AI Kini Jadi Andalan Orang Tua Memilih Jurusan Kuliah Anak di China
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) tidak lagi terbatas untuk membantu pekerjaan atau membuat konten. Di China, teknologi ini mulai dimanfaatkan oleh...
Read more
Pengguna iPhone diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan melalui FaceTime. Modus ini memanfaatkan rekayasa sosial untuk memperoleh data pribadi, informasi perbankan, hingga menguras rekening korban melalui panggilan video.
Menurut peringatan dari Apple dan Federal Trade Commission (FTC), pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan panggilan telepon, FaceTime, SMS, maupun email dengan menyamar sebagai petugas dari lembaga atau perusahaan terpercaya.
Modus tersebut biasanya diawali dengan pesan singkat yang menginformasikan adanya aktivitas mencurigakan pada rekening bank atau kartu kredit korban. Dalam pesan itu, korban diminta menghubungi nomor tertentu atau akan dihubungi kembali oleh pelaku yang mengaku sebagai petugas resmi.
Berdasarkan penjelasan Apple, setelah berhasil menghubungi korban melalui telepon, pelaku akan mengarahkan percakapan ke video call FaceTime. Pada tahap ini, korban diminta mengaktifkan fitur share screen atau berbagi layar.
Saat layar dibagikan, pelaku dapat melihat aktivitas korban ketika membuka aplikasi perbankan, memasukkan kode keamanan, username, password, hingga mengarahkan korban untuk mentransfer uang ke rekening tertentu.
Menurut FTC, modus yang mengatasnamakan institusi keuangan menjadi salah satu cara yang paling sering digunakan penjahat siber untuk memindahkan dana dari rekening korban.
Selain mengaku sebagai petugas bank, pelaku juga kerap menyamar sebagai tim dukungan teknis dari produsen perangkat. Korban akan menerima SMS yang mengklaim perangkat mengalami masalah dan membutuhkan bantuan teknis segera.
Ketika panggilan FaceTime berlangsung, korban diarahkan mengubah sejumlah pengaturan perangkat sambil membagikan layar. Kondisi tersebut memberi kesempatan kepada pelaku untuk melihat atau memperoleh informasi login yang dimasukkan korban.
Apple menegaskan bahwa petugas resmi perusahaan maupun pihak bank tidak pernah menghubungi pelanggan untuk meminta password, kode verifikasi, kode OTP, maupun informasi sensitif lainnya melalui telepon atau FaceTime.
“Jika Anda menerima panggilan FaceTime yang mencurigakan, email screenshot informasi panggilan tersebut ke reportfacetimefraud@apple.com,” tulis Apple dalam laman dukungannya.
Untuk mengurangi risiko menjadi korban, Apple mengimbau pengguna agar tidak pernah membagikan layar kepada nomor yang tidak dikenal, tidak memberikan password atau kode keamanan saat panggilan berlangsung, serta segera mengakhiri percakapan apabila ada pihak yang mendesak untuk mengirim uang.
Jika menerima SMS mencurigakan terkait rekening bank, pengguna disarankan menghubungi layanan resmi bank melalui nomor yang tersedia di situs atau aplikasi resmi, bukan melalui nomor telepon yang tercantum dalam pesan tersebut.
Referensi:
detikINET
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada laptop modern. Seiring pemakaian, kapasitas baterai memang akan mengalami penurunan secara alami....
Pengguna iPhone diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan melalui FaceTime. Modus ini memanfaatkan rekayasa sosial untuk memperoleh data pribadi, informasi...