Stroke di Usia Muda Makin Mengkhawatirkan, Kenali Tanda Bahayanya
Stroke selama ini identik dengan kelompok lanjut usia. Namun, kondisi tersebut ternyata juga dapat menyerang orang yang masih berada pada...
Read more
Melihat banyak helai rambut tertinggal di sisir, bantal, atau lantai kamar mandi memang bisa membuat khawatir. Namun, rambut rontok setiap hari sebenarnya merupakan bagian normal dari siklus pertumbuhan rambut.
Tidak semua rambut yang terlepas menandakan adanya masalah pada kulit kepala. Rambut terus mengalami proses pertumbuhan, istirahat, hingga akhirnya terlepas dan digantikan dengan helai baru.
Yang perlu diperhatikan adalah perubahan pola kerontokan. Jika jumlah rambut yang rontok tiba-tiba jauh lebih banyak dibandingkan biasanya dan kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, hal itu bisa menjadi tanda adanya masalah yang perlu diperiksa.
Rambut manusia mengalami beberapa fase dalam siklus pertumbuhannya. Fase tersebut meliputi anagen atau fase pertumbuhan, catagen atau fase transisi, serta telogen atau fase istirahat yang kemudian diikuti dengan pelepasan rambut.
Menurut dokter kulit Dr. Amy McMichael, kerontokan sekitar 50 hingga 100 helai rambut per hari masih tergolong normal. Jumlah tersebut merupakan bagian dari proses alami tubuh untuk melepaskan rambut yang sudah memasuki akhir siklusnya.
American Academy of Dermatology juga menyebutkan bahwa kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari merupakan kondisi yang umum. Kerontokan tersebut berbeda dengan hair loss, yaitu kondisi ketika pertumbuhan rambut terganggu atau rambut yang rontok tidak tergantikan secara normal.
Namun, angka 50 hingga 100 helai tidak bisa dijadikan patokan mutlak bagi semua orang. Ketebalan dan panjang rambut dapat memengaruhi seberapa banyak rambut yang terlihat rontok.
Orang dengan rambut panjang, misalnya, mungkin merasa kerontokan terlihat lebih banyak karena setiap helai yang terlepas lebih mudah terlihat. Karena itu, perubahan dari pola kerontokan pribadi juga penting untuk diperhatikan.
Ahli trikologi David Kingsley memberikan gambaran mengenai hal tersebut. Seseorang yang selama beberapa minggu terbiasa kehilangan sekitar 45 helai rambut per hari kemudian mengalami kerontokan hingga 90 helai setiap hari patut memperhatikan perubahan tersebut, meskipun jumlah 90 helai masih berada dalam kisaran yang sering dianggap normal.
Artinya, bukan hanya jumlah rambut yang terlepas yang penting, tetapi juga apakah terjadi peningkatan yang jelas dibandingkan kondisi biasanya.
Temuan tersebut sejalan dengan penjelasan medis bahwa peningkatan kerontokan yang terus berlangsung, terutama jika disertai penipisan rambut atau munculnya area botak, perlu mendapat perhatian.
Kerontokan yang meningkat dapat disebabkan berbagai faktor. Menurut dokter kulit Dr. Dhaval Bhanusali, kerontokan di luar faktor genetik dapat berkaitan dengan stres, penyakit, kekurangan nutrisi, kondisi autoimun, gangguan tiroid, hingga gaya rambut yang terlalu kuat menarik akar rambut.
Stres fisik maupun emosional juga dapat memengaruhi siklus rambut. Kondisi yang dikenal sebagai telogen effluvium dapat terjadi ketika lebih banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat secara bersamaan. Akibatnya, rambut dapat terlihat lebih banyak rontok beberapa waktu setelah tubuh mengalami tekanan, sakit, demam tinggi, operasi, perubahan berat badan, atau kondisi tertentu lainnya.
Selain itu, faktor keturunan, perubahan hormon, efek obat, kekurangan nutrisi, dan kebiasaan perawatan rambut juga dapat berperan dalam kerontokan. Mayo Clinic menjelaskan bahwa perubahan hormon, gangguan tiroid, kondisi autoimun, infeksi kulit kepala, serta faktor keturunan termasuk penyebab yang dapat memicu kerontokan rambut.
Ada beberapa perubahan yang sebaiknya tidak diabaikan. Rambut yang semakin menipis, garis rambut yang berubah, munculnya bagian kulit kepala yang semakin terlihat, atau kerontokan dalam jumlah jauh lebih banyak dari biasanya dapat menjadi tanda bahwa kondisi tersebut bukan sekadar pergantian rambut normal.
Pola kerontokan juga dapat memberikan petunjuk. Kerontokan akibat faktor keturunan umumnya berkembang secara perlahan, sedangkan telogen effluvium cenderung menyebabkan rambut rontok lebih banyak dalam waktu relatif singkat.
Pemeriksaan ke dokter kulit dapat membantu menentukan penyebabnya, terutama jika kerontokan berlangsung lama atau semakin parah. Dokter dapat melihat kondisi kulit kepala, pola penipisan, riwayat kesehatan, pola makan, penggunaan obat, serta perubahan yang terjadi sebelum kerontokan muncul.
Karena itu, menemukan beberapa helai rambut di sisir atau kamar mandi tidak perlu langsung membuat panik. Yang lebih penting adalah memperhatikan pola dan perubahan dari waktu ke waktu.
Menjaga asupan nutrisi, mengelola stres, serta menghindari kebiasaan yang dapat menarik atau merusak rambut juga dapat membantu mempertahankan kesehatan rambut. Jika kerontokan berubah secara drastis atau disertai penipisan yang nyata, pemeriksaan profesional menjadi langkah yang lebih tepat daripada sekadar menebak penyebabnya.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tren sustainability atau keberlanjutan semakin masuk ke berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis dan konsumen memilih...
Melihat banyak helai rambut tertinggal di sisir, bantal, atau lantai kamar mandi memang bisa membuat khawatir. Namun, rambut rontok setiap...