Jangan Sepelekan Rutinitas Pagi Ini Jika Ingin Ginjal Tetap Sehat

Sejumlah kebiasaan pagi ternyata dapat membebani fungsi ginjal. Kenali rutinitas yang sebaiknya dihindari agar kesehatan ginjal tetap terjaga.

Sejumlah kebiasaan pagi ternyata dapat membebani fungsi ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang bekerja setiap hari untuk menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berperan menyaring darah, membuang limbah, mengatur cairan, serta membantu menjaga keseimbangan berbagai zat di dalam tubuh.

Karena itu, kebiasaan sehari-hari perlu diperhatikan, termasuk rutinitas yang dilakukan setelah bangun tidur. Beberapa kebiasaan yang terlihat sederhana ternyata dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem saluran kemih dan ginjal jika dilakukan terus-menerus.

Menurut ahli urologi dari India, Dr Venkatsubramaniam, ada sejumlah kebiasaan pagi yang sebaiknya tidak dilakukan secara rutin karena dapat mengganggu kesehatan ginjal.

Menahan buang air kecil hingga salah menggunakan obat

Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah menunda buang air kecil setelah bangun tidur. Selama tidur, kandung kemih terus menampung urine sehingga keinginan buang air kecil biasanya muncul ketika seseorang bangun.

Menahan urine terlalu lama dapat memberikan tekanan pada kandung kemih. Jika menjadi kebiasaan, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko infeksi dan memengaruhi fungsi otot kandung kemih.

“Jangan pernah menahan buang air kecil terlalu lama di pagi hari, dan jangan lakukan hal tersebut sepanjang hari,” kata Dr Venkatsubramaniam, ahli urologi.

Kebiasaan berikutnya adalah tidak segera memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Setelah tidur semalaman tanpa asupan cairan, tubuh dapat mengalami dehidrasi ringan. Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu proses pembuangan zat sisa dari tubuh.

Dr Venkatsubramaniam menyarankan untuk mengawali hari dengan air putih.

Baca Juga:  Tekanan Darah Tinggi Bisa Merusak Ginjal Tanpa Disadari, Kenali Tanda Awalnya

“Awali hari dengan setidaknya segelas air putih daripada memilih kopi atau teh,” ujar Dr Venkatsubramaniam.

Minum air setelah bangun tidur juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun, kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda tergantung kondisi tubuh, aktivitas, cuaca, dan faktor kesehatan lainnya.

Kebiasaan lain yang perlu diperhatikan adalah mengonsumsi obat pereda nyeri secara sembarangan, terutama obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID seperti ibuprofen dan aspirin.

Penggunaan NSAID dalam kondisi tertentu dapat memengaruhi aliran darah menuju ginjal. Jika digunakan berulang atau tidak sesuai petunjuk, obat tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada ginjal, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko tertentu.

“Obat pereda nyeri dapat membahayakan ginjal jika tidak digunakan secara bijak, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong,” kata Dr Venkatsubramaniam.

Namun, persoalan utamanya bukan semata-mata waktu konsumsi obat. Penggunaan obat pereda nyeri harus mengikuti aturan pakai dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Orang yang memiliki penyakit ginjal atau faktor risiko tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat tersebut secara rutin.

Jangan abaikan sarapan dan kebutuhan nutrisi

Kebiasaan lain yang juga menjadi perhatian adalah sering melewatkan sarapan sehat. Sebagian orang sengaja tidak sarapan karena sedang menjalani program penurunan berat badan atau memiliki aktivitas pagi yang padat.

Menurut Dr Venkatsubramaniam, tidak makan dalam waktu lama dapat memengaruhi keseimbangan gula darah dan proses metabolisme tubuh. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dalam menjaga keseimbangan internal.

Baca Juga:  Rahasia Laut: Tinggal Dekat Pantai Bisa Tambah Umur Hidup

“Dengan melewatkan sarapan, seseorang cenderung mengonsumsi camilan tinggi garam yang memiliki kandungan natrium sangat tinggi,” ungkap Dr Venkatsubramaniam.

Asupan natrium berlebihan perlu diperhatikan karena konsumsi garam yang tinggi dapat berhubungan dengan tekanan darah. Sementara itu, tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal dalam jangka panjang.

Sarapan yang seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi sebelum menjalani aktivitas. Pilihan makanan juga sebaiknya tidak hanya berfokus pada rasa kenyang, tetapi memperhatikan kandungan garam, gula, protein, serat, serta kebutuhan tubuh secara keseluruhan.

Menjaga kesehatan ginjal pada dasarnya tidak hanya bergantung pada satu kebiasaan. Cukup minum, tidak menahan buang air kecil, menggunakan obat secara bijak, dan menjaga pola makan merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari yang dapat mendukung kesehatan tubuh.

Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, kebutuhan cairan, pola makan, dan penggunaan obat dapat memiliki aturan berbeda. Karena itu, kebiasaan yang terlihat sederhana tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan anjuran tenaga kesehatan.

Referensi:
detikHealth

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED