PBB Tegur Keras Ancaman Israel terhadap Warga Gaza Gara-gara Layang-layang

PBB mengecam ancaman Israel untuk mengusir warga Gaza dari lokasi peluncuran layang-layang, drone, dan balon yang mengarah ke wilayah Israel.

PBB mengecam ancaman Israel untuk mengusir warga Gaza dari lokasi peluncuran layang-layang, drone, dan balon yang mengarah ke wilayah Israel

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB mengecam keras ancaman Israel untuk mengusir warga dari wilayah Gaza yang disebut menjadi lokasi peluncuran layang-layang, drone, dan balon ke arah Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah sejumlah layang-layang ditemukan melayang dari Gaza menuju wilayah Israel. Israel sebelumnya memperingatkan Hamas akan meningkatkan operasi militernya jika peluncuran tersebut terus terjadi.

Menurut Ravina Shamdasani, juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, ancaman pengusiran terhadap warga akibat aktivitas anak-anak menerbangkan layang-layang merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

“Terkait ancaman pengusiran akibat anak-anak yang menerbangkan layang-layang, saya harap kita semua sepakat bahwa hal ini keterlaluan,” kata Ravina Shamdasani, juru bicara kantor hak asasi manusia PBB.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan di Jenewa pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Israel ancam tingkatkan operasi di Gaza

Israel sebelumnya memperingatkan Hamas agar menghentikan peluncuran layang-layang, drone, dan balon ke arah wilayah Israel. Ancaman tersebut muncul setelah adanya peningkatan insiden dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan, empat layang-layang ditemukan di permukiman dekat perbatasan Gaza pada Sabtu. Satu layang-layang lainnya ditembak jatuh oleh militer Israel pada Minggu. Dalam beberapa hari, jumlah layang-layang yang ditemukan mencapai sekitar 10 buah.

Insiden tersebut mengingatkan kembali pada penggunaan layang-layang dan balon pembakar dari Gaza pada 2018. Saat itu, benda-benda tersebut digunakan sebagai bagian dari aksi protes dan menyebabkan kebakaran di lahan pertanian di wilayah selatan Israel.

Baca Juga:  Iran Ungkap Dugaan Strategi Drone Palsu AS dan Israel untuk Mengadu Domba Negara Arab

Namun, layang-layang yang menjadi persoalan dalam perkembangan terbaru disebut tidak membawa bahan peledak.

Militer Israel meyakini Hamas berada di balik peluncuran benda-benda tersebut dan menduga aksi itu dapat digunakan untuk menguji respons Israel. Hamas sendiri membantah bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz kemudian mengeluarkan peringatan kepada Hamas. Mereka menyatakan bahwa operasi terarah terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab dapat ditingkatkan apabila peluncuran ke arah Israel tidak dihentikan.

Dalam pernyataan tersebut, Israel juga mengancam akan mengevakuasi penduduk dari wilayah tempat layang-layang, drone, dan balon diluncurkan.

Sementara itu, anggota biro politik Hamas Bassem Naim menyatakan bahwa layang-layang tersebut diterbangkan oleh anak-anak Gaza.

“Layang-layang tersebut diluncurkan dari Gaza oleh anak-anak yang mencari masa kecil mereka yang polos di tengah reruntuhan,” kata Bassem Naim, anggota biro politik Hamas.

Hamas juga menuduh Israel menggunakan persoalan layang-layang sebagai alasan untuk melancarkan serangan udara di wilayah tengah Gaza. Menurut layanan penyelamatan pertahanan sipil Gaza, serangan tersebut menewaskan tiga orang.

Situasi ini kemudian mendapat sorotan lebih luas karena ancaman terhadap wilayah tempat layang-layang diluncurkan berpotensi berdampak langsung kepada warga sipil.

PBB menilai pernyataan tersebut tidak berdiri sendiri. Ravina Shamdasani mengatakan ancaman terbaru itu menjadi bagian dari rangkaian pernyataan yang menurut PBB semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga:  Ketegangan Memuncak, Rusia Tuduh Inggris dan Prancis Bantu Nuklir Ukraina

“Kami terus melihat retorika yang tidak dapat diterima dari tingkat tertinggi otoritas Israel, yang menunjukkan pengabaian total terhadap hak asasi manusia internasional dan hukum kemanusiaan, serta menganjurkan dan menghasut kekerasan yang mengarah pada kejahatan kekejaman,” kata Shamdasani.

Perkembangan terbaru tersebut berlangsung ketika ketegangan di Gaza masih tinggi. Reuters melaporkan pada 25 Agustus bahwa warga di Gaza bahkan diminta mencegah anak-anak menerbangkan layang-layang karena adanya kekhawatiran benda tersebut kembali dianggap sebagai bagian dari aksi permusuhan.

Reuters juga melaporkan bahwa Israel mengaitkan peluncuran layang-layang, balon, dan drone dengan ancaman terhadap wilayahnya, sementara Hamas menilai persoalan tersebut digunakan sebagai alasan untuk melanjutkan serangan.

Di tengah situasi tersebut, aktivitas yang bagi anak-anak dapat menjadi permainan sederhana kini menjadi bagian dari ketegangan politik dan militer yang lebih luas di Gaza. Ancaman terhadap lokasi peluncuran juga memunculkan perhatian mengenai perlindungan warga sipil dan penerapan hukum kemanusiaan internasional.

Referensi:
detikNews

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED