Tongseng Kambing Super Gurih dan Empuk, Menu Hangat Favorit Keluarga Saat Idul Adha!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Read more
Hari raya Idul Adha memang selalu identik dengan stok daging melimpah di rumah. Freezer penuh, dapur sibuk, dan menu yang muncul biasanya itu-itu saja. Setelah rendang, gulai, sate, dan tongseng berturut-turut hadir di meja makan, kadang muncul rasa bosan juga, bukan?
Apalagi kalau cuaca sedang panas atau tubuh mulai ingin makanan yang lebih ringan tetapi tetap nikmat. Nah, di momen seperti ini, tumis daging sapi bisa jadi penyelamat paling praktis. Proses memasaknya cepat, bumbunya sederhana, tetapi rasanya tetap mewah seperti menu restoran.
Yang paling menarik, resep tumis daging sapi ini juga cocok untuk kamu yang sibuk atau tidak ingin terlalu lama berada di dapur. Dengan teknik memasak stir-fry ala Asia, daging bisa tetap juicy, sayuran terasa segar, dan sausnya gurih mengilap menggoda selera.
Menu ini juga sangat fleksibel. Kamu bisa memakai sisa daging kurban, menambahkan aneka sayur favorit keluarga, bahkan mengatur tingkat manis atau asin sesuai selera. Hasil akhirnya? Sepiring tumis sapi hangat yang bikin nasi putih cepat habis.
Kalau sedang mencari inspirasi olahan daging kurban yang praktis, hemat waktu, tetapi tetap spesial, resep berikut wajib dicoba di rumah.
Tumis daging sapi termasuk salah satu menu rumahan yang hampir selalu berhasil menggugah selera. Aroma tumisan bawang dan kecap asin yang bercampur dengan daging panas memang sulit ditolak.
Selain itu, ada beberapa alasan kenapa menu ini begitu populer:
Bahkan banyak orang menyebut tumis sapi sebagai menu “penyelamat akhir bulan” karena praktis tetapi tetap terasa spesial.
Sebelum mulai memasak, siapkan semua bahan terlebih dahulu agar proses memasak jadi lebih cepat dan rapi.
Atau kamu juga bisa menggunakan:
Salah satu rahasia tumis sapi yang empuk ternyata bukan hanya pada bumbunya, tetapi juga cara memilih dan memotong daging.
Untuk tumisan, pilih bagian daging yang minim lemak dan mudah matang seperti:
Hindari potongan daging yang terlalu tebal karena akan membuat tekstur alot saat ditumis cepat.
Tips paling penting adalah mengiris daging setipis mungkin dan melawan arah serat. Teknik ini membantu serat daging lebih pendek sehingga hasil akhirnya jauh lebih empuk.
Kalau ingin lebih maksimal, simpan daging di freezer sekitar 20 menit sebelum diiris. Tekstur yang sedikit beku akan membuat proses memotong lebih mudah dan rapi.
Berikut langkah memasak yang mudah diikuti bahkan untuk pemula.
Ambil mangkuk kecil lalu campurkan:
Aduk hingga semua bahan larut sempurna dan tidak ada gumpalan maizena.
Membuat saus di awal penting supaya proses memasak nanti lebih cepat. Tumisan ala stir-fry memang harus dimasak dengan api besar dan gerakan cepat.
Panaskan minyak di wajan besar atau wok.
Masukkan irisan daging sapi tipis lalu tumis menggunakan api sedang besar.
Aduk cepat hingga warna daging berubah kecokelatan.
Jangan memasak terlalu lama karena daging bisa menjadi keras dan kering.
Setelah matang sekitar 80 persen, angkat daging dan sisihkan.
Di wajan yang sama, masukkan brokoli, wortel, dan kapri.
Tumis sekitar 2–3 menit saja.
Tujuannya agar sayuran tetap crunchy dan warnanya masih cerah menggoda.
Kalau terlalu lama dimasak, brokoli akan berubah kusam dan teksturnya lembek.
Masukkan kembali daging sapi ke dalam wajan.
Aduk bersama sayuran selama beberapa detik.
Tuang saus yang sudah dibuat sebelumnya.
Masak sambil terus diaduk hingga saus mulai mengental dan terlihat mengilap.
Biasanya proses ini hanya membutuhkan waktu sekitar 1–2 menit.
Aroma gurih manis mulai keluar dan langsung bikin lapar.
Angkat tumisan lalu sajikan bersama nasi putih hangat.
Tambahkan taburan wijen atau irisan daun bawang jika suka.
Banyak orang gagal membuat tumis sapi karena hasil akhirnya keras dan alot. Padahal, ada beberapa trik sederhana yang bisa dilakukan.
Teknik stir-fry membutuhkan panas tinggi agar daging cepat matang dan cairannya tetap terkunci.
Semakin lama dimasak, daging justru makin keras.
Karena itu, tumis sebentar saja.
Ini trik paling penting dan sering diabaikan.
Potongan melawan serat membuat tekstur daging jauh lebih lembut saat dikunyah.
Kalau punya waktu lebih, marinasi daging dengan sedikit kecap asin dan minyak wijen selama 15 menit sebelum dimasak.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu membawa suasana hangat di rumah. Selain kumpul keluarga dan tradisi berbagi daging kurban, ada satu...
Ada satu aroma masakan yang sering langsung mengingatkan banyak orang pada suasana rumah hangat dan makan bersama keluarga, yaitu aroma...