Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan penjelasan terkait langkah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, yang sebelumnya menyatakan kesediaannya menerima bantuan internasional untuk penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi sporadis di beberapa wilayah Sumatra. Menurut Sjafrie, tidak ada keterlibatan bantuan resmi dari negara lain dalam proses pencarian dan penanggulangan bencana tersebut.
Gubernur Aceh sebelumnya menyebut sudah ada relawan dan bantuan logistik dari Malaysia serta permintaan bantuan ahli dari China untuk mencari korban yang masih hilang. Namun, Sjafrie menegaskan bahwa bantuan China yang dimaksud bukan merupakan bantuan negara. “Sebetulnya yang dimaksud itu adalah bantuan personal yang dari China, itu untuk menemukan korban, itu bukan bantuan asing,” kata Sjafrie, Menteri Pertahanan RI.
Ia menambahkan bahwa bantuan itu merupakan dukungan personal kepada Gubernur Aceh yang ingin mempercepat pencarian jasad korban banjir dan longsor. “Itu bantuan personal kepada Mualem yang mau mencari jasad-jasad dari para korban bencana,” sambungnya.
Menurut Menhan, pemerintah pusat melalui berbagai lembaga terkait telah mengerahkan seluruh kekuatan personel untuk melakukan pencarian dan penanganan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Langkah itu dilakukan secara mandiri oleh pemerintah Indonesia tanpa melibatkan pihak asing. “Tetapi secara keseluruhan penanggulangan bencana yang ada di Sumatera Utara dan Sumatera Barat serta Aceh itu ditanggulangi secara mandiri,” ujar Sjafrie.
Di sisi lain, Gubernur Muzakir Manaf membenarkan adanya kedatangan tim relawan dari China yang membantu proses pencarian korban. Tim tersebut berjumlah lima orang dan membawa alat khusus untuk mendeteksi jasad di lumpur. “Hari ini ada datang tim dari China lima orang untuk mendeteksi mayat yang ada di dalam lumpur dan mereka ada alat untuk mengambil mayat-mayat itu,” kata Mualem, Gubernur Aceh.
Menurut Mualem, masih banyak korban yang belum ditemukan terutama di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Kedalaman lumpur di wilayah tersebut bahkan mencapai sepinggang orang dewasa, sehingga menyulitkan relawan dalam melakukan pencarian. Ia juga menjelaskan bahwa bantuan luar negeri yang sudah tiba di Aceh sejauh ini berasal dari Malaysia berupa obat-obatan dan dokter, serta relawan asal China untuk membantu pencarian korban.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kisah menyentuh sekaligus mengejutkan viral di media sosial. Seorang pria harus menerima kenyataan pahit setelah memergoki kekasihnya bersama pria...
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Setiabudi, Bandung, saat sebuah mobil box melaju kencang dan kehilangan kendali di tikungan. Insiden...