Pelajar Iran Hadapi Hambatan Baru, TOEFL dan GRE Dihentikan Akibat Sanksi AS
Rencana ribuan pelajar Iran untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri menghadapi hambatan baru. Ujian TOEFL dan GRE kini dihentikan di...
Read more
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinannya bahwa rezim Iran di bawah Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei semakin dekat dengan kehancuran. Pernyataan tersebut disampaikan ketika konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali mengalami eskalasi.
Menurut Netanyahu, kondisi pemerintahan Iran saat ini jauh lebih lemah dibandingkan sebelumnya. Ia menilai tekanan militer dan berbagai persoalan yang dihadapi Teheran telah membuat pemerintah Iran harus berjuang mempertahankan kelangsungan kekuasaannya.
“Rezim ini saat ini berada di ambang kehancuran. Mereka lebih lemah dari sebelumnya. Mereka sedang berjuang untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya,” kata Netanyahu dalam acara bersama para petinggi militer Israel pada Kamis (3/9).
Netanyahu bahkan menyebut menggulingkan rezim Iran sebagai salah satu tugas utama Israel yang belum selesai. Ia menganggap tujuan tersebut kini bukan lagi sesuatu yang mustahil.
“Saya yakin kita dapat menyingkirkan ancaman ini untuk selamanya, yakni dengan menggulingkan rezim tersebut. Itulah tugas utama yang masih harus kita selesaikan, tetapi waktunya sudah dekat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Israel tidak hanya melihat konflik dengan Iran dari sisi kemampuan militer dan program nuklir. Perubahan rezim di Teheran juga menjadi bagian dari tujuan politik yang diinginkan Netanyahu.
Keyakinan Netanyahu muncul ketika Iran menghadapi tekanan dari sejumlah arah sekaligus. Selain serangan militer, Teheran juga menghadapi tekanan ekonomi akibat sanksi Amerika Serikat dan terganggunya aktivitas ekspor minyak.
Berdasarkan laporan terbaru, tekanan ekonomi AS mulai memberikan dampak serius terhadap Iran. Nilai mata uang rial merosot ke tingkat terendah, inflasi mendekati 70 persen, sementara ekspor minyak Iran dilaporkan turun drastis dari sekitar 1,7 juta barel per hari menjadi sekitar 260 ribu barel per hari. Kondisi tersebut mempersempit ruang gerak pemerintah untuk mempertahankan cadangan devisa dan memenuhi kebutuhan impor.
Tekanan ekonomi itu menjadi semakin penting karena perang berkepanjangan dapat meningkatkan beban pemerintah Iran. Penurunan ekspor minyak berarti pemasukan negara berkurang, sementara kebutuhan pembiayaan untuk sektor pertahanan dan pemulihan ekonomi tetap besar.
Namun, tekanan tersebut belum otomatis berarti rezim Iran akan segera runtuh. Pemerintahan Teheran masih memiliki struktur kekuasaan yang berjalan, termasuk dukungan dari institusi militer dan keamanan.
Kondisi kepemimpinan Mojtaba Khamenei juga menjadi sorotan. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Mojtaba kemudian ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran pada Maret.
Selama berbulan-bulan, Mojtaba jarang terlihat di hadapan publik sehingga muncul berbagai spekulasi mengenai kondisi dan kemampuannya menjalankan pemerintahan. Namun, pada Agustus, ia bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk membahas persoalan ekonomi, militer, dan pertahanan. Pertemuan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa struktur pemerintahan Iran masih berfungsi.
Dengan demikian, klaim bahwa rezim Iran berada di ambang kehancuran masih merupakan penilaian politik Netanyahu, bukan fakta bahwa pemerintahan Iran telah kehilangan kendali.
Netanyahu juga menilai misi Israel terhadap Iran belum selesai. Ia menyebut Amerika Serikat saat ini menghadapi kesulitan dalam mendorong Teheran kembali ke meja perundingan setelah upaya negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan yang diharapkan.
Perang yang berlangsung sejak akhir Februari sebelumnya sempat mengarah pada gencatan senjata dan perundingan antara Washington dan Teheran. Namun, proses diplomatik tersebut mengalami kebuntuan. Israel juga menunjukkan keengganan untuk menghentikan tekanan militernya terhadap Iran dan bahkan menyatakan kesiapannya melakukan serangan secara sepihak jika diperlukan.
Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui kombinasi sanksi ekonomi, pembatasan ekspor minyak, dan serangan terhadap sasaran di wilayah Iran. Tekanan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap sejumlah negara yang menjadi lokasi fasilitas atau pangkalan Amerika Serikat di kawasan.
Iran antara lain melancarkan serangan ke Kuwait dan sejumlah negara kawasan lainnya setelah serangan Amerika Serikat. Eskalasi tersebut memperluas risiko konflik dari hubungan langsung Iran-Israel menjadi persoalan keamanan regional yang melibatkan negara-negara Teluk.
Di sisi lain, Iran masih menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan respons militernya. Penasihat senior komandan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, Brigjen Mohammad Reza Naqdi, mengatakan Iran masih menggunakan metode perang konvensional dan belum merasa perlu beralih ke perang asimetris. Ia juga menegaskan Iran siap menggunakan metode tersebut apabila diperlukan.
Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa jatuhnya rezim Iran tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan tekanan militer dan ekonomi. Pemerintahan Iran masih memiliki institusi keamanan dan militer yang kuat, sementara konflik juga dapat memicu konsolidasi nasional di tengah tekanan dari luar.
Posisi Mojtaba Khamenei sendiri juga belum sepenuhnya dapat dinilai dari minimnya kemunculan publik. Pada Agustus, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Mojtaba dalam kondisi sehat setelah melakukan pertemuan selama berjam-jam dengannya.
Karena itu, pernyataan Netanyahu lebih tepat dipahami sebagai penilaian dan target politik Israel di tengah tekanan besar yang sedang dihadapi Iran. Seberapa jauh tekanan tersebut dapat mengubah struktur kekuasaan di Teheran masih bergantung pada perkembangan perang, kondisi ekonomi, stabilitas internal Iran, serta kemungkinan kembalinya jalur diplomasi.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Refleksi diri biasanya identik dengan menulis jurnal, mencatat perasaan, atau mengevaluasi berbagai hal yang sudah dilakukan. Namun, cara untuk mengenali...
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan selama ini dikenal sebagai ancaman serius bagi kesehatan pernapasan. Namun, dampaknya ternyata berpotensi...