Benarkah Sleepmaxxing Bisa Membuat Tidur Lebih Berkualitas? Ini Penjelasan Pakar
Sleepmaxxing menjadi salah satu tren yang ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok. Tren ini menawarkan berbagai tips, produk, hingga...
Read more
Istilah dolphin parenting semakin banyak diperbincangkan sebagai salah satu pendekatan pengasuhan modern yang dinilai mampu membantu anak tumbuh lebih mandiri, tangguh, dan sehat secara emosional. Pola asuh ini hadir sebagai jalan tengah antara pola asuh yang terlalu ketat dan pola asuh yang terlalu membebaskan.
Menurut Dr. Shimi Kang, psikiater sekaligus penulis buku The Dolphin Parent, lumba-lumba dipilih sebagai simbol karena dikenal sebagai hewan yang cerdas, mudah beradaptasi, serta mampu bekerja sama dengan kelompoknya. Filosofi tersebut kemudian diterapkan dalam pola pengasuhan yang menempatkan orang tua sebagai pembimbing, bukan pengendali.
Berdasarkan penjelasan dari Twinkl yang mengulas konsep tersebut, orang tua tetap memiliki aturan dan harapan yang jelas, tetapi memberi ruang bagi anak untuk belajar mengambil keputusan, mencoba pengalaman baru, dan berkembang sesuai tahapan usianya.
Pendekatan ini bertujuan membentuk anak yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, serta mental yang kuat saat menghadapi tantangan kehidupan.
Salah satu ciri utama dolphin parenting adalah adanya keseimbangan antara disiplin dan kebebasan. Orang tua menetapkan aturan yang harus dipatuhi, tetapi tetap bersikap fleksibel dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi anak.
Dalam pola asuh ini, anak juga diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya. Orang tua tidak mengatur setiap keputusan yang diambil anak, melainkan hadir sebagai pendamping yang memberikan arahan ketika diperlukan.
Menurut penjelasan dari Upworthy, pendekatan dolphin parenting berusaha menciptakan keseimbangan antara disiplin, kasih sayang, dan kebebasan. Dengan cara tersebut, anak diharapkan mampu belajar bertanggung jawab tanpa merasa berada di bawah tekanan yang berlebihan.
Komunikasi menjadi bagian yang sangat penting dalam pola asuh ini. Orang tua didorong untuk membangun diskusi dua arah sehingga anak merasa nyaman menyampaikan pendapat, perasaan, maupun kesulitan yang sedang dihadapinya. Cara ini juga membantu membangun rasa saling percaya dalam keluarga.
Selain itu, target yang diberikan kepada anak disesuaikan dengan kemampuan dan tahap perkembangannya. Orang tua tetap mendorong anak untuk berkembang dan berprestasi, namun tidak memaksakan standar yang justru berpotensi menimbulkan stres.
Berdasarkan informasi dari American Academy of Pediatrics (AAP), pola pengasuhan yang menggabungkan kehangatan emosional dengan batasan yang jelas atau sering disebut sebagai authoritative parenting terbukti mampu mendukung perkembangan sosial, emosional, serta kemampuan mengambil keputusan pada anak. Prinsip ini memiliki banyak kesamaan dengan pendekatan dolphin parenting yang menekankan keseimbangan antara dukungan dan disiplin.
Berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari pola asuh ini antara lain membantu anak menjadi lebih mandiri, meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta melatih keterampilan menyelesaikan masalah sejak dini.
Tidak hanya itu, anak juga memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kreativitas karena diberi kesempatan mencoba berbagai aktivitas tanpa rasa takut gagal. Kemampuan berkomunikasi pun meningkat karena anak terbiasa berdiskusi dengan orang tua mengenai berbagai persoalan.
Meski demikian, menerapkan dolphin parenting bukan tanpa tantangan. Orang tua perlu menjaga keseimbangan agar kebebasan yang diberikan tidak berubah menjadi sikap terlalu longgar. Jika aturan tidak diterapkan secara konsisten, anak bisa menganggap batasan yang dibuat mudah untuk dinegosiasikan.
Sebaliknya, apabila setiap keputusan terlalu lama didiskusikan tanpa adanya ketegasan dari orang tua, anak dapat merasa bingung mengenai aturan yang harus dipatuhi.
Karena itu, pendekatan ini membutuhkan komunikasi yang konsisten, kesabaran, serta kemampuan orang tua menyesuaikan pola pengasuhan sesuai perkembangan usia anak. Dengan keseimbangan tersebut, dolphin parenting dinilai mampu membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, memiliki empati, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Parenting Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia parenting — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Istilah dolphin parenting semakin banyak diperbincangkan sebagai salah satu pendekatan pengasuhan modern yang dinilai mampu membantu anak tumbuh lebih mandiri,...
Menahan buang air kecil karena sibuk bekerja, sedang bepergian, atau enggan mencari toilet masih sering dianggap sebagai kebiasaan yang tidak...