Cuaca Jakarta Makin Terik, BMKG Jelaskan Faktor Penyebab Suhu Terasa Lebih Panas
Cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya terasa lebih panas dibanding biasanya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dirasakan banyak warga...
Read more
Warga Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terpaksa berjalan kaki menuju Aceh Utara demi mendapatkan bahan pokok dan bahan bakar minyak. Kondisi ini terjadi setelah akses jalan utama penghubung wilayah tersebut terputus akibat banjir dan longsor yang melanda kawasan itu dalam dua pekan terakhir.
Berdasarkan keterangan relawan setempat, warga harus menempuh jarak lebih dari 10 kilometer dengan berjalan kaki melewati Desa Kem, Kecamatan Permata, Bener Meriah. Jalur tersebut menjadi satu-satunya akses darat yang masih bisa dilalui, meski kondisinya berat dan berlumpur.
Menurut Ketua Posko Rakyat Bener Meriah, Mahlizar, arus warga yang melintas jalur darurat itu semakin ramai setiap harinya. “Lalu lalang orang sudah seperti pasar. Tidak sedikit pejalan kaki yang merasa kelelahan. Bahkan sakit karena medan yang dilalui sangat berat, jalanan setapak berlumpur sampai ke lutut,” kata Mahlizar, Ketua Posko Rakyat Bener Meriah.
Ia menjelaskan, mayoritas warga menuju Aceh Utara untuk membeli BBM dan kebutuhan pokok karena stok logistik di wilayah mereka semakin menipis. Kondisi fisik warga yang kelelahan membuat kebutuhan akan layanan kesehatan menjadi mendesak.
Mahlizar menegaskan pentingnya kehadiran tenaga medis di jalur perbatasan tersebut. “Kami mengajak pihak-pihak terkait untuk segera mendirikan posko kesehatan di sana, banyak warga kelelahan karena menempuh jarak yang cukup jauh,” ujarnya.
Hingga Kamis, meski timbunan longsor telah dibersihkan, jalan darurat yang dibuat masih berlumpur dan belum memungkinkan dilalui kendaraan roda empat. Warga pun harus menunggu perbaikan akses jalan selesai agar distribusi logistik bisa kembali normal.
“Sangat melelahkan, namun warga tetap berjibaku untuk menembus keterisoliran demi memenuhi kebutuhan pangan dan energi pasca bencana,” lanjut Mahlizar.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah sebelumnya membenarkan bahwa banyak warga memilih berjalan kaki ke Aceh Utara untuk mendapatkan pasokan BBM dan sembako. Bahkan, berdasarkan data dari posko penanganan bencana setempat, pemerintah daerah terpaksa menyewa jasa kuli panggul untuk membawa BBM dari Aceh Utara.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, menyebut langkah tersebut diambil agar alat berat tetap bisa beroperasi membuka akses jalan. “Benar, kami menyewa jasa kuli panggul karena pasokan BBM belum bisa masuk. Bener Meriah sudah dua pekan tidak menerima bantuan BBM,” kata Ilham Abdi.
Ia menjelaskan, kuli panggul dibayar Rp200.000 per jerigen berisi 25 liter BBM yang dibawa dengan berjalan kaki melewati jalur darat yang tertutup lumpur dan material kayu. Kondisi ini menegaskan beratnya perjuangan warga dan petugas dalam menghadapi dampak bencana yang belum sepenuhnya pulih.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya terasa lebih panas dibanding biasanya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dirasakan banyak warga...
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan kini dimanfaatkan untuk membantu mitigasi bencana alam. Salah satu inovasi terbaru datang dari Google yang memperkenalkan...