa pengawasan orang tua. Kejadian tersebut nyaris berujung...